Ketahui Manfaat dan Juga Bahaya Produk Turunan Ganja
searchtext customer service

Ketahui Manfaat dan Bahaya Produk Turunan Ganja

Meskipun di Indonesia dianggap terlarang, namun di negara seperti Amerika, ganja digunakan sebagai produk kesehatan! Simak informasi di bawah ini.
Ketahui Manfaat dan Bahaya Produk Turunan Ganja (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Klikdokter.com, Jakarta Penggunaan ganja di beberapa negara, salah satunya di Indonesia, masih terlarang dan dianggap buruk. Kendati begitu, ganja disebut memiliki beberapa khasiat obat. Namun, tetap masih ada pihak yang menentang dan memperdebatkan penggunaan tanaman dengan nama latin Cannabis sativa ini.

Lantas, apa saja produk turunan ganja yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit. Apakah produk turunan ganja itu benar-benar bermanfaat dan tidak membahayakan tubuh?

 

1 dari 6

Mengenal Tanaman Ganja

Mengenal Tanaman Ganja (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
loading

Tanaman ganja yang dilinting menggunakan kertas, dibakar, lalu diisap, menjadi salah satu perbuatan yang dilarang di Indonesia. Mengonsumsi ganja dengan cara tersebut kerap disalahgunakan, karena dapat memberikan dampak “high” bagi penggunanya. 

Produk ganja tak hanya berupa rokok, kini tanaman dengan nama lain mariyuana ini pun dijual dengan berbagai macam bentuk, seperti spray, gel, dan sebagainya. Cara pakainya pun berbeda-beda tergantung jenis produknya, ada yang bisa langsung dikonsumsi, diuapkan, dan juga dioles ke kulit.

Artikel Lainnya: Komisi PBB Anggap Ganja Tak Berbahaya, Ini Manfaat Medisnya

2 dari 6

Obat yang Terbuat dari Ganja

Obat yang Terbuat dari Ganja (Foto: John Miller/Pixabay)
loading

Di beberapa negara seperti Amerika, pengobatan menggunakan ganja disebut sebagai Medical Marijuana. Ganja umumnya dijadikan sebagai obat kanker dan nyeri.

Perlu diketahui, ganja mengandung CBD atau yang disebut dengan cannabidiol. Selain itu, ada juga senyawa kimia THC (delta 9 tetrahidrokanibinol) di dalam tanaman ganja.  Saat masuk ke dalam tubuh, kandungan THC akan berjalan melewati aliran darah melalui paru-paru dan nantinya akan sampai ke otak.

Kandungan THC sendiri akan bekerja dengan melepaskan hormon dopamin yang menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan tidak menimbulkan nyeri bagi pasien kanker.  Berikut beberapa obat yang merupakan produk turunan ganja.

1. Marinol (Dronabinol)

Marinol merupakan obat pertama dari turunan ganja. Obat ini dijual dalam bentuk pil yang sudah dicampur dengan minyak wijen. Marinol dapat digunakan untuk membantu meredakan mual, muntah, dan mengatasi beberapa efek samping tidak nyaman yang dirasakan oleh pasien kemoterapi.

Obat ini juga dapat dikonsumsi untuk merangsang nafsu makan sehingga seseorang bisa menambah berat badan.

2. Cesamet (Nabilone)

Selain Marinol, cesamet menjadi salah produk obat turunan ganja yang dijual oleh beberapa perusahaan farmasi di Amerika. Obat ini sudah dipakai sejak sekitar 20 tahun lalu untuk mengatasi mual dan muntah setelah sesi kemoterapi penderita kanker.

3. Sativex (Nabiximols)

Sativex adalah obat pertama yang terbuat dari tanaman ganja dan sudah disetujui oleh banyak pihak. Kini, sativex sudah diproduksi di beberapa negara, seperti Kanada, Jerman, inggris, Selandia baru, dan Spanyol.

Biasanya obat ini digunakan oleh pasien multiple sclerosis yang mengalami gangguan di bagian saraf otak, mata, dan tulang belakang.

Artikel Lainnya: Benarkah Pengguna Ganja Bisa Terkena Skizofrenia?

3 dari 6

Produk Lain yang Mengandung Ganja

Produk Lain yang Mengandung Ganja Seperti Skin Care
loading

Selain obat, ada beberapa produk lain yang terbuat dari ganja dan mulai dipasarkan di beberapa negara. Berikut di antaranya:

1. Minyak Ganja

Minyak CBD memiliki kandungan THC yang sangat rendah, sehingga tidak akan menimbulkan efek “high” yang terlalu parah bagi penggunanya. Minyak oles dari tanaman ganja ini sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, meredakan kecemasan, dan mengatasi mual tanpa reaksi psikoaktif.

2. Skin Care!

Menurut beberapa sumber, kandungan CBD menjadi salah satu bahan aktif untuk produk perawatan kulit, seperti losion atau krim. Pasalnya, CBD memiliki sifat antiinflamasi yang bisa meredakan beberapa masalah di kulit.

Bahkan, CBD dari tanaman ganja diyakini dapat membantu melawan jerawat, menghilangkan rasa nyeri, menghidrasi kulit, dan membuat badan jadi lebih relaks.

Artikel Lainnya: Menelisik CBD Oil dan Manfaatnya untuk Kesehatan

4 dari 6

Apa Kata Dokter?

Berkonsultasi dengan Dokter Mengenai Ganja
loading

Menanggapi soal produk yang terbuat dari ganja, dr. Atika mengatakan belum ada pedoman pasti yang bisa menjadi rujukan fungsi obat tersebut. Apalagi di Indonesia sendiri belum ada obat yang terbuat dari ganja sehingga pemakaiannya pun sudah pasti ilegal.

“Penggunaannya masih belum ada pedoman yang saklek. Tiap negara bisa menggunakannya dengan tujuan yang berbeda, selama masih dalam pertimbangan mekanisme kerjanya. Di Amerika, utamanya penggunaannya untuk antinyeri, misalnya nyeri saraf, nyeri punggung,” jelas dr. Atika.

“Ada yang menggunakan sebagai perelaksasi otot, contohnya mengurangi tremor pada penderita penyakit Parkinson. Ada juga yang menggunakan obat turunan ganja sebagai antimual, obat glaukoma, fibromyalgia, hingga masalah kesehatan yang terkait dengan psikis seperti PTSD (Post-traumatic stress disorder),” ujar dr. Atika.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Buruk Ganja pada Tubuh dan Otak

5 dari 6

Ini Bahaya Menggunakan Ganja Bagi Kesehatan

Ini Bahaya Menggunakan Ganja Bagi Kesehatan (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
loading

Meski sudah mulai digunakan dalam metode pengobatan atau produk kecantikan, ganja juga punya zat buruk yang membahayakan penggunanya.

Kandungan CBD atau cannabidiol, bisa membuat penggunanya jadi merasa panik, cemas, pusing, khawatir, dan pada akhirnya bisa berujung depresi.

Organ tubuh yang paling terkena dampak penggunaan ganja adalah otak. Ketika mengonsumsi produk dari tanaman kanabis ini, otak dapat mengalami gangguan halusinasi, tidak mudah fokus, dan kapasitas otak pun seakan terbatas.

Jika dilihat dari fakta-fakta di atas, ganja memang bisa digunakan dalam pengobatan penyakit tertentu. Akan tetapi, pengobatan menggunakan ganja pun hanya berlaku di beberapa negara. Dan, Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Penggunaan obat yang terbuat dari ganja juga harus dalam pengawasan dari dokter yang berwenang.

Baca Juga

Jadi, hindari penggunaan ganja, sebab tanaman ini dapat merusak fungsi otak dan melanggar hukum! Cari tahu informasi kesehatan unik lainnya dengan membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Peter Fernando, DiMAP.

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Devi Agustiani

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Mengoleskan Ganja Bisa Sembuhkan Penyakit Kulit?

Info Sehat
23 Des

Komisi PBB Anggap Ganja Tak Berbahaya, Ini Manfaat Medisnya

Info Sehat
04 Des

Menelisik CBD Oil dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Info Sehat
09 Okt

Dwi Sasono Resmi Ditahan Polisi Setelah Positif Gunakan Ganja

Info Sehat
02 Jun

Kenali Efek Buruk Ganja pada Tubuh dan Otak

Info Sehat
26 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat