Adakah Obat Asam Urat yang Aman untuk Ibu Hamil?
searchtext customer service

Obat Asam Urat yang Aman untuk Ibu Hamil

Ibu sedang hamil dan mengalami bengkak serta nyeri di persendian tubuh? Bisa jadi ibu terkena asam urat! Yuk, ketahui obat asam urat yang aman di sini.
Obat Asam Urat yang Aman untuk Ibu Hamil

Klikdokter.com, Jakarta Ibu hamil kerap mengalami pembengkakan di tubuhnya, terutama di bagian kaki. Hal ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. 

Sebab, pembengkakan bisa terjadi akibat peningkatan cairan tubuh yang mengikuti perkembangan janin di dalam kandungan.

Namun, bila mengalami bengkak sekaligus sakit di bagian persendian kaki, maka ada kemungkinan ibu terkena asam urat.

Lalu, apa saja obat asam urat untuk ibu hamil? Apakah obat tersebut aman bagi ibu dan janin? Cek faktanya di sini, ya. 

Sekilas Tentang Asam Urat Saat Hamil

Sekilas Tentang Asam Urat Saat Hamil

Kadar asam urat normal wanita berkisar di angka 2,4 -6,0 mg/dl. Jika asam urat tinggi, penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya karena konsumsi makanan yang mengandung purin.

Pada ibu hamil, tingginya asam urat terjadi akibat bertambahnya berat badan di masa kehamilan.

Gejala yang ibu hamil rasakan umumnya sama dengan penderita asam urat lainnya, berikut di antaranya:

  • Muncul nyeri atau kesemutan di persendian anggota gerak tubuh, seperti tangan dan kaki.
  • Kaku dan bengkak di bagian kaki atau tangan.
  • Muncul rasa lelah berlebihan sehingga membuat ibu hamil sulit bergerak.

Artikel Lainnya: Benarkah Kolang-kaling Efektif Atasi Asam Urat?

Apabila sudah mengenali gejalanya, sekarang ibu perlu tahu cara mengatasi asam urat saat hamil.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Umumnya ibu harus menghindari atau mengurangi makan makanan pemicu, seperti:

  • Seafood (cumi, udang, kepiting, dan hewan laut lainnya).
  • Daging merah (terutama jeroan).
  • Kol.
  • Asparagus.
  • Bayam.
  • Beberapa sayuran hijau.

Hindari juga minum minuman beralkohol dan merokok saat hamil. Selain bisa menyebabkan asam urat kambuh, rokok dan alkohol juga berdampak buruk bagi perkembangan janin. 

Selain itu, ibu hamil disarankan untuk memperbanyak minum air mineral untuk mengurangi faktor risiko asam urat kambuh, salah satunya kenaikan berat badan.

Jika mengalami kenaikan berat badan, ibu hamil sebaiknya tetap menjaga pola makan agar berat badan tidak naik drastis. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan obesitas dan menambah faktor risiko asam urat.

Artikel Lainnya: Asam Urat Bisa Kambuh Akibat Minum Susu?

Lalu, Obat Asam Urat Apa yang Aman untuk Ibu Hamil?

Lalu, Obat Asam Urat Apa yang Aman untuk Ibu Hamil?

Ada beberapa obat yang biasa dipakai untuk mengurangi gejala asam urat, seperti golongan allopurinol, kolkisin, febuxostat, dan probenesid. Namun, apakah mereka termasuk obat asam urat yang aman untuk ibu hamil?

Faktanya, sebaiknya ibu hamil berhati-hati dengan penggunaan allopurinol dan febuxostat, karena keduanya masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil. Artinya, obat akan memberikan efek samping bila dikonsumsi selama masa kehamilan.

Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang telah dilakukan pada manusia terkait efek samping obat asam urat tersebut.

Penelitian pada allopurinol memperlihatkan hasil yang buruk, karena dapat menyebabkan dua bayi mengalami unusual birth defects ketika lahir.

Sayangnya, penelitian terhadap febuxostat masih sangat jarang, mengingat baru dilakukan terhadap hewan.

Berbeda dengan allopurinol dan febuxostat, dampak pemberian kolkisin pada ibu hamil tampaknya tidak begitu berbahaya. Hal itu ditunjukkan oleh penelitian sistematik review yang melibatkan hampir 20 jurnal ilmiah.

Hasil penelitian terhadap penggunaan kolkisin menunjukkan bahwa obat ini tidak memberikan dampak buruk, baik bagi ibu maupun janin. Oleh sebab itu, kolkisin termasuk obat asam urat yang aman untuk ibu hamil.

Artikel Lainnya: Efek Makan Emping Melinjo, Dapat Menyebabkan Asam Urat?

Sementara itu, probenesid masuk ke dalam kategori B untuk ibu hamil. Artinya, obat asam urat ini tergolong aman untuk ibu hamil. 

Berbagai penelitian yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa walaupun dapat melewati plasenta, konsumsi probenesid selama hamil tidak memberikan dampak buruk bagi janin dan ibunya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka ibu yang merasakan gejala asam selama masa kehamilan, bisa mengonsumsi beberapa jenis obat anti asam urat.

Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat tertentu, cobalah untuk terlebih dulu beristirahat atau gunakan kompres air hangat di bagian sendi yang nyeri dan bengkak. 

Untuk mengurangi rasa sakitnya, ibu hamil juga bisa menggunakan obat antinyeri ringan seperti paracetamol atau ibuprofen.

Jika cara tersebut masih belum berhasil meredakan gejala, barulah bumil bisa mengonsumsi obat anti asam urat. Tapi tentunya, berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter.

Ingatlah bahwa pembelian obat asam urat yang aman untuk ibu hamil di apotek harus berdasarkan resep dokter. Dengan demikian, kesehatan ibu dan janin dapat terjamin.

Baca Juga

Itulah penjelasan seputar obat asam urat untuk ibu hamil. Diskusikan dengan dokter lebih lanjut mengenai obat asam urat serta dosis yang tepat bagi ibu. 

Ingin tahu cara lain dalam menangani asam urat atau penyakit lainnya? Ibu bisa tanya dokter secara online menggunakan fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu selalu!

[WA]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Melinda Febiani, MBiomed Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Daniel, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Janet Sumampouw, M. Biomed, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Ibu Hamil Masuk Angin, Sebaiknya Kerokan atau Dipijat?

Info Sehat
28 Jun

Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Durian?

Info Sehat
27 Jun

Ciri-Ciri Janin Sehat dalam Kandungan

Info Sehat
26 Jun

Bolehkah Penderita Asam Urat Dipijat?

Info Sehat
24 Jun

Bahaya Varises Vagina Saat Hamil

Info Sehat
24 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat