Mengenal GAVI-COVAX dan Harapan Vaksin Corona bagi Lansia

Indonesia akan menerima vaksin GAVI-COVAX, yang nantinya akan diberikan kepada lansia. Pertanyaannya, kenapa lansia tidak boleh sembarang menerima vaksin corona?
Mengenal GAVI-COVAX dan Harapan Vaksin Corona bagi Lansia (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Klikdokter.com, Jakarta Harapan lansia untuk melewati pandemi COVID-19 dengan sehat dan selamat semakin meningkat. Hal ini berhubungan dengan perkembangan vaksin corona untuk lansia yang mendekati tahap akhir.

Adalah GAVI-COVAX, yang menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, nantinya akan diberikan untuk kelompok lansia atau orang dengan usia di atas 60 tahun.

 

1 dari 3

Mengenal Vaksin GAVI-COVAX Lebih dekat

Mengenal Vaksin GAVI-COVAX Lebih dekat (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
loading

GAVI-COVAX adalah vaksin produksi GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), yang bekerjasama dengan mitra aliansi United Nations Children's Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO).

GAVI merupakan organisasi internasional yang bertempat di Geneva, Swis. Organisasi ini didirikan pada tahun 2000, dan dikenal sebagai lembaga penyedia vaksin untuk anak-anak di negara miskin.

Artikel Lainnya: Daftar Vaksin Penting untuk Lansia

Terdapat 4 jenis vaksin corona yang tersedia melalui GAVI, yaitu AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Tiga di antaranya, yakni AstraZeneca, Moderna, Pfizer, telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Untuk Novavax, sampai saat ini belum ada laporan yang menjelaskan tentang efektivitas vaksin tersebut. Dikarenakan vaksin ini masih dalam uji coba tahap tiga, jadi belum bisa dipastikan bagaimana keampuhannya dalam melawan virus corona.

Lantas, mana yang nantinya bakal menjadi vaksin untuk lansia? Sehubungan dengan ini, Menkes Budi masih belum dapat memastikannya.

Menkes Budi menegaskan, pemerintah perlu waktu untuk memastikan jenis vaksin corona yang aman digunakan oleh lansia dan orang di atas usia 60 tahun.

Pertanyaannya, kenapa vaksin untuk lansia tidak bisa disamakan dengan usia lainnya? Apakah ada syarat tertentu agar vaksin corona bisa sepenuhnya aman untuk lansia?

Artikel Lainnya: Alasan Lansia Tidak Jadi Prioritas Utama Vaksin COVID-19

2 dari 3

Mengapa Vaksin untuk Lansia Tidak Boleh Sembarangan?

Mengapa Vaksin untuk Lansia Tidak Boleh Sembarangan? (Foto: ANTARA FOTOAnindira Kintara)
loading

Sistem kekebalan tubuh akan makin lemah seiring bertambahnya usia. Itu artinya, kemampuan tubuh dalam melawan kuman penyebab penyakit juga dapat menurun seiring usia yang semakin tua.

Berangkat dari alasan tersebut, vaksin untuk lansia tidak bisa disamakan dengan usia lainnya. Apabila diberikan sembarangan, hal tersebut dikhawatirkan malah akan memperburuk keadaan.

“Setiap calon penerima vaksin akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter untuk dipastikan kondisinya, bisa atau tidak menerima vaksin,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong, menambah penjelasan.

Pemeriksaan tersebut penting. Lansia umumnya memiliki kondisi-kondisi tertentu yang bisa saja terpengaruh vaksin yang disuntikan, baik vaksin corona atau lainnya.

Baca Juga

Kabar mengenai vaksin GAVI-COVAX membawa angin segar bagi para lansia di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Namun, jangan langsung terlena begitu saja, karena vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis alias belum diedarkan dan dinyatakan aman.

Tetap terapkan pola hidup dan pola makan sehat, serta protokol kesehatan yang berlaku. Jika butuh informasi lebih lanjut mengenai vaksin corona untuk lansia, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

ARTIKEL TERKAIT

Pantangan Minum Alkohol Usai Divaksinasi COVID-19, Ini Faktanya!

Info Sehat
12 Jan

Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

Info Sehat
12 Jan

Makanan yang Harus Dihindari Pasien COVID-19

Info Sehat
11 Jan

Sleep Apnea Bisa Memperburuk Gejala COVID-19, Benarkah?

Info Sehat
08 Jan

Dampak Virus Corona Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Info Sehat
08 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk