Pentingnya Kontrol Behel Rutin Saat Pandemi COVID-19

Walaupun sedang pandemi, kontrol behel ke dokter gigi tetap harus dilakukan. Mengapa demikian? Ketahui alasannya lewat pembahasan di bawah ini.
Pentingnya Kontrol Behel Rutin Saat Pandemi COVID-19 (Foto: master1305/Freepik)

Klikdokter.com, Jakarta Pandemi virus corona benar-benar membuat semua kebiasaan atau rutinitas yang kita lakukan jadi berubah, bahkan sampai terhenti. Salah satu contoh kebiasan yang jadi terhenti adalah periksa atau kontrol behel rutin ke dokter gigi.

Tidak dimungkiri, rumah sakit atau klinik merupakan tempat yang rentan menularkan COVID-19.

Akibatnya, pemakai behel jadi enggan memeriksakan kondisi giginya ke dokter karena takut tertular.

Sayangnya, menunda-nunda ke dokter gigi selama masa pandemi ini bisa berdampak buruk bagi kondisi gigi Anda.

Mari ketahui pentingnya kontrol behel ke dokter gigi saat pandemi dan apa bahaya yang terjadi bila Anda mengabaikannya lewat ulasan di bawah ini.

1 dari 3

Pentingnya Perawatan Setelah Pasang Behel

Seorang Wanita sedang Melakukan Perawatan Setelah Pasang Behel
loading

Menurut drg. Callista Argentina, kontrol behel rutin saat pandemi itu sifatnya penting. Behel perlu dirawat atau dijaga kebersihannya supaya tidak banyak plak yang menempel di sekitarnya.

Plak yang menempel bisa menyebabkan timbulnya karies dan lubang gigi di sekitar behel.

Selain menjaga kebersihan gigi, pemeriksaan langsung oleh dokter gigi juga harus dilakukan supaya bisa diketahui perkembangan dari pemasangan behel tersebut.

Artikel Lainnya: Dampak Virus Corona Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

“Tetap melakukan kontrol behel secara teratur setiap dua atau tiga minggu sekali. Karena dengan disiplin kontrol behel, diharapkan perawatan bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah diperkirakan,” jelasnya.

Apabila malas periksa atau telat kontrol behel rutin, dikhawatirkan timbul keluhan gigi yang tidak ditemui oleh dokter sebelum pandemi berlangsung.

Misalnya, keluhan tersebut bisa berupa gigi jadi terasa lebih ngilu akibat berlubang atau gigi menjadi lebih sensitif akibat penurunan gusi.

Selain itu, kondisi pembengkakkan atau gusi berdarah akan mempersulit pembersihan gigi karena sudah banyak plak yang menempel.

Maka itu, pengguna kawat gigi harus tetap periksa atau kontrol rutin ke dokter sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Artikel Lainnya: Gejala Pasien Virus Corona, dari Ringan hingga Kritis!

2 dari 3

Perawatan Pasang Behel saat Pandemi COVID-19

Perawatan Pasang Behel saat Pandemi COVID-19
loading

Agar tujuan perawatan behel tercapai sesuai jadwal dan masalah gigi saat pandemi bisa dihindari, ikuti beberapa tips berikut ini.

1. Tetap Periksa ke Dokter Gigi Mengikuti Protokol Kesehatan

“Sebelum pergi kontrol gigi ke dokter, pastikan kondisi tubuh Anda fit, memakai masker medis dari rumah, cek suhu tubuh, dan mengikuti protokol kesehatan lainnya,” kata dr. Callista.

Anda juga tidak perlu merasa khawatir, karena selama pandemi, dokter gigi dan dokter spesialis ortodontik akan memakai pakaian APD lengkap.

Dokter akan mengenakan sarung tangan dan masker N95 saat praktik atau melakukan tindakan.

Dokter pun bakal memastikan ruangan dan seluruh peralatan praktik yang digunakan bersih serta steril untuk digunakan.

2. Konsumsi Makanan yang Meningkatkan Kesehatan Gigi

Saran dari drg. Callista, untuk menghindari keluhan selama pemakaian behel, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan gigi dan gusi.

Lalu, hindari makan makanan tertentu agar tidak terjadi masalah gigi serius yang membutuhkan penanganan dokter.

“Untuk pemakai behel memang harus hindari makanan yang keras, keripik-keripik, popcorn, atau camilan kacang-kacangan supaya tidak bikin behelnya lepas.” tegas drg. Callista.

Selain itu, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Nutrisi tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Artikel Lainnya: Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

3. Sikat Gigi dengan Benar dan Rutin

Perawatan behel lainnya yang harus diperhatikan selama pandemi adalah mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali.

Tak hanya itu, drg. Callista turut mengatakan, “Menyikat gigi dengan sikat gigi yang kepalanya kecil dan bulunya lembut juga dapat dilakukan agar bisa menjangkau ke sela-sela yang terdalam.”

Penting untuk diketahui, jika Anda baru saja terserang flu atau pilek, sebaiknya segera ganti dengan sikat gigi yang baru.

Baca Juga

Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran penyakit apa pun kepada anggota keluarga lainnya.

Itu dia alasan kenapa pemakai behel harus tetap rutin kontrol ke dokter gigi. Apabila memiliki pertanyaan tentang masalah gigi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat di aplikasi Klikdokter untuk bisa berkonsultasi langsung dengan dokter.

(OVI/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

drg. Stevani Monika Halim, Sp. KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak
wallet
Rp. 15.000
avatar

drg. Anzany Tania Dwi Putri, Sp. PM

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Jakarta Perketat Standar Masker, Ini Rinciannya

Info Sehat
12 Jan

MedFact: Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Penis?

Info Sehat
12 Jan

Mengenal GAVI-COVAX dan Harapan Vaksin Corona bagi Lansia

Info Sehat
12 Jan

Pantangan Minum Alkohol Usai Divaksinasi COVID-19, Ini Faktanya!

Info Sehat
12 Jan

Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

Info Sehat
12 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk