Mengenal Arti CT Value pada Tes PCR dan Cara Membacanya
searchtext customer service

Mengenal Arti CT dalam Test PCR Swab

Belakangan ini, kita sering mendengar istilah CT value dalam pemeriksaan tes PCR swab. Sebenarnya, apa arti nilai CT swab test tersebut?
Mengenal Arti CT dalam Test PCR Swab (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Klikdokter.com, Jakarta Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang melakukan pemeriksaan swab COVID-19. 

Dalam mendiagnosis COVID-19, diperlukan pemeriksaan yang dikenal sebagai real-time reverse-transcriptase polymerase chain reaction alias real time RT-PCR.

Tes tersebut dinilai yang paling akurat sehingga direkomendasikan untuk mengidentifikasi infeksi virus corona.

Biasanya, hasil tes PCR dari laboratorium hanya memberikan keterangan positif atau negatif. Namun, ada pula fasilitas kesehatan yang turut menambahkan keterangan nilai cycle threshold atau CT dalam lembar hasil PCR.

Sebenarnya, apa itu CT PCR? Dan apa arti nilai CT swab test yang ditunjukkan? Simak di sini.

Apa Arti dan Fungsi CT dalam Test PCR Swab? 

Apa Arti dan Fungsi CT dalam Test PCR Swab? (Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Sebelum tahu lebih dalam soal arti nilai CT PCR, ketahuilah bahwa diagnosis virus corona dilakukan melalui metode real-time RT-PCR.

Dalam tes ini, beberapa tahapan yang dilalui, antara lain:

  • Petugas kesehatan mengambil cairan dari tenggorok dan hidung seseorang.
  • Selanjutnya, sampel dimasukkan ke tabung khusus untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Pada tahap berikutnya, sampel diekstraksi menggunakan kit tertentu agar dapat mengeluarkan materi virus yang disasar.
  • Materi genetik diperbanyak (amplifikasi) menggunakan mesin real time PCR. Proses tersebut bisa dilakukan sampai sekitar 40 siklus.

Artikel Lainnya: Medfact: Tes PCR Tak Bisa Bedakan Flu dan COVID-19?

Mesin real time PCR memakai floresens sehingga tiap kali diperbanyak, terbentuklah sinyal floresens. Jumlah sinyal floresens yang terbentuk itu berbanding lurus dengan amplifikasi yang terjadi.

Dalam edaran Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) disebutkan, hasil pemeriksaan real time PCR dinyatakan positif bila terdapat akumulasi sinyal fluoresens.

CT value merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (threshold).

Nah, nilai CT berbanding terbalik secara proporsional dengan jumlah asam nukleat target pada sampel. Semakin rendah nilai CT, makin tinggi jumlah asam nukleat target. 

Cara Membaca CT Value

Cara Membaca CT Value (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan)

Bila Anda belum tahu CT value normalnya berapa, umumnya batas ambang nilai CT adalah 40.

Namun demikian, beberapa kit reagen mencantumkan threshold yang berlainan, misalnya 35 atau 38. Itu sebabnya, interpretasi hasil PCR harus disesuaikan kembali.

Meski bisa menjadi salah satu petunjuk, nilai CT belum bisa dijadikan satu-satunya pijakan untuk menentukan seorang pasien virus corona masih bisa menularkan atau tidak.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dideteksi oleh nilai CT, yaitu:

  • Belum ada penelitian menyeluruh dan komprehensif yang dapat diandalkan untuk  membuktikan korelasi langsung antara tingkat keparahan penyakit, infeksi, dan nilai CT.
  • Nilai CT berbeda dari satu kit ke kit lainnya. Nilai CT yang dihasilkan sangat bergantung pada hal-hal teknis, seperti metode pengambilan sampel, jumlah materi genetik dalam sampel, metode ekstraksi yang digunakan, serta kit PCR yang dipakai.

Karena itu, menentukan status kesehatan pasien COVID-19 memerlukan data menyeluruh yang meliputi keadaan pasien, keluhan subjektif, pemeriksaan fisik, dan penentuan derajat keparahan penyakit.

Artikel Lainnya: Heboh Tes Swab Anal, Apakah Lebih Efektif Deteksi COVID-19?

Nilai CT Tinggi, Apa Virus Pasti Tidak Infeksius? 

Nilai CT Tinggi, Apa Virus Pasti Tidak Infeksius

Beberapa studi membuktikan, ada hubungan antara infektivitas viral load dengan nilai CT swab test.

Studi yang dilakukan Bordon dkk tahun 2020 mengungkapkan, tenaga kesehatan dengan nilai CT 38 dan sudah 29 hari sejak mendapat hasil PCR positif, dinyatakan sudah tidak bisa menularkan lagi.

Namun, untuk saat ini, penggunaan CT value untuk menentukan apakah seorang pasien COVID-19 infeksius atau tidak, belum disarankan secara umum. Hal ini dikarenakan masih perlu pemeriksaan fisik dan kondisi pasien.

Belum ada penelitian menyeluruh dan komprehensif yang dapat diandalkan untuk  membuktikan korelasi langsung antara tingkat keparahan penyakit, infeksi, dan nilai CT.

Uji real time PCR yang dilakukan saat ini bersifat kualitatif. Nilai CT dapat memberikan perkiraan kasar tentang viral load. Namun, standar yang lebih khusus masih diperlukan untuk pengujian kuantitatif.

Baca Juga

Itulah penjelasan seputar arti nilai CT PCR. Jangan ketinggalan berita terbaru seputar virus corona dan vaksinnya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[WA]

ARTIKEL TERKAIT

Rentang Waktu Inkubasi Omicron yang Wajib Diketahui

Info Sehat
04 Feb

Studi Temukan Penyebab Brain Fog pada Penyintas COVID-19

Info Sehat
02 Feb

Kenapa Infeksi Varian Omicron Sebabkan Gejala Ringan

Info Sehat
02 Feb

Studi: Omicron Bertahan Lebih Lama di Plastik dan Kulit

Info Sehat
29 Jan

Varian COVID-19 BA.2, Dijuluki “Son of Omicron”

Info Sehat
27 Jan

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Adriana seran
1 Tahun Lalu

Saya mau tes PCR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat