Syarat Terima Vaksin COVID-19 untuk Penderita Hipertensi
search

Syarat Terima Vaksin COVID-19 untuk Penderita Hipertensi

Meski dulu sempat tak diperbolehkan, kini orang dengan hipertensi bisa mendapatkan vaksin COVID-19 dengan syarat tertentu. Apa syaratnya? Simak di sini.
Syarat Terima Vaksin COVID-19 untuk Penderita Hipertensi

Klikdokter.com, Jakarta Seiring berjalannya waktu, terdapat pelonggaran syarat penerima vaksin COVID-19. Salah satunya, penderita hipertensi kini diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin tersebut. 

Pasalnya, dulu orang dengan tekanan darah di atas 140/90 tidak boleh menerima vaksin covid sama sekali. Sekarang, ia boleh mendapatkannya asalkan kondisinya memenuhi syarat. 

1 dari 3

Penderita Hipertensi Bisa Terima Vaksin COVID-19 Asalkan Memenuhi Syarat

Penderita Hipertensi Bisa Terima Vaksin COVID-19 Asalkan Memenuhi Syarat
loading

Anda tidak perlu heran dengan perubahan-perubahan yang ada terkait penerima vaksin covid. Dokter Valda Garcia menekankan, COVID-19 dan vaksinnya memang merupakan sesuatu yang baru. 

Jadi, segala sesuatunya masih bersifat dinamis, tergantung hasil pengamatan dan penelitian yang masih terus berlangsung.

Perubahan mengenai vaksin covid untuk pasien hipertensi tertulis dalam surat edaran oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). 

Surat tersebut menyebutkan, orang dengan hipertensi masih bisa menjadi penerima vaksin, asalkan tekanan darahnya masih di bawah 180/110 MmHg. Pengukuran tekanan darah ini dilakukan sebelum peserta sampai di meja skrining. 

Tak langsung pulang, peserta yang tekanan darahnya belum memenuhi syarat bisa menunggu 30 menit hingga 1 jam. 

Tujuannya, untuk melihat apakah tekanan darahnya bisa menurun dan stabil atau tetap dengan angka itu. 

Jika tekanan darah tidak turun, maka peserta harus pulang dan proses vaksinasi ditunda sampai kondisinya bisa memenuhi syarat. 

Artikel Lainnya: Catat, Pengidap Penyakit Komorbid Ini Tak Boleh Terima Vaksin Sinovac

Dokter Valda menyarankan, “Peserta bisa melakukan beberapa hal yang sudah menjadi rekomendasi medis untuk menurunkan tekanan darah.”

“Misalnya, Anda mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter secara teratur, rutin berolahraga, kelola stres dengan lebih baik, tidak merokok dan minum alkohol, hingga mengurangi asupan berlemak dan tinggi garam,” paparnya.

Olahraga secara teratur sekaligus menjaga pola makan bisa menurunkan bobot tubuh Anda. Sebab, berat badan berlebih akan membuat jantung bekerja ekstra dan memicu tekanan darah tinggi. 

Jadi, selama di rumah, Anda yang mengidap hipertensi bisa melakukan langkah-langkah tersebut supaya bisa memenuhi syarat vaksinasi COVID-19. 

Kabar ini bisa melegakan para penderita hipertensi. Karena, mereka termasuk golongan yang punya risiko tinggi untuk mengalami perburukan gejala infeksi. 

Beberapa faktor dapat berakibat fatal bagi penderita hipertensi. Contohnya yaitu daya tahan tubuh kurang baik, jantung yang bekerja keras, hingga virus yang merusak otot jantung dan memecah plak di pembuluh darah. 

Hipertensi sendiri berkaitan dengan diabetes. Pasalnya, gula darah yang tinggi akan merusak organ-organ lain di dalam tubuh, tak terkecuali pembuluh darah. 

Pembuluh darah yang tidak normal cenderung menghasilkan tekanan darah yang tidak normal pula.

Untungnya, penderita diabetes kini bisa juga menjadi penerima vaksin COVID-19, asalkan belum memiliki komplikasi akut. 

Sebenarnya, semua pihak boleh mendapatkan vaksin asalkan memenuhi syarat tertentu. 

Hal ini tak hanya sebatas meliputi penderita hipertensi, diabetes, dan kanker, lansia, ibu menyusui, serta mereka yang pernah terinfeksi virus corona.

Artikel Lainnya: Penderita Kardiovaskular Boleh Disuntik Vaksin COVID, Ini Rekomendasi Resminya

2 dari 3

Kenapa Penderita Hipertensi Sempat Tidak Boleh Terima Vaksin COVID-19?

Kenapa Penderita Hipertensi Sempat Tidak Boleh Terima Vaksin COVID-19?
loading

Tidak diperbolehkannya penderita hipertensi menerima vaksinasi covid sebenarnya murni karena minimnya data atau hasil studi mengenai hal tersebut. 

Tidak semua hal yang belum diperbolehkan itu pasti didasari oleh hasil efek negatif yang sudah diketahui. 

Seperti yang diungkapkan dr. Valda, penyakit dan pencegahan COVID-19 masih bersifat dinamis. Ilmunya pun masih terus berkembang. 

Prinsip kehati-hatian sangat ditekankan oleh para ahli medis untuk mengaplikasikan vaksin pada penyakit baru seperti COVID-19. Hal ini diterapkan di masa-masa awal pemberian vaksin. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Vaksin bagi Orang Dewasa Selama Pandemi COVID-19

Sembari menyuntikkan vaksin ke banyak orang, ternyata sampai sekarang tidak ditemui kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang parah. Karena itulah pelonggaran terhadap sejumlah komorbid dilakukan. 

Jadi, akan lebih baik bila pemberian vaksin covid dilarang dulu, baru kemudian diperbolehkan ketika sudah mendapat studi-studi lanjutan. 

Hal ini dirasa lebih bijak ketimbang terlanjur “kecolongan” di awal masa vaksinasi, begitu pemikiran ahli medis. 

Saat penderita hipertensi memelihara kondisinya hingga penyakitnya terkontrol, segala risiko buruk termasuk efek samping vaksin bisa diminimalkan. 

Jika tekanan darah tidak terkontrol, maka beberapa kondisi kronis seperti demensia, stroke, serangan jantung, hingga kematian mendadak bisa menjadi ujungnya. 

Baca Juga

Itu dia syarat vaksin COVID-19 untuk orang dengan kondisi darah tinggi. Bila ada pertanyaan seputar vaksinasi covid, konsultasikan kepada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter. 

Anda juga bisa mendapatkan info lengkap seputar fasilitas kesehatan rujukan dan tes PCR di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Jessica Wirjosoenjoto

Dokter Umum
wallet
Rp. 10.000
avatar

dr. Puteri Wahyu Safitri

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Bambang Hady Prabowo, MM., MKK.

Konsultasi Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Sambiloto, Herbal Pahit untuk Antivirus COVID-19

Info Sehat
17 Feb

Syarat Pengidap Diabetes Menerima Vaksin COVID-19

Info Sehat
16 Feb

Penderita GERD Berisiko Punya Gejala COVID-19 Lebih Parah?

Info Sehat
16 Feb

Lawan Mutasi Virus Corona, Lakukan Proteksi Ekstra di Rumah

Info Sehat
16 Feb

Inggris Temukan Dua Varian Virus Corona Baru!

Info Sehat
15 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat