Virus Corona Bisa Menyebabkan Diabetes, Benarkah?

Virus corona diketahui menyerang sistem pernapasan penderitanya. Namun, studi menyebut kalau COVID-19 bisa menyebabkan diabetes. Bagaimana faktanya?
Virus Corona Bisa Menyebabkan Diabetes, Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Sudah jadi rahasia umum kalau virus corona bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Alhasil, paru-paru penderita yang mungkin tadinya tidak ada masalah mengalami penurunan fungsi. Tapi, tahukah Anda bahwa COVID-19 juga bisa menyebabkan diabetes?

 

1 dari 4

Apakah COVID-19 Menyebabkan Diabetes?

Apakah COVID-19 Menyebabkan Diabetes?
loading

Selain paru-paru, ahli menduga virus corona juga bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, pembekuan darah, dan masalah jangka panjang lainnya. Tak hanya itu, SARS-CoV-2 juga diduga memicu diabetes pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit itu. 

Sebuah laporan merinci kasus seorang pasien di Jerman berusia 19 tahun dengan infeksi COVID-19 tanpa gejala. Remaja itu harus dirawat di rumah sakit karena diabetes.

Dinukil dari Web MD, 5-7 minggu sebelum divonis menderita diabetes, orangtua sang remaja diketahui mengalami gejala COVID-19 usai bepergian. Setelah seluruh keluarga dites, remaja itu pun diketahui terinfeksi coronavirus, meski tidak bergejala.

Ketika berada di rumah sakit, remaja itu mengeluh kelelahan, berat badan merosot hingga 26 pon (11,7 kg) lebih dalam beberapa minggu, buang air kecil sering, serta nyeri pinggang bagian kiri.

Artikel lainnya: Penderita Diabetes Wajib Penuhi Nutrisi demi Jaga Imun

Diketahui, kadar gula darah remaja itu melonjak lebih dari 550mg/dL, padahal normalnya hanya kurang dari 140mg/dL. Dokter ketika itu menduga dia menderita diabetes mellitus (DM) tipe 1.

Dikutip dari Baptist Health, Herberto Valdes, M.D, endokrinolog dari Baptist Health Medical Group, Amerika Serikat, menjelaskan kalau kondisi tersebut bisa saja terjadi.

“Ketika ada penyakit serius atau trauma, tubuh bereaksi dengan meningkatnya gula darah dan menyebabkan hiperglikemia (kondisi gula darah tinggi),” kata Valdes.

“Kondisi COVID-19 yang cukup parah memang telah dikaitkan dengan penyakit diabetes dan memburuknya kadar glukosa dalam tubuh. Virus bisa menempel pada reseptor ACE2, yang umumnya ada di sel pankreas,” ungkap Valdes lagi.  

Para peneliti masih mencari tahu apakah pasien dengan virus corona mengembangkan hiperglikemia karena respons stres yang terkait penyakit ini. Atau, penyebab diabetes ini justru karena adanya kerusakan di pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin.

Para ahli di Baptist Health mengatakan tidak perlu panik Anda akan terkena diabetes setelah menderita COVID-19. Akan tetapi, tak ada salahnya Anda tetap memantau gula darah selama dan setelah proses pemulihan. 

Artikel lainnya: Syarat Pengidap Diabetes Menerima Vaksin COVID-19

Menanggapi hal ini dr. Reza Fahlevi menjelaskan, “Diabetes punya dua jenis, ada diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 ini disebabkan oleh kerusakan pada beta pankreas (sel pankreas yang menghasilkan insulin), sedangkan pada tipe 2 disebabkan pola hidup. Nah, bagaimana hubungan penyakit ini dengan dampak infeksi COVID-19?” 

“Dari penelitian, virus corona diklaim bisa merusak sel-sel pada beta pankreas. Inilah yang menyebabkan orang yang terinfeksi virus corona bisa menyebabkan pasien terkena diabetes tipe 1,” ujar dr. Reza Fahlevi. 

Akan tetapi, dia menambahkan, studi ini soal COVID-19 menyebabkan diabetes ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

2 dari 4

Adakah Penanganan Khusus untuk Diabetes Akibat COVID-19?

Adakah Penanganan Khusus untuk Diabetes Akibat COVID-19?
loading

Menurut dr. Reza, semua pengobatan untuk penderita diabetes, baik pasca-terinfeksi COVID-19 ataupun tidak, sama saja. Hanya saja, harus dipastikan terlebih dahulu, apakah diabetes yang terjadi merupakan diabetes tipe 1 atau tipe 2. 

“Kalau untuk pengobatan diabetes 1 biasanya akan diberikan insulin sebanyak beberapa kali dalam satu hari. Insulin ini diberikan melalui injeksi atau suntikan, karena insulin akan dicerna melalui lambung dan tidak bisa masuk dalam aliran darah jika diberi dalam bentuk pil,” ujarnya. 

“Untuk diabetes tipe 2 bisa dengan obat-obatan sebelum insulin. Tentunya diimbangi juga dengan pola hidup sehat seperti olahraga yang teratur, makan-makanan sehat dan rendah gula,” dr. Reza menambahkan.

Artikel lainnya: Tips Mencegah Komplikasi COVID-19 bagi Penderita Diabetes

3 dari 4

Bagaimana Mencegah Diabetes Saat dan Setelah Sembuh dari COVID-19?

Olahraga untuk Mencegah Diabetes Saat dan Setelah Sembuh dari COVID-19
loading

Agar terhindar dari penyakit merugikan ini,  Anda butuh pencegahan diabetes meski sedang terinfeksi virus corona atau setelah sembuh dari virus corona. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan itu antara lain:

  • Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter

Anda diminta untuk minum obat atau menggunakan insulin sesuai dengan anjuran dokter. Hal tersebut guna mengatur kadar gula tetap normal dan tidak ada peningkatan insulin.

  • Olahraga

Olahraga secara rutin, seperti berjalan kaki atau naik sepeda, juga efektif dalam mencegah diabetes. Olahraga teratur akan menghindari Anda dari kemungkinan obesitas, salah satu penyebab diabetes. 

  • Jaga Pola Makan dan Tetap Terhidrasi 

Menjaga pola makan merupakan solusi lain untuk menghindari diabetes. Batasi asupan gula dan karbohidrat harian. Ganti nasi putih dengan nasi merah karena kandungan gulanya lebih rendah, dan tinggi serat.

Perbanyak juga konsumsi buah untuk mengganti craving camilan manis. Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi agar sistem imun semakin kuat dan pada akhirnya meminimalkan masuknya penyakit. 

Baca Juga

Terkena diabetes akibat COVID-19 masih perlu penelitian lebih lanjut. Namun, bukan berarti Anda bisa mengurangi kewaspadaan. Tetap atur gula darah, dan jangan sungkan untuk konsultasikan pada dokter mengenai kondisi kesehatan. 

Baca informasi lainnya seputar virus corona di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Ada Vaksin yang Bisa Memberi Kekebalan Seumur Hidup?

Info Sehat
22 Feb

Mulai Banyak Digunakan, Bagaimana Efektivitas Masker KF94?

Info Sehat
22 Feb

Cegah Klaster Keluarga, Pilih Cat Tembok dengan Silver Ion

Info Sehat
22 Feb

Penelitian: Vitamin C dan Zinc Tidak Bisa Mengurangi Gejala COVID-19

Info Sehat
19 Feb

Bolehkah Ibu Menyusui Vaksinasi COVID-19? Ini Kata Dokter

Info Sehat
19 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk