Plus-Minus Penggunaan Strap Masker yang Lagi Tren
search

Jadi Tren, Ini Dia Plus-Minus Penggunaan Strap Masker

Dianggap lebih praktis dan fashionable, strap masker kini jadi tren. Lantas, bagaimana plus-minus kalung masker? Benarkah lebih banyak negatifnya?
Jadi Tren, Ini Dia Plus-Minus Penggunaan Strap Masker

Klikdokter.com, Jakarta Masker, baik yang medis maupun kain, sekarang terkesan memiliki “pasangan”, yaitu strap masker. Mungkin Anda sendiri termasuk salah satu yang sudah menggunakan kalung masker tersebut.

Kalau pun belum, Anda bisa dengan mudah melihatnya di media sosial ataupun e-commerce

Tren penggunaan strap mask sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Namun dulu, hal tersebut masih dianggap asing. Bahannya sendiri ada yang terbuat dari rantai kecil, anyaman benang, manik-manik, dan lain sebagainya. 

Kalung seperti itu pada awalnya diperuntukkan bagi pengguna kacamata, khususnya lansia.

Daya ingat yang sudah menurun membuat lansia sering kehilangan kacamata. Kalung tersebut memudahkan mereka untuk memakai kacamata kapan pun dibutuhkan. 

Konsep pembuatan dan penggunaan strap masker mungkin seperti itu juga. Karena belum terbiasa, beberapa orang sering menjatuhkan bahkan menghilangkan maskernya. Daripada seperti itu, produsen akhirnya membuat kalung masker. 

Artikel Lainnya: Perlukah Pakai Dua Masker Medis Sekaligus untuk Cegah COVID-19?

1 dari 4

Kelebihan Strap Masker

Kelebihan Strap Masker (Foto: Freepik)
loading

Banyaknya orang yang pakai, terutama di kalangan muda-mudi, menunjukkan “inovasi” tersebut memang disukai masyarakat. Ada beberapa hal yang menjadi alasan digemarinya kalung masker, yaitu:

  • Dianggap Praktis 

Untuk orang yang agak malas menyimpan masker di dalam pouch bersih, mengalungkan masker terkesan bisa jadi solusi. 

Masker jadi tidak jatuh, tidak hilang, dan bisa langsung dipakai lagi setelah makan atau minum di luar rumah. 

  • Bisa Jadi Aksesori

Tak bisa dimungkiri bahwa strap masker ini bisa menunjang penampilan. Bahannya dan warnanya yang beragam bisa menjadi aksesori tambahan untuk atasan polos. 

Tak cuma wanita, pria pun banyak yang menggunakan kalung masker ini. Satu orang mungkin bisa memiliki beberapa strap aneka warna, sehingga bisa disesuaikan dengan outfit-nya saat itu.

Artikel Lainnya: Lebih Ketat, Ini Pedoman Baru Pemakaian Masker dari WHO

2 dari 4

Kekurangan dan Bahaya Strap Masker

Kekurangan dan Bahaya Strap Masker (Foto: Freepik)
loading

Ada kelebihan, tentu ada pula kekurangannya. Beberapa alasan yang memperkuat bahwa strap masker bukan solusi tepat, yaitu:

  • Bagian Dalam Masker Terkontaminasi 

Dalam media sosial pribadinya, dr. Adam Prabata, kandidat Ph.D. dalam bidang Medical Science di Kobe University, Jepang, menyatakan pandangannya tentang penggunaan kalung masker. 

Ia mengatakan, “Ketika masker dikalungkan di dada, terdapat risiko droplet menempel di area dalam masker. Masker tersebut juga akan menempel di pakaian sehingga terjadi kontaminasi silang.”

Hal senada juga dilontarkan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti. “Dengan masker digantung seperti kalung, bagian dalam masker menjadi terekspos udara luar. Risiko kontaminasi virus rentan terjadi. 

  • Berpotensi Jadi Kebiasaan Buruk di Masa Pandemi

Dokter Astrid sendiri menyayangkan banyaknya orang yang menyukai strap masker ini. 

“Penggunaan strap masker bisa menjadi tameng untuk orang-orang yang malas ganti masker, khususnya masker bedah. Padahal, masker bedah itu harus dibuang begitu dilepas karena sifatnya yang sekali pakai,” dia menerangkan. 

“Selain itu, penggunaan strap masker juga seakan-akan memperbolehkan lepas-pasang masker di tempat umum itu sah-sah saja. Padahal, hal itu keliru,” tutur dr. Astrid lagi. 

Jika yang dipakai adalah masker kain, lebih baik simpan di tempat yang bersih dan kedap udara daripada dikalungkan.

Artikel Lainnya: Awas, Buang Masker Sembarangan Bisa Tularkan Virus Corona!

3 dari 4

Adakah Tips Pakai Strap Masker yang Aman?

Adakah Tips Pakai Strap Masker yang Aman? (Foto: Freepik)
loading

Penggunaan kalung masker ini sebenarnya tidak direkomendasikan secara medis. Karena itulah, dr. Astrid mengatakan,

“Tidak ada tips khusus ataupun anjuran untuk membuatnya menjadi lebih aman dan efektif untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.”

Lebih baik, Anda mengetahui dan melakukan cara penyimpanan masker yang benar ketika sedang makan. Langkah-langkah yang dimaksud, yaitu:

  • Simpan masker di kantong kertas seperti amplop bersih (bukan bekas uang ataupun benda lainnya). 
  • Jika tidak ada amplop, Anda bisa menyimpannya di dalam pouch bersih yang tertutup atau plastik bersih kedap udara. 
  • Selalu bawa cadangan masker kain. Masker kain hanya boleh digunakan 4 jam. Sampai di rumah, cuci masker Anda, keringkan, dan simpan di tempat bersih tertutup. 
  • Masker medis sebenarnya bukan benda yang bisa dilepas-pasang sembarangan. Masker tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi tenaga medis di rumah sakit.
Baca Juga

Itu dia kelebihan dan kekurangan penggunaan strap masker yang perlu Anda ketahui. Semoga info ini bermanfaat untuk Anda.

Bila masih ada pertanyaan seputar COVID-19 ataupun pencegahan penyakit lainnya, konsultasikan pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Eka Febriyanti

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Mega Permata

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Alasan Dilarang Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Vaksinasi COVID-19

Info Sehat
23 Feb

Virus Corona Bisa Menyebabkan Diabetes, Benarkah?

Info Sehat
22 Feb

Benarkah Ada Vaksin yang Bisa Memberi Kekebalan Seumur Hidup?

Info Sehat
22 Feb

Mulai Banyak Digunakan, Bagaimana Efektivitas Masker KF94?

Info Sehat
22 Feb

Cegah Klaster Keluarga, Pilih Cat Tembok dengan Silver Ion

Info Sehat
22 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat