search

Keluar ASI setelah Keguguran, Perlukah Khawatir?

Sudah tidak ada bayi dalam rahim, tapi payudara justru mengeluarkan ASI setelah keguguran? Normal tidaknya hal itu, cari penjelasan medisnya di bawah ini.
Keluar ASI setelah Keguguran, Perlukah Khawatir?

Klikdokter.com, Jakarta Keguguran bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Bagi sebagian kaum hawa, hal itu bisa sampai menyebabkan stres berat. Belum selesai mengatasi stres, ada lagi yang terjadi dan menambahkan kebingungan.

Kenapa bisa keluar ASI setelah keguguran? Bukankah proses kehamilan sudah tidak berlanjut?

Rasa heran dan khawatir juga muncul. Jangan-jangan, ada bagian dari janin yang masih tertinggal di rahim sehingga tubuh masih mengenali Anda sebagai ibu hamil?

Daripada Anda menebak-menebak dan semakin menambahkan kecemasan sendiri, lebih baik lihat dulu alasan medisnya berikut ini.

1 dari 4

Keluar ASI setelah Keguguran, Normalkah?

Keluar ASI setelah Keguguran, Normalkah?
loading

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, mengeluarkan ASI setelah keguguran itu kadang-kadang memang terjadi.

“Tapi sebenarnya, kondisi tersebut bisa berhenti dengan sendirinya. Produksi ASI akan berkurang secara bertahap jika frekuensi menyusu juga berkurang karena tidak ada stimulasi menyusui lagi,” jelas tenaga medis yang kerap disapa dr. Vita itu.

Keluarnya ASI setelah keguguran bisa menambah kesedihan hati seorang ibu. Sebab, ketika seharusnya susu tersebut bisa diberikan kepada bayinya, hal itu malah tak bisa dilakukan lagi karena sudah keguguran.

Artikel Lainnya: Kondisi yang Perlu Diketahui bagi Ibu Hamil 9 Bulan

Kendati demikian, tak semua ibu yang keguguran mengalami hal ini. Laktasi terjadi karena perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh wanita. Kondisi ini mungkin dimulai beberapa hari setelah keguguran.

Jika beberapa wanita mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit di payudara mereka, yang lainnya mungkin tidak merasakannya.

Umumnya, produksi ASI di masa kehamilan baru dimulai di trimester dua. Jika ibu keguguran di awal trimester pertama, kemungkinan yang keluar bukanlah ASI, melainkan cairan lainnya yang perlu diperiksakan ke dokter.

Artikel Lainnya: Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif bagi Kesehatan Ibu dan Anak

2 dari 4

Bagaimana Cara Menghentikan Keluarnya ASI setelah Keguguran?

Bagaimana Cara Menghentikan Keluarnya ASI setelah Keguguran?
loading

Untungnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan keluarnya ASI setelah keguguran. Cara tersebut, antara lain:

1. Hindari Menyentuh Puting

Stimulasi yang diberikan ke area puting akan membuat payudara semakin banyak memproduksi ASI.

2. Manfaatkan Daun Kubis Dingin

Tempelkan daun kubis dingin ke payudara Anda. Sebuah studi tahun 2012 yang dipublikasikan oleh JBI Library of Systematic Reviews pernah membahas soal manfaat sayuran tersebut.

Kubis dingin dapat meredakan pembengkakan dan rasa nyeri di payudara. Caranya mudah, cuci bersih kubisnya dan tempelkan selama 20 menit ke payudara.

3. Mandi Air Hangat

Jika payudara masih terasa tegang dan tidak nyaman, Anda bisa mandi dengan air hangat.

Anda bisa menggunakan shower, berendam di dalam bathtub, ataupun dengan gayung. Bilas bagian payudara dengan air tersebut dan tekanan akan berkurang.

Artikel Lainnya: Perlukah Minum Obat Penguat Kandungan Saat Hamil?

4. Perah ASI dan Donasikan

Payudara yang terasa sangat kencang memberi sinyal kepada Anda bahwa bagian tersebut harus segera dipompa.

Anda tidak perlu memompanya terlalu sering karena itu justru menstimulasi produksi ASI.

Apabila kondisinya memungkinkan, donasikan ASI Anda kepada bayi yang membutuhkan. Screening yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ketika akan mendonasikan ASI, yaitu:

  • Ibu harus sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak memiliki kontraindikasi menyusui karena infeksi dan penyakit.
  • Tidak ada riwayat transfusi darah atau cangkok organ dan jaringannya dalam kurun waktu setahun terakhir.
  • Tidak sedang minum obat rutin, merokok, ataupun mengonsumsi alkohol.
  • Tidak punya riwayat penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis.
3 dari 4

Berobat ke Dokter

Berobat ke Dokter
loading

Dokter Vita menyarankan, “Jika proses mengeluarkan ASI setelah keguguran masih terjadi meski sudah lewat tiga bulan, lebih baik Anda segera ke dokter. Dokter akan meresepkan obat penghenti produksi ASI yang aman.”

Hindari mengonsumsi pil KB ataupun obat penghenti produksi ASI secara mandiri untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

Baca Juga

Jika memang terasa nyeri, cukup konsumsi parasetamol. Teh daun sage dan peppermint juga bisa dikonsumsi secukupnya untuk meredakan nyeri.

Itu dia alasan medis di balik keluarnya ASI setelah keguguran. Apabila masih ada pertanyaan seputar laktasi, konsultasikan pada dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Donny Sutrisno Winardo, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Akbar Novan Dwi Saputra, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Veny Melinda, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Haid Tidak Teratur setelah Keguguran, Kenali Penyebabnya!

Info Sehat
10 Mar

Kabar Baik, Antibodi Virus Corona Ada di ASI Busui yang Divaksinasi

Info Sehat
09 Mar

Bahaya Pompa ASI Elektrik yang Mesti Diwaspadai Ibu Menyusui

Info Sehat
28 Feb

Memahami Proses Keluarnya ASI pada Ibu Menyusui

Info Sehat
15 Feb

Abortus Komplit, Keguguran Tanpa Kuret dan Cara Perawatannya

Info Sehat
28 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat