search

Menyingkap Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

Moda transportasi udara, pesawat, disinyalir sebagai media yang paling baik untuk penularan COVID-19. Apa pendapat medis mengenai hal tersebut? Simak fakta selengkapnya!
Menyingkap Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

Klikdokter.com, Jakarta Para peneliti telah melaporkan tingginya risiko penularan virus corona di pesawat, khususnya saat melakukan penerbangan jarak jauh.

Kendati begitu, tidak sedikit orang yang mau tak mau harus melakukan perjalanan udara menggunakan pesawat karena alasan-alasan tertentu.

Seperti kisah yang dialami Tim Bulutangkis Indonesia, yang melakukan penerbangan ke Birmingham untuk mengikut ajang All England 2021.

Apesnya, tim Indonesia dipaksa mundur karena dicurigai berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Menanggapi fenomena tersebut, sebenarnya seberapa tinggi penularan COVID-19 di pesawat?

Apakah setiap orang yang satu pesawat dengan pasien positif virus corona pasti akan tertular sekalipun telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat?

Artikel Lainnya: Mau Pergi ke Luar Kota Selama New Normal COVID-19? Ikuti Protokolnya

1 dari 3

Menyingkap Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

Menyingkap Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat
loading

Dikutip dalam scientificamerican, risiko penularan COVID di pesawat sempat diterbitkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terkait penerbangan London ke Hanoi pada 1 Maret 2020.

Pada perjalanan udara yang memakan waktu 10 jam itu ditemukan 15 orang terinfeksi virus corona selama penerbangan.

Keadaan tersebut terjadi pada awal pandemi. Kemungkinan besar, orang belum terlalu memahami bahaya virus corona.

Bahkan, sebagian besar penumpang di pesawat tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan ketat.

Lantas, bagaimana dengan kondisi saat ini? Menurut Sebastian Hoehl dari Institute for Medical Virology di Goethe University Frankfurt di Jerman, saat ini maskapai penerbangan sudah memiliki prosedur yang baik untuk menekan risiko penularan virus corona di dalam pesawat.

Artikel Lainnya: Kerja di Ruangan Ber-AC? Ikuti Anjuran Pencegahan Penularan Virus Corona Ini!

Senada dengan itu, dr. Dyah Novita Anggraini juga mengatakan bahwa pesawat merupakan moda transportasi yang paling aman digunakan selama masa pandemi.

“Risiko penularan virus corona di pesawat tergolong kecil, karena sistem sirkulasi, ventilasi, dan filtrasi udara yang memadai.,” kata dr. Dyah Novita.

“Asalkan di dalam pesawat memakai masker, risiko tertular COVID-19 sangatlah rendah,” tegasnya.

Faktanya, sebagian besar pesawat dilengkapi dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air).

Benda ini dapat menangkap lebih dari 99 persen partikel di udara, termasuk mikroorganisme SARS-CoV-2 alias virus corona yang menyebabkan COVID-19.

Saat filter HEPA beroperasi, pesawat akan membawa udara luar ke atas dan bawah sebanyak 20 hingga 30 kali per jam.

Hal tersebut menghasilkan 50 persen campuran udara luar dan 50 persen udara yang disirkulasi ulang, sehingga mengurangi potensi penyebaran virus ke udara.

Maskapai penerbangan yang ada saat ini juga sudah mewajibkan penumpang untuk menggunakan masker selama perjalanan udara, kecuali pada waktu makan.

Selain itu, beberapa maskapai juga telah menerapkan aturan physical distancing dengan mengosongkan beberapa kursi bagian tengah.

Saat ini pun, maskapai penerbangan telah menerapkan prosedur pembersihan yang ketat guna menekan risiko penularan penyakit.

Artikel Lainnya: Mau Lakukan Perjalanan Udara, Ini Aturan Penerbangan Selama New Normal

2 dari 3

Tips Menurunkan Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

Tips Menurunkan Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat
loading

Tingkat penularan COVID di pesawat memang rendah. Meski demikian, Anda yang hendak melakukan perjalanan udara tetap wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Berdasarkan dr. Dyah Novita, penumpang pesawat wajib memakai masker selama penerbangan.

Selain itu, hindari pula kerumunan selama di bandara maupun saat keluar atau masuk pesawat.

“Anak-anak dan orang lanjut usia memiliki risiko tinggi tertular virus corona. Oleh sebab itu, dampingi selalu dan pastikan mereka tidak melepas masker selama penerbangan,” saran dr. Dyah Novita.

Tidak cukup hanya dengan itu, beberapa hal lain yang juga perlu dilakukan guna menurunkan risiko penularan COVID-19 di pesawat adalah sebagai berikut:

  • Pastikan menggunakan masker medis saat keluar rumah
  • Patikan tubuh Anda fit saat ingin bepergian
  • Bawa hand sanitizer dan digunakan secara berkala guna menjaga kebersihan tangan
  • Jangan lewatkan waktu makan. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Cukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi setidaknya 2 liter air putih dalam sehari
  • Konsumsi vitamin atau suplemen tambahan sesuai dengan anjuran dokter.

Sebelum berpergian menggunakan pesawat, Anda sebaiknya konsultasi kepada dokter guna memastikan kondisi kesehatan.

Baca Juga

Selain itu, terapkanlah selalu protokol kesehatan yang berlaku agar risiko tertular COVID-19 dapat lebih minimal.

Jika curiga mengalami gejala yang berkaitan dengan COVID-19, Anda sebaiknya segera konsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Hanna Merdiana

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Tidur Sambil Memakai Masker Medis, Berbahayakah?

Info Sehat
22 Mar

Bisakah Orang dengan Alergi Obat atau Makanan Divaksinasi COVID-19?

Info Sehat
22 Mar

Kenali Manfaat Hybrid Working buat Kesehatan Mental

Info Sehat
20 Mar

Tidak Disarankan, Uji Antibodi Mandiri Usai Vaksinasi COVID-19

Info Sehat
19 Mar

Kalbe Luncurkan Tes COVID-19 dengan Sampel Air Liur

Info Sehat
19 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat