search

Waspada, Ada Mutasi Ganda Virus Corona dari India!

Mutasi “unik” dari India kini ditemukan. Apa sebenarnya mutasi ganda virus corona itu? Lebih berbahayakah dari mutasi lainnya?
Waspada, Ada Mutasi Ganda Virus Corona dari India!

Klikdokter.com, Jakarta Kekhawatiran tentang mutasi virus corona semakin mencuat. Pasalnya, makin banyak perubahan virus, makin besar potensi vaksin menjadi tidak efektif.

Info terbaru yang berkaitan dengan hal tersebut datang dari India. Peneliti di sana menemukan kasus mutasi ganda.

Hingga berita ini ditulis (26/3), India masih menduduki peringkat ke-3 dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak.

 

1 dari 3

Mengenal Mutasi Ganda Virus Corona di India

Mengenal Mutasi Ganda Virus Corona di India
loading

Indian SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (INSACOG), himpunan yang terdiri atas 10 laboratorium nasional ini melakukan pengurutan genom pada sampel-sampel terbaru.

Pengertian pengurutan genom ialah proses uji untuk melakukan pemetaan semua kode genetik pada virus.

Pada dasarnya, cara kerja dari kode genetik virus sama saja dengan virus aslinya. Mutasi virus juga biasanya tidak memberikan perubahan signifikan, termasuk dalam kemampuan menularkan atau memicu infeksi serius

Namun, contoh-contoh mutasi, misalnya yang terjadi pada varian Inggris dan Afrika Selatan, bisa menyebabkan virus lebih menular.

Artikel Lainnya: Awas, Anda Bisa Kena Infeksi Dua Varian Virus Corona Sekaligus!

Dalam kasus tertentu, perubahan itu bahkan lebih memperberat gejala penyakit dan meningkatkan risiko kematian.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, mutasi ganda adalah terjadinya dua mutasi sekaligus di dua tempat berbeda pada satu virus yang sama.

“Hal ini berbeda dengan infeksi ganda. Kalau infeksi ganda, itu adalah [kondisi] seseorang yang terinfeksi dua varian virus sekaligus,” jelasnya.

Mutasi ganda yang dinamakan E48Q dan L452R itu terjadi di area utama protein spike virus. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit dan memungkinkan virus lolos dari antibodi.

Protein spike adalah bagian dari virus yang digunakan untuk menembus sel tubuh manusia.

Bila melihat gambar SARS-CoV-2 di internet, ada banyak bagian yang menonjol dan berwarna merah mengelilingi badan virus. Itulah yang disebut protein spike.

Artikel Lainnya: Mengenal Mutasi Virus Corona N439K, Apa Lagi Itu?

Dari 10.787 sampel baru, mutasi ganda ditemukan di 223 sampel. Salah satu negara bagian yang memiliki mutasi virus corona tak biasa itu adalah Maharashtra. Jumlahnya mencapai 206 sampel.

Wilayah tersebut baru-baru ini juga menyumbang lonjakan kasus positif sampai 60 persen.

Dengan adanya lonjakan dan mutasi ganda yang ditemukan dalam sejumlah sampel, pemerintah India mengaku waswas.

Akan ada banyak festival musim semi di negara beribukota New Delhi itu. Jika keadaannya memang tidak memungkinkan, maka pemerintah pusat menyarankan pemerintah daerah untuk memberlakukan pembatasan.

Tidak seperti tahun lalu, penyebaran virus corona di India kini lebih merata. Para keluarga yang tinggal di wilayah makmur bahkan sudah banyak yang tertular.

Menurut seorang pakar dari Institut Imunologi Nasional India, kondisi itu disebabkan oleh berkurangnya rasa takut masyarakat terhadap COVID-19. Akibatnya, kepatuhan pada protokol kesehatan juga menurun.

Artikel Lainnya: Ditemukan 12 Mutasi Baru Virus Corona di Jepang, Ini Penyebabnya!

2 dari 3

Apakah Mutasi Ganda Virus Corona di India Lebih Berbahaya dan Menular?

Apakah Mutasi Ganda Virus Corona di India Lebih Berbahaya dan Menular?
loading

Dilansir dari Times of India, dr. Nerges Mistry dari Foundation for Medical Research in Mumbai mengatakan,

Double mutations virus sebenarnya hal yang biasa. Saat virus merasa tertekan oleh pengobatan, vaksinasi, dan herd community, ia akan bermutasi dengan lebih ‘canggih’,” jelasnya.

Atas dasar itulah, mutasi yang masih asing bagi orang awam ini terjadi. Dokter Dyah Novita juga mengingatkan, masalah ini masih terus diteliti.

“Ada kemungkinan mutasi tersebut lebih berbahaya. Karena, antibodi tidak berpengaruh nantinya bila Anda terpapar virus,” terangnya.

Belum diketahui juga apakah kedua varian baru itu lebih menular seperti varian Inggris atau tidak.

Semuanya masih berupa prediksi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan terhadap kasus ini.

Baca Juga

Hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah melindungi diri dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.

Bila ada pertanyaan seputar COVID-19, konsultasikan kepada dokter kami lewat fitur LiveChat di Klikdokter.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Hanna Merdiana

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Vaksinasi Mampu Kurangi Gejala Long COVID?

Info Sehat
25 Mar

Studi: Wanita Lebih Rentan Mengalami Efek Samping Vaksin COVID-19

Info Sehat
25 Mar

Fakta-fakta tentang Tes COVID-19 Menggunakan Air Liur

Info Sehat
24 Mar

Perihal Tripsin Babi dalam Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Info Sehat
24 Mar

Menyingkap Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

Info Sehat
23 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat