search

Menilik Uji Klinis Vaksin COVID Buatan Pfizer pada Anak

Perusahaan vaksin Pfizer sudah memulai uji coba vaksin COVID-19 untuk anak. Bagaimana perkembangan vaksin Pfizer ini? Simak penjelasannya di sini.
Menilik Uji Klinis Vaksin COVID Buatan Pfizer pada Anak

Klikdokter.com, Jakarta Jumlah kasus positif COVID-19 pada anak-anak memang lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa dan lansia. Kendati begitu, vaksin COVID-19 tetap dibutuhkan anak untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi saat terinfeksi.

Beberapa perusahaan pun diketahui sedang melakukan uji klinis vaksin virus corona untuk anak-anak. Salah satunya adalah Pfizer.

 

1 dari 4

Vaksin Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak 

Vaksin Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak 
loading

Berdasarkan penuturan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, uji klinis vaksin terhadap anak memang sedang dilakukan saat ini. Beberapa perusahaan vaksin yang sudah mulai melakukan uji klinis tahap 1, di antaranya adalah Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson. 

“Untuk Pfizer sendiri, memang dia membagi group anak yang akan diuji klinis itu dimulai dari 6 bulan-2 tahun, 2-5 tahun, kemudian 5-11 tahun,” ucap dr. Iqbal.

Dilansir dari CNBC, Pfizer yang berbasis di New York telah memulai uji klinis vaksin COVID-19 pada 144 anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun. Semua partisipan anak yang disertakan dalam kondisi sehat.

Uji klinis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suntikan harus diberikan dan memastikan dosis yang tepat pada anak-anak di bawah usia 11 tahun.

Artikel lainnya: Yuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak

Peneliti Pfizer akan mengevaluasi keamanan dan keefektifan tingkat dosis yang dipilih pada fase percobaan berikutnya. Selain itu, peserta dipilih secara acak untuk diberikan vaksin ataukah plasebo.

Perusahaan vaksin Pfizer menyatakan, setelah enam bulan, anak-anak yang menerima plasebo akan diberi kesempatan untuk menerima suntikan vaksin.

Sebelumnya, Pfizer telah menguji vaksin mereka pada anak usia remaja. Perusahaan tersebut mengevaluasi vaksinnya pada 2.259 remaja berusia 12-15 tahun. Setelah mendapat hasil positif, peneliti cukup yakin vaksin tersebut dapat diujikan kepada anak yang lebih kecil.

Rencananya, tahap lanjutan dari uji coba pada anak akan diperluas hingga mencakup 4.500 anak di Amerika Serikat dan Eropa.

Vaksin Pfizer sendiri telah digunakan di Amerika Serikat untuk usia 16 tahun ke atas sejak Desember tahun lalu.

Artikel lainnya: Alasan Vaksin Virus Corona Belum Bisa Diberikan Kepada Anak

2 dari 4

Adakah Perbedaan Dosis untuk Rentang Usia Anak Tertentu?

Apa Efek Disuntik Vaksin Kedaluwarsa pada Tubuh?
loading

Dosis vaksin yang diberikan Pfizer kepada anak-anak pada uji klinis fase pertama berbeda. Pemberian dosis untuk usia di bawah 16 tahun dibagi menjadi tiga, yaitu 10 mikrogram, 20 mikrogram, dan juga 30 mikrogram.

“Jadi setiap grup yang tadi dibagi (dosis vaksin) menurut umurnya. Yaitu, 6 bulan-2 tahun mendapat dosis vaksin 10 mikrogram, usia 2-5 tahun mendapat dosis 20 mikrogram, sedangkan 5-11 tahun mendapat 30 mikrogram,” jelas dr. Iqbal.

Dikutip dari NBC News, pemberian dosis vaksin yang berbeda pada anak dilakukan untuk menentukan tingkat dosis yang digunakan untuk uji coba tahap selanjutnya.

Pada tahap uji klinis 2 dan 3, peneliti akan mempelajari apakah vaksin dapat memicu respons kekebalan dan seberapa baik suntikan dapat ditoleransi pada setiap kelompok usia. Mereka juga akan memantau efek samping dan reaksi lainnya pada anak.

Artikel Lainnya: Mengenal Vaksin Kombo, Vaksin Gabungan untuk Anak

3 dari 4

Efek Samping Vaksin COVID-19 pada Anak

Efek Samping Vaksin COVID-19 pada Anak
loading

Pengujian efek samping vaksin COVID-19 pada anak masih berlangsung. Sejauh ini belum dilaporkan adanya efek samping tertentu yang signifikan.

Sama seperti efek samping vaksin lain untuk anak, keluhan yang sudah dilaporkan tergolong ringan, seperti lemas dan pegal. Namun, efek samping tersebut mungkin lebih sulit ditoleransi oleh bayi berusia di bawah 1 tahun.

Saran dari dr. Iqbal, jika anak Anda menerima vaksin, observasi efek samping yang terjadi selama satu atau dua hari setelah vaksinasi.

Kebanyakan gejala hilang dalam satu atau dua hari. Jika gejala tidak juga menghilang segera konsultasi dengan dokter.

Baca Juga

Vaksin virus corona untuk anak masih dalam pengujian klinis. Sembari menunggu, ingatkan buah hati Anda untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan mencukupi kebutuhan nutrisi.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar vaksin COVID-19, konsultasikan dengan dokter melalui layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Ricca Fauziyah, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Andrew Limantoro, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Alasan Harus Ada Pengawasan Mudik saat Pandemi COVID-19

Info Sehat
31 Mar

Benarkah Virus Flu Biasa Mampu Lindungi dari COVID-19?

Info Sehat
30 Mar

Alasan Interval Vaksin COVID-19 di Indonesia Diperpanjang

Info Sehat
29 Mar

Berbagai Masalah Kulit yang Sering Dialami Bayi

Info Sehat
27 Mar

Jenggot Mengurangi Efektivitas Masker untuk Mencegah COVID-19

Info Sehat
26 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat