search

Studi Terbaru: Risiko Penularan COVID-19 dari Permukaan Benda Rendah

Penelitian di awal melaporkan penularan virus SARS-CoV-2 bisa terjadi lewat benda. Kini, hal tersebut terbantahkan oleh studi terbaru.
Studi Terbaru: Risiko Penularan COVID-19 dari Permukaan Benda Rendah

Klikdokter.com, Jakarta Menyemprotkan disinfektan di setiap sudut dan benda-benda yang sering disentuh menjadi pemandangan sehari-hari di masa pandemi.

Paket yang datang ke rumah pun harus disemprot disinfektan terlebih dulu sebelum dibawa ke dalam. Tujuannya, tentu saja agar tidak ada penularan virus corona melalui benda-benda tersebut.

Seiring berjalannya waktu, makin banyak penelitian yang dilakukan. Apa yang dulu dianggap sangat berisiko, kini terdapat sumber lain yang mengatakan sebaliknya.

Diteliti, menyentuh benda-benda bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Selengkapnya, simak penuturan ahli berikut ini.

1 dari 3

Alasan Penularan Covid di Permukaan Benda Berisiko Rendah

Alasan Penularan Covid di Permukaan Benda Berisiko Rendah
loading

Dulu terdapat penelitian laboratorium yang menunjukkan bahwa virus corona mampu bertahan hidup di plastik dan baja tahan karat selama berhari-hari.

Laporan tersebut juga membuat WHO mengeluarkan anjuran kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penularan virus melalui permukaan benda yang terkontaminasi (fomites).

Artikel Lainnya: Meminjam Earphone Tularkan COVID-19? Ini Kata Dokter

Namun, seorang ahli mikrobiologi di Rutgers New Jersey Medical School in Newark, Amerika Serikat, Emmanuel Goldman, berpandangan sebaliknya.

Lewat penelitiannya, ia menyatakan bahwa tidak banyak yang mendukung gagasan virus corona berpindah dari satu orang ke orang lain melalui permukaan benda yang terkontaminasi.

Bahkan, ia sempat menuliskan komentar tajam kepada jurnal The Lancet Infectious Disease di bulan Juli silam terkait hal tersebut. Seiring berjalannya waktu, tak sedikit ilmuwan yang setuju dengan pendapat Goldman.

CDC akhirnya mengklarifikasi panduannya tentang penularan virus corona lewat permukaan benda. Mereka menyatakan, penularan itu tidak dianggap sebagai cara yang umum.

Studi dan investigasi wabah menunjukkan, sebagian besar penularan terjadi akibat tetesan besar (droplet) dan partikel kecil (aerosol) ketika orang batuk, berbicara, dan bernapas.

Droplet dan aerosol bisa langsung dihirup oleh orang-orang yang berdekatan, apalagi bila sirkulasi udaranya buruk.

Meskipun tetap ada kemungkinannya, penularan COVID-19 lewat permukaan benda tidak dianggap sebagai risiko yang signifikan.

Artikel Lainnya: Waspada, Ada Mutasi Ganda Virus Corona dari India!

Situasi penelitian yang kala itu dilakukan di laboratorium tidak sama dengan kondisi lingkungan di dunia nyata

Meski di laboratorium virus bisa bertahan selama beberapa jam bahkan hitungan hari, belum tentu hasil yang sama juga didapatkan di lingkungan luar.

Pasalnya, aliran udara, ventilasi, suhu, jumlah virus, evaporasi, serta inefisiensi perpindahan virus dari mulut dan hidung memengaruhi kemampuan virus untuk bertahan hidup.

Karena situasi di laboratorium berbeda dengan situasi luar, maka faktor-faktor tadi bisa memberikan hasil berbeda. Tak butuh waktu lama bagi virus untuk rusak di lingkungan luar.

2 dari 3

Kapan Penggunaan Disinfektan Dibutuhkan?

Kapan Penggunaan Disinfektan Dibutuhkan?
loading

Dokter Arina Heidyana mengatakan, “Sekarang kalau melihat studi terbaru, memang risiko penularan coronavirus melalui permukaan benda terbukti rendah. Bahkan, ada juga studi yang meneliti benda-benda di rumah sakit. Hasil [penularannya] juga sama, yaitu rendah.”

“Karena ada banyak faktor yang berperan, kita tetap tidak boleh lengah. Masyarakat tetap tidak boleh lupa memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun, minimal hand sanitizer.”

“Untuk membersihkan benda-benda, tetap dilakukan rutin dan sewajarnya saja. Tidak perlu terus-terusan,” sarannya.

Artikel Lainnya: Cegah Klaster Keluarga, Pilih Cat Tembok dengan Silver Ion

Tak mengapa bila Anda tidak memiliki cairan khusus seperti disinfektan. Permukaan benda bisa dibersihkan dengan air dan sabun atau deterjen.

Pemberian disinfektan utamanya diaplikasikan di lingkungan indoor dan ada orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir di sana.

Baca Juga

Selain itu, menjemur benda di bawah sinar matahari dan mengoptimalkan ventilasi udara bisa dilakukan untuk menurunkan jumlah virus di permukaan benda.

Anda tetap direkomendasikan untuk menjaga kebersihan benda tapi dalam batas normal. Bila ada pertanyaan seputar penularan virus corona, konsultasi lewat fitur LiveChat dengan dokter di Klikdokter.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Dhika Arifa

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Lansia Kebal Jarum Saat Vaksinasi COVID-19, Ini Tinjauan Medisnya

Info Sehat
12 Apr

Anak Belum Bisa Divaksinasi COVID-19, Ini Tips Perlindungannya

Info Sehat
09 Apr

Studi Terbaru: Golongan Darah Tak Pengaruhi Infeksi COVID-19

Info Sehat
09 Apr

Apa Itu Survivorship Bias di Masa Pandemi COVID-19?

Info Sehat
08 Apr

Terima Tipe Vaksin COVID-19 Berbeda, Adakah Efeknya?

Info Sehat
08 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat