5 Cara Mengajarkan Anak Autisme Berpuasa
search

Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa pada Anak Autisme

Anak autisme dapat tetap berpuasa apabila situasinya memungkinkan. Lantas, bagaimana cara mengajarkan puasa padanya agar ia mengerti dan paham? Simak tipsnya.
Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa pada Anak Autisme

Klikdokter.com, Jakarta Berpuasa selama kurang lebih 13 jam bukanlah perkara yang mudah. Butuh latihan dan ketekunan dalam menjalaninya, agar tidak berbuka sebelum waktunya.

Guna membiasakan diri dengan kegiatan menahan haus dan lapar selama berjam-jam, sebagian orangtua memilih untuk melatih anak puasa sejak dini.

Hal yang menjadi tantangan adalah, bagaimana jika anak tersebut adalah seorang pengidap Autism Spectrum Disorder (ASD)? Adakah cara khusus untuk mengajarkan puasa pada anak dengan kondisi tersebut?

Artikel Lainnya: Peran Ayah dalam Mengajarkan Anak Puasa Pertama

1 dari 3

Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa Anak Autisme

Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa Anak Autisme
loading

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak autisme berpuasa:

1. Dikenalkan dari Jauh-Jauh Hari

Anak autisme merasa lebih nyaman saat memiliki rutinitas dengan struktur yang jelas. Mereka bisa merasa cemas ketika merasa kegiatannya menyimpang dari jadwal rutin.

Oleh sebab itu, untuk mengajarkan puasa pada anak autisme, orangtua perlu memperkenalkannya dari jauh-jauh hari. Cara mengenalkannya pun harus dengan cara yang mudah dipahami.

"Sebelum itu, cek dulu, apakah anak sudah siap menjalankan puasa? Orangtua bisa refleksi lagi dari kemampuan anak selama ini, misalnya sudah bisakah dia diarahkan untuk mengantri, menunggu, atau bersabar?" ucap Gracia.

2. Kenali dengan Media yang Mudah Dipahami

Pahami bagaimana anak lebih cepat menangkap informasi, apakah dia lebih tertarik dengan cerita, atau melalui visual video?

“Kalau anak dirasa sudah siap, sesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaannya. Contoh, anak lebih mudah memahami informasi baru lewat cerita. Maka, dapat diajarkan tentang cerita-cerita puasa sederhana,” ucap Gracia.

3. Lakukan Secara Bertahap

Jika Anak sudah paham mengenai konsep puasa, orangtua bisa mengajarkannya untuk menahan haus dan lapar secara bertahap.

Contoh: diawali dengan berpuasa setengah hari, lalu lama-kelamaan ditingkatkan menjadi satu hari penuh.

Penting untuk memahami bahwa puasa pada anak autisme tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu, terus pantau kondisi si kecil saat melakukannya, ya!

Artikel Lainnya: Kapan Waktu yang Tepat Ajarkan Anak untuk Puasa?

4. Gunakan Alarm Sebagai Tanda Berbuka

Melansir early autism, saat menunggu waktu berbuka, anak autisme dapat dialihkan ke aktivitas lain untuk mengisi waktu.

Berikan aturan tentang puasa dengan hal yang mudah dipahami. Contoh, dengan menggunakan alarm sebagai tanda pengingat waktu berbuka.

“Katakan pada anak ‘sampai alarm berbunyi, baru boleh makan’. Bisa juga menggunakan metode flash card yang menunjukkan kapan waktu berbuka puasa tiba,” tutur Gracia.

Saat alarm berbunyi, ajak anak untuk mendengarkan suara azan, baik di televisi ataupun secara langsung. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka memahami bahwa azan di waktu tersebut adalah waktunya berbuka puasa, artinya sudah boleh makan dan minum.

5. Apresiasi Setiap Usaha Anak

Apresiasi sangat dibutuhkan agar anak semakin semangat untuk menjalankan ibadah puasa. Hal ini bisa dilakukan, misalnya dengan menyajikan makanan kesukaannya untuk berbuka puasa.

Artikel Lainnya: Menu Buka Puasa untuk Anak, Bagaimana Sebaiknya?

2 dari 3

Perhatikan Ini Sebelum Membiarkan Anak Autisme Berpuasa

Perhatikan Ini Sebelum Membiarkan Anak Autisme Berpuasa
loading

Dijelaskan oleh Gracia, untuk mengenalkan puasa pada anak autisme, orangtua perlu bersabar. Jangan pula dipaksakan apabila anak belum siap. Lakukan trial and error guna mencari tahu hal tersebut.

“Tingkat keparahan autisme yang dialami juga biasa mempengaruhi kesiapan anak. Pada anak dengan autisme yang levelnya mild, biasanya lebih mudah untuk dipersiapkan bisa ikut berpuasa,” ucap Gracia.

Baca Juga

Anak autisme dapat tetap berpuasa dengan baik, asalkan diajarkan dengan cara yang tepat. Apabila Anda kesulitan atau terkendala dalam melakukan hal tersebut, tak ada salahnya untuk minta bantuan kepada psikolog atau dokter dengan berkonsultasi melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Berpuasa Saat Hamil Trimester Dua, Amankah?

Info Sehat
20 Apr

Makan Oatmeal saat Sahur Bisa Bantu Jaga Stamina Berpuasa

Info Sehat
18 Apr

Waspada, Gangguan Pencernaan Ini Dapat Terjadi Saat Puasa

Info Sehat
13 Apr

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Info Sehat
12 Apr

Tips Berpuasa Anak dengan Diabetes

Info Sehat
12 Apr

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Ela Wawati
6 Bulan Lalu

Hallo pembaca, Sudahkan anda mencoba untuk trading forex, emas, saham dan bitcoin, meefx adalah broker terbaik untuk anda. mengapa harus berdagang di meefx. 1. Bonus 5 usd tanpa deposit 2. Trading tidak dikenakan swap 3. Trading tidak dinekan komisi kunjungi website kami : http://meefx.co.id

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat