search

Bolehkah Membiarkan Anak Main dengan Lawan Jenis Sejak Kecil?

Ada beragam faktor yang akhirnya bikin Anda ragu saat ingin membiarkan anak bergaul dengan lawan jenis. Agar tak salah langkah, simak kata psikolog berikut ini.
Bolehkah Membiarkan Anak Main dengan Lawan Jenis Sejak Kecil?

Klikdokter.com, Jakarta Selain keluarga dan lingkungan sekitar, pergaulan juga turut mempengaruhi perkembangan karakter anak. 

Atas dasar itu, Anda sebagai orangtua sering khawatir dengan siapa si kecil berteman. Bahkan, Anda punya kecemasan ketika anak bergaul dengan lawan jenisnya sejak dini. 

Sebagai orangtua, Anda mungkin beranggapan bahwa terlalu sering membiarkan anak perempuan bermain dengan laki-laki akan membuatnya tomboy dan kasar. 

Sebaliknya, jika terlalu sering membolehkan anak laki-laki bergaul dengan perempuan, khawatirnya ia akan menjadi sosok yang lemah.

Apakah benar demikian? Apa pendapat psikolog anak mengenai hal tersebut? Salahkah jika orangtua membebaskan anak main dengan lawan jenis sejak kecil? Hal tersebut justru direkomendasikan karena akan mendukung tumbuh kembangnya?

Artikel Lainnya: Anak Laki-Laki Gemar Main Boneka, Haruskah Khawatir?

1 dari 3

Anak Bermain dengan Lawan Jenis, Haruskah Dilarang?

Anak Bermain dengan Lawan Jenis, Haruskah Dilarang?
loading

Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog berpendapat bahwa membiarkan anak bergaul dengan lawan jenis merupakan hal yang tepat. 

“Tidak ada yang salah dengan tindakan tersebut. Justru, jika dibeda-bedakan atau terlalu dihalang-halangi, anak bisa menghayati persepsi negatif terkait interaksi dengan lawan jenis,” ujar Gracia. 

“Anak juga bisa cenderung kaku dalam bersosialisasi apabila terlalu dibeda-bedakan seperti itu. Hal tersebut akan berefek sampai dia tumbuh besar,”  sambungnya.

Makin dewasa usia anak, potensinya untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan lawan jenis akan semakin besar. Kampus dan lingkungan kerja pun tidak terlalu memusingkan soal gender. 

Jika anak Anda terlanjur mengembangkan persepsi negatif terhadap interaksi antara pria dan wanita, hal itu akan menyulitkan dirinya sendiri. 

Tidak ada patokan usia khusus ketika Anda ingin membiarkan anak bergaul dan bermain dengan lawan jenis. Sehingga, orangtua tidak perlu menunggunya sampai dia SD atau SMP untuk sekadar berteman dekat. 

“Malahan, sebenarnya, anak-anak yang masih di bawah 4 tahun itu tidak fokus pada jenis kelamin teman-temannya, lho. Mereka lebih banyak mengeksplorasi kegiatan dan suasana bermain yang tercipta” ucap Gracia.

Artikel Lainnya: Jangan Selalu Dituruti, Ini Bahaya Kasih Anak iPad atau Tablet

“Barulah, ketika lebih besar, mereka mulai paham bagaimana membedakan jenis kelamin orang lain,” lanjutnya. 

Seiring dengan perkembangan usia, aspek perkembangan fisik, sosial, dan kognitif akan terbentuk. Dari situlah anak akan secara alami menyesuaikan pola interaksinya. 

Orangtua tak perlu terlalu mengkhawatirkan tentang perbedaan jenis kelamin di usia yang terlalu dini. 

Lagi pula, tidak ada jaminan 100 persen bahwa bergaul dengan sesama anak perempuan atau laki-laki akan jauh lebih baik. 

Terbiasa bergaul dengan macam-macam perbedaan akan membuat anak mengerti banyak sudut pandang, tidak mudah menghakimi, dan mampu menyerap banyak hal positif lainnya. 

Artikel Lainnya: Dampak Jika Anak Dilarang Main di Luar Ruangan

2 dari 3

Orangtua Tetap Perlu Melakukan Hal Ini kepada Anak

Orangtua Tetap Perlu Melakukan Hal Ini kepada Anak
loading

Dengan stereotipe gender dan batasan orangtua yang berlebihan, hal itu memang akan menghambat tumbuh kembang si kecil. 

Kendati begitu, tetap ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya, yaitu

  • Jangan Diledek

Tanpa sadar, orang dewasa sering menggoda anak perempuan dan laki-laki yang sedang bermain bersama dengan sebutan pasangan. Padahal, hal itu akan membuatnya malu dan langsung merasa kikuk. 

Bukan tak mungkin, selanjutnya ia akan kapok bermain lagi dengan teman yang berbeda gender. Jadi, bersikap sewajarnya saja.

  • Tidak Boleh Hanya Condong di Satu Gender 

Akan ideal kondisinya jika anak mau bermain dengan laki-laki ataupun perempuan. Jika ia hanya menyukai salah satunya saja, kemungkinan besar ia memiliki pengalaman traumatis sebelumnya (bullying, misalnya). 

Artikel Lainnya: Dampak Positif Main Video Games Bagi Anak

  • Perhatikan Pola Perilaku Anak

Hal yang satu ini mungkin paling dikhawatirkan orangtua. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap perubahan pola perilaku, penampilan, hingga gaya berbicara tetap harus dilakukan. 

Tegur dan nasihati anak baik-baik jika terdapat perubahan yang kurang berkenan. Jangan lupa untuk beritahukan solusinya agar ia tetap bisa berteman tanpa harus saling meniru. 

Jika Anda membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi tenaga profesional seperti psikolog. 

Membiarkan anak main dengan lawan jenis bukan berarti Anda lepas kontrol sama sekali. Tegur dan nasihati anak baik-baik jika ada perubahan yang kurang berkenan. Beritahukan pula solusinya agar ia tetap bisa berteman tanpa harus saling meniru. 

Baca Juga

Jika Anda membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi tenaga profesional seperti psikolog melalui LiveChat 24 jam

Informasi pola asuh anak lainnya bisa Anda dapatkan dengan mengunduh aplikasi Klikdokter

(NB/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Andrew Limantoro, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Ricca Fauziyah, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Yanuar Saputra Widjaja, M. Kes, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Bolehkah Orangtua Mengecek Isi Ponsel Remaja? Ini Kata Psikolog

Info Sehat
29 Apr

Anak-Anak Diduga Jadi Penyebar Varian Baru Virus Corona

Info Sehat
27 Apr

Mendeteksi Tanda Anak Sedang Berbohong Lewat Bahasa Tubuh

Info Sehat
23 Apr

Tips Mengenalkan dan Melatih Puasa pada Anak Autisme

Info Sehat
22 Apr

Cara Mencegah Anak Makan Berlebihan Saat Buka Puasa

Info Sehat
21 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat