search

Penyebab Klaster Kantor COVID-19 Meningkat Meski Sudah Vaksinasi

Lonjakan kasus klaster kantor COVID-19 terjadi meski karyawan sudah divaksinasi. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
Penyebab Klaster Kantor COVID-19 Meningkat Meski Sudah Vaksinasi

Klikdokter.com, Jakarta Program vaksinasi COVID-19 sudah berjalan. Karyawan-karyawan dari berbagai perusahaan pun telah menjalaninya.

Hal ini penting demi menekan penularan virus corona dan kegiatan kerja tatap muka di kantor berjalan lancar.

Namun, klaster kantor nyatanya tetap terjadi meski para staf telah divaksinasi. Apa sebabnya?

 

1 dari 3

Penyebab Klaster Perkantoran Terjadi Meski Sudah Divaksinasi

Penyebab Klaster Perkantoran Terjadi Meski Sudah Divaksinasi
loading

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta menyoroti adanya kenaikan kasus yang terjadi di perkantoran usai program vaksinasi.

Meskipun beberapa perusahaan sudah memberikan vaksin coronavirus untuk para karyawannya, namun nyatanya kenaikan klaster kantor masih terjadi beberapa waktu lalu.

Artikel Lainnya: Kenali Metode Sel Dendritik untuk Penanganan COVID-19

Dilansir dari Pandemictalks, sekiranya ada sejumlah hal yang bisa menjadi penyebab kenaikan angka orang yang terinfeksi COVID-19 di kawasan perkantoran.

1. Ruangan Kantor Padat

Beberapa perkantoran sudah mulai mengizinkan seluruh karyawannya bekerja di kantor. Hal ini menyebabkan terjadinya kepadatan di ruangan tersebut.

Tentunya ini menyulitkan para karyawan untuk menjaga jarak. Seharusnya, pihak perusahaan juga memperhatikan perbandingan luas ruangan dan jumlah karyawan untuk dapat mengatur jadwal masuk.

2. Tidak Baiknya Sirkulasi Udara

Melansir The Conversation, penularan virus di perkantoran sangat cepat terjadi saat bekerja di dalam ruangan sempit dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.

Oleh karena itu, sebaiknya setiap kantor menyediakan ventilasi yang baik atau ruang kerja terbuka.

3. Karyawan Melakukan Perjalanan dengan Transportasi Umum

Sejumlah karyawan tak memiliki kendaraan pribadi dan memilih transportasi umum untuk sampai ke kantor. Sayangnya, kendaraan publik bisa jadi penuh dengan sesak ketika pagi hari.

Tanpa disadari hal ini membuat susah menjaga jarak. Siapa tahu, Anda bisa terinfeksi COVID-19 dalam kondisi tersebut.

Artikel Lainnya: Air Liur Kering Jadi Gejala COVID-19 di India

4. Vaksinasi Justru Membuat Karyawan Lengah

Dokter Valda Garcia mengatakan, kenaikan kasus yang terjadi di perkantoran usai vaksinasi COVID-19 bisa saja dikarenakan kelalaian individu yang sudah menerima vaksin.

Menurutnya, masih banyak orang yang beranggapan bahwa setelah menerima vaksin dirinya merasa sudah kebal virus corona. Padahal, vaksin membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi di dalam tubuh.

“Meningkatnya kasus positif di klaster perkantoran bisa jadi penerapan protokol kesehatan yang mulai kendor. Bisa juga karena adanya mutasi virus,” jelas dr. Valda.

5. Buka Puasa Bersama

Salah satu kebiasaan orang Indonesia saat bulan Ramadan adalah kegiatan buka puasa bersama. Karena merasa sudah aman, para karyawan mengadakan acara ini.

Bisa dengan teman sekantor ataupun di luar kantor. Saat acara itu terjadi, biasanya masker akan dibuka untuk menyantap makanan. Di situlah, droplet dapat menyebar tanpa disadari,

6. Prokes Hanya Dilakukan di Kantor Saja

Sejumlah orang tampak taat dengan protokol kesehatan yang dibuat pihak perkantoran. Namun, setelah keluar dari kawasan tersebut, bisa jadi orang tersebut justru melanggar prokes yang sudah ada.

Mulai dari berkumpul di kerumunan, tidak mengenakan masker dengan tepat, hingga malas mencuci atau membersihkan tangan. Perbedaan inilah yang bisa membuat seseorang terinfeksi virus corona.

Artikel Lainnya: Medfact: Vaksin COVID-19 Picu Limfositosis Mematikan?

2 dari 3

Apakah Vaksin COVID-19 Dapat Efektif Menekan Penularan di Kantor?

Apakah Vaksin COVID-19 Dapat Efektif Menekan Penularan di Kantor? (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
loading

Meski sudah divaksinasi, sebaiknya Anda tidak hanya bergantung pada vaksin COVID-19 dalam melindungi diri di kantor. Faktor penting lain seperti protokol kesehatan dan menjaga imun tubuh sama pentingnya.

Menurut studi yang dipublikasikan jurnal ilmiah Nature, banyak ilmuwan beranggapan kekebalan kelompok (herd immunity) akan segera terbentuk dan memungkinkan masyarakat kembali hidup normal dengan melakukan imunisasi massal.

Sebagian besar ilmuwan memperkirakan, vaksin COVID-19 akan membentuk kekebalan kelompok mencapai 60-70 persen dari populasi.

Namun, saat pandemi memasuki tahun kedua, pemikiran tersebut mulai bergeser. Keraguan akan tercapainya herd immunity disebabkan oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor yang dimaksud meliputi:

  1. Adanya keraguan terhadap efektivitas vaksin virus corona.
  2. Munculnya varian atau mutasi coronavirus yang baru.
  3. Keterlambatan vaksinasi untuk anak-anak.

Artikel Lainnya: Mengenal BV-1 Varian Virus Corona Baru dari AS

Melihat virus yang terus bermutasi dan tampak mengkhawatirkan, dr. Valda mengingatkan untuk tetap menjalani protokol kesehatan setelah menerima vaksin.

“Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menurunkan mobilitas,” pesannya.

Protokol kebersihan kantor juga perlu ditingkatkan. Permukaan yang sering disentuh seperti meja, saklar lampu, gagang pintu, telepon, keran, toilet, dan lain sebagainya harus diberi perhatian khusus atau perlu lebih sering dibersihkan.

Baca Juga

Bila ada karyawan yang merasakan sakit atau gejala, sebaiknya bekerja dari rumah sampai kondisinya membaik.

Konsultasi ke dokter seputar infeksi virus corona bisa lebih mudah lewat LiveChat Klikdokter. Anda juga bisa cek risiko terinfeksi virus corona untuk mengetahui kondisi pribadi.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Dhika Arifa

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Alasan Vaksin Moderna dan Pfizer Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Info Sehat
27 Apr

Anak-Anak Diduga Jadi Penyebar Varian Baru Virus Corona

Info Sehat
27 Apr

Pentingnya Jaga Kebersihan Rumah Saat Isolasi Mandiri

Info Sehat
26 Apr

Mengenal BV-1 Varian Virus Corona Baru dari AS

Info Sehat
26 Apr

Medfact: Vaksin COVID-19 Picu Limfositosis Mematikan?

Info Sehat
23 Apr

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Ela Wawati
10 Hari Lalu

Hallo pembaca, Sudahkan anda mencoba untuk trading forex, emas, saham dan bitcoin, meefx adalah broker terbaik untuk anda. mengapa harus berdagang di meefx. 1. Bonus 5 usd tanpa deposit 2. Trading tidak dikenakan swap 3. Trading tidak dinekan komisiwebsite kami : http://meefx.co.id

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat