search

Apa yang Bisa Dilakukan Ortu saat Anak Sering Bilang Benci?

Kalimat “Aku benci Papa, Mama!” dari anak memang kurang baik didengar. Lantas, bagaimana cara merespons yang tepat ketika ia sedang begitu?
Apa yang Bisa Dilakukan Ortu saat Anak Sering Bilang Benci?

Klikdokter.com, Jakarta Ada kalanya orang tua tidak bisa memberikan persis apa yang anak mau. Bukan karena sengaja, tapi memang ada keterbatasan tertentu yang mungkin belum bisa dipahami anak. 

Kondisi tersebut akhirnya membuat anak kecewa dan mengucapkan ujaran kebencian kepada Anda. Ujaran yang dimaksud di sini bukan hinaan, melainkan “Aku benci Papa, Mama”. 

Jika diperhatikan, anak-anak acap kali melontarkan kalimat yang satu itu ketika mereka marah atau sedih. 

Terlepas apakah itu benar-benar benci atau tidak, mendengar kata “benci” dari anak sendiri tentunya akan membuat perasaan tidak enak. 

Mau langsung membalas, Anda sendiri takut anak akan semakin histeris. Tetapi kalau didiamkan, Anda juga khawatir bahwa rasa benci akan benar-benar tumbuh di hati si anak. 

Kabar baiknya, Gracia Ivonika, M. Psi., Psikolog mengatakan ada respons terbaik yang bisa dilakukan orang tua ketika anak sedang seperti itu. 

Artikel Lainnya: Cara Tepat Mendidik Anak yang Keras Kepala

Beberapa cara yang dimaksud, antara lain:

1 dari 4

1. Pahami Perkembangan Emosional Balita

Pahami Perkembangan Emosional Balita
loading

Balita dan anak-anak masih belajar bagaimana mengekspresikan emosi mereka. Hal itu memang bisa membuat mereka kewalahan.

Balita juga belum dapat mengendalikan diri dan menahan mengekspresikan emosi negatif secara fisik maupun verbal. Reaksi Anda selanjutnya akan sangat bergantung dari pemahaman ini. 

2. Jangan Masukan ke Dalam Hati 

Kata-kata yang menyakitkan biasanya merupakan ekspresi dari luapan emosi yang dialami pada saat itu. 

Daripada terluka atau marah, cobalah untuk memahami bahwa anak sedang mencari bantuan.

Dengan mengutarakan hal tersebut, berarti ia cukup mempercayai Anda untuk mengekspresikan emosi yang sulit. 

Jika Anda memahami pesan yang mendasarinya, Anda akan dapat mengelola situasi sebelum meningkat.

3. Tenangkan Diri Dulu 

Keluarnya ucapan benci bisa didahului oleh percakapan berintonasi tinggi antara orangtua dan anak. 

Entah karena anak melakukan hal yang salah atau karena hal lain, intinya ucapan tersebut tidak keluar tanpa sebab. 

Jika benar sempat ada hal yang membuat Anda dan anak jengkel, sebagai orang dewasa, Anda disarankan untuk menenangkan diri terlebih dahulu. 

“Ketika Anda sudah lebih tenang, respons yang lebih tepat (tidak semakin menyakiti anak) baru bisa diberikan,” kata Psikolog Gracia. 

Artikel Lainnya: Anak Suka Merebut Mainan Orang Lain, Ini Penjelasan Psikolog

2 dari 4

4. Validasi Perasaan Anak sambil Dinasihati

Validasi Perasaan Anak sambil Dinasihati
loading

“Sesakit hati apa pun, ingat, mereka ini masih anak-anak. Orang dewasa punya cara kontrol diri yang lebih baik, sedangkan anak belum. Jadi, validasi dulu perasaannya, misalkan ‘Papa/mama tahu kamu marah sekarang, tapi ucapan benci seperti itu nggak baik dan buat orangtua sedih.’ Kurang lebih seperti itu,” tuturnya. 

“Apabila anak sudah lebih besar, validasi perasaan juga bisa dikatakan seperti ‘Papa, Mama tahu kamu nggak suka dengan ucapan kami tadi, tapi penting untuk tetap menghargai orangtua kamu sendiri.’ Ucapkan secara baik-baik agar anak juga lebih tenang,” sarannya lagi.

5. Beri Waktu Anak untuk Mencerna Situasi

Tak cuma orang dewasa yang butuh waktu untuk menenangkan diri, anak pun memerlukannya. Psikolog Gracia juga menyarankan orangtua untuk mengelus punggung anak.

Afeksi bisa memberikannya ketenangan. “Pada momen ini, anak pun bisa merefleksikan omongan dia sebelumnya,” pungkas psikolog Gracia.

6. Introspeksi Diri, Mungkin Dulu Anda Sempat Begitu Juga

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak akan mencontoh perilaku orang tuanya. Jika dia sering mengutarakan kebencian, kemungkinan Anda juga pernah melontarkan sesuatu yang menyakiti hatinya dan sampai sekarang masih ia ingat. 

Mungkin bagi orang dewasa, kata-kata itu sepele, tapi bagi anak, itu sangat mengena di hati. 

Artikel Lainnya: Cek Sikapnya, Anak Anda Mungkin Alami Regresi Saat Pandemi COVID-19!

3 dari 4

7. Berikan Pertanyaan Terbuka dan Pahami Alasannya

Berikan Pertanyaan Terbuka dan Pahami Alasannya
loading

Setelah situasi lebih terkendali, orang tua bisa membuka lagi topik yang sempat bikin suasana memanas. 

Tanyakan, apa yang anak mau? Dengarkan dulu alasannya tanpa dibantah. Setelah itu, barulah Anda bisa menjelaskan lagi kenapa ortu tidak bisa memenuhi keinginannya. 

Jelaskan secara logis, konkret, dan simpel, sehingga anak mudah mengerti (sesuai usia). 

Cara mengatasi ujaran kebencian yang dilontarkan anak tidak harus pakai emosi negatif juga. 

Baca Juga

Justru, dengan cara-cara di atas, anak lebih bisa memahami bahwa seharusnya ia tak boleh dengan mudahnya mengatakan “aku benci” kepada siapa pun.

Untuk topik-topik pola asuh dan kesehatan mental anak lainnya, Anda bisa mengunduh aplikasi Klikdokter di sini.

(OVI/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Andrew Limantoro, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Ricca Fauziyah, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Yanuar Saputra Widjaja, M. Kes, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Bolehkah Membiarkan Anak Main dengan Lawan Jenis Sejak Kecil?

Info Sehat
01 Mei

Bolehkah Orangtua Mengecek Isi Ponsel Remaja? Ini Kata Psikolog

Info Sehat
29 Apr

Ciri-Ciri Orang yang Terjebak dalam Toxic Productivity

Info Sehat
24 Apr

Bikin Jurnal Seks Bisa Tingkatkan Kebahagiaan Anda dan Pasangan

Info Sehat
24 Apr

Mendeteksi Tanda Anak Sedang Berbohong Lewat Bahasa Tubuh

Info Sehat
23 Apr

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat