Bisakah Sirup Jadi Pelumas yang Aman untuk Seks?
searchtext customer service

Sirup Digunakan Sebagai Pelumas Seks, Apakah Aman?

Karena memiliki tekstur yang kental dan lengket, sebagian orang berpikir untuk menggunakan sirup sebagai pelumas seks. Anda salah satunya? Waspada, jangan asal!
Sirup Digunakan Sebagai Pelumas Seks, Apakah Aman?

Klikdokter.com, Jakarta Lubrikan atau pelumas seks kadang diperlukan dalam berhubungan intim. Sebab, ada kalanya vagina tidak bisa mengeluarkan pelumas alami yang cukup untuk melancarkan penetrasi. 

Nah, bagi pasangan yang mengalami hal tersebut dan kebetulan suka mengeksplorasi hal baru terkait ‘permainan ranjang’, sirup mungkin akan dijadikan sebagai pilihan pelumas seks. 

Pasalnya, bahan pembuat minuman itu punya tekstur yang kental dan lengket. Apabila pasangan suami istri ingin melakukan seks oral, cita rasa manis pun menjadi bonusnya. 

Hal yang jadi pertanyaan, amankah penggunaan sirup sebagai pelumas seks? Jangan-jangan, tindakan tersebut hanya akan mengundang efek samping yang merugikan?

Artikel Lainnya: Pakai Putih Telur sebagai Pelumas Seks, Aman atau Tidak?

1 dari 3

Bisakah Sirup Jadi Pelumas yang Aman untuk Seks?

Bisakah Sirup Jadi Pelumas yang Aman untuk Seks?
loading

Anda harus pikir-pikir ulang sebelum mengaplikasikan sirup ke alat kelamin. Pasalnya, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan bahwa bahan yang satu itu pantang alias tak boleh dijadikan sebagai pelumas seks. 

“Sirup, apa pun jenisnya, sebaiknya tidak digunakan sebagai pelumas (seks). Apabila digunakan di organ intim wanita, sirup akan mengubah kondisi pH alaminya,” ujar dr. Dyah Novita. 

“Ketika pH alami telanjur berubah, hal itu dapat memicu gangguan di dalam vagina. Bakteri baik di organ intim akan mati dan tidak bisa memelihara kondisi (kesehatan). Alhasil, keputihan yang abnormal dan iritasi bisa saja terjadi,” sambungnya.

Sirup merupakan bahan minuman yang tidak memiliki banyak nilai gizi. Dalam 100 gram, sirup hanya mengandung 55 gram karbohidrat, 4,2 miligram kalium, 44 gram air, dan 1 gram abu. 

Memang, tidak ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun, bukan berarti Anda bisa mengoleskannya sembarangan ke organ intim. 

Perlu diingat, kenikmatan yang mungkin dirasakan ketika menggunakan sirup sebagai lubrikan tak akan sebanding dengan efek samping setelahnya. 

Artikel Lainnya: Aloe Vera atau Minyak Kelapa, Mana yang Terbaik untuk Pelumas Seks?

Untuk mencapai klimaks, wanita butuh durasi seks kira-kira belasan menit, sedangkan pria mungkin kurang dari itu. Lagi pula, melansir Medical News Today, rata-rata durasi orgasme pada wanita hanya 13 hingga 51 detik. 

Hal tersebut tidak sebanding dengan efek samping penggunaan sirup sebagai pelumas. Bukannya nikmat, Anda malah akan mengalami iritasi, sensasi panas dan terbakar, gatal, perih, bengkak, serta keputihan tidak normal yang durasinya bisa berhari-hari. 

Atas dasar itu, lebih baik hindari menggunakan sirup sebagai pelumas seks. Apabila terlanjur, segera bersihkan alat kelamin dengan air mengalir hingga tidak ada sisa sirup yang tertinggal. 

Tidak perlu membersihkan alat kelamin menggunakan sabun mandi ataupun pembersih vagina khusus, cukup dengan air bersih. 

Setelah itu, keringkan dengan dengan handuk atau tisu dengan cara ditepuk-tepuk lembut. Pastikan pula Anda memantau kondisi organ intim dengan saksama setelahnya. Jika timbul keluhan, lebih baik segera konsultasikan ke dokter. 

Artikel Lainnya: Pelumas Seks Malah Bikin Susah Hamil?

2 dari 3

Tidak Semua Bahan Alami Bisa Jadi Pelumas yang Aman

Tidak Semua Bahan Alami Bisa Jadi Pelumas yang Aman
loading

Sirup terbuat dari bahan-bahan alami, seperti gula dan sari buah. Kendati begitu, yang alami bukan berarti aman dan baik untuk kesehatan organ intim. Faktanya, gula yang tertinggal di vagina justru bisa meningkatkan risiko infeksi jamur

Contoh lain, misalnya Anda hendak menggunakan minyak sayur, kanola, atau minyak sulingan lainnya sebagai pelumas seks. Anda sebaiknya tidak mengambil minyak tersebut dari dapur. 

Kenapa? Karena, mengutip dari Healthline, minyak yang dimurnikan dan dihidrogenasi, seperti minyak sayur dan minyak kanola, mengalami pemrosesan yang kompleks. Terdapat proses pemanasan, pemutihan, dan perawatan kimiawi. Minyak olahan itu tidak sepenuhnya alami. 

Bahkan, jika digunakan, minyak tersebut akan meninggalkan bekas di seprai Anda. Jika bisa meninggalkan noda pada benda, bukan tidak mungkin minyak itu juga menyisakan residu di tubuh. Penumpukan residu di area vagina bisa meningkatkan risiko infeksi, lho

Baca Juga

Mengetahui fakta tersebut, Anda yang butuh pelumas untuk seks sebaiknya menggunakan produk yang telah teruji klinis dan dibuat secara khusus oleh produsen ternama. 

Masih bingung dan khawatir dalam memilih pelumas seks yang aman dan sehat? Anda bisa bertanya langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Ovienanda Kristi Purbasari

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Jessica Wirjosoenjoto

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Euis Kurniawati

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Lebih Jauh Terapi Seks untuk Suami Istri

Info Sehat
17 Mei

Makan Bawang Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap, Benarkah?

Info Sehat
10 Mei

Benarkah Kondom Bergerigi Lebih Bisa Puaskan Pasangan?

Info Sehat
09 Mei

Pasutri, Ini Posisi Seks yang Bisa Dilakukan saat Hamil

Info Sehat
06 Mei

Tips agar Vagina Tidak Robek Saat Melahirkan

Info Sehat
04 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat