Mengenal Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis
searchtext customer service

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis

Karena gejalanya mirip, banyak orang salah mengartikan dermatitis seboroik dan psoriasis. Padahal, keduanya punya sejumlah perbedaan. Simak di sini.
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Dermatitis Seboroik dan Psoriasis

Klikdokter.com, Jakarta Dermatitis seboroik dan psoriasis punya beberapa gejala umum yang mirip. Kedua masalah kulit tersebut menyebabkan serpihan putih di batang rambut, bercak kemerahan di permukaan, serta rasa gatal.

Tak heran kalau banyak orang sering tertukar atau bahkan menyamakan keduanya. Nah, simak di sini untuk mengetahui perbedaan dermatitis seboroik dan psoriasis, seperti dijelaskan dr. Devia Irine Putri mengenai cara membedakan dermatitis seboroik dan psoriasis.

 

1 dari 5

Beda Bentuk Sisik

Bentuk Sisik Psoriasis
loading

Dijelaskan oleh dr. Devia, perbedaan yang paling menonjol antara psoriasis dan dermatitis seboroik bisa dilihat dari sisiknya. 

“Sisik psoriasis biasanya tebal seperti tetesan lilin, sedangkan dermatitis seboroik sisiknya berwarna kuning atau putih, yang tipis dan tampak berminyak. Kalau digaruk, sisik pada psoriasis akan berdarah, sedangkan dermatitis seboroik tidak,” ucap dr. Devia.

Perbedaan dermatitis seboroik dan psoriasis juga dilihat dari letak sisiknya. Gejala psoriasis bisa muncul di bagian tubuh mana saja.

Sementara, sisik dermatitis seboroik biasanya timbul di area-area yang mudah berminyak, seperti kulit kepala, wajah, belakang telinga, dan alis.

Artikel Lainnya: Pilihan Obat Dermatitis Atopik Sesuai Kondisi Kulit

2 dari 5

Perbedaan Gejala

Dermatitis Seboroik
loading

Melansir dari Medical news today, gejala dermatitis seboroik umumnya meliputi:

  • serpihan putih berkerak
  • sisik kuning berminyak
  • kulit merah dan bengkak
  • sensasi gatal di area yang terkena

Pada bayi, gejala dermatitis seboroik, atau disebut cradle cap, dapat berupa sisik yang tampak merah, cokelat, atau kuning.

Sisik juga bisa timbul di sekitar mata dan hidung. Jika kulit bayi dengan dermatitis tergores, akan ada risiko pendarahan atau infeksi.

Sementara itu, gejala psoriasis antara lain memicu:

  • Timbulnya bercak bersisik di kulit. 
  • Ketika berkembang di kulit kepala, psoriasis bisa menyebabkan kulit pecah-pecah, berdarah, dan sisik putih keperakan. 
  • Kulit mungkin terasa perih atau ada sensasi terbakar.

Sama seperti dermatitis seboroik, psoriasis juga dapat menyebabkan pengelupasan yang menyerupai ketombe.

Terlepas dari kesamaan ini, kulit di sekitar lesi psoriasis jauh lebih kering daripada kulit di sekitar sisik dermatitis seboroik.

Artikel Lainnya: Ini Jenis-jenis Dermatitis Kontak dan Gejalanya

3 dari 5

Perbedaan Penyebab

Seseorang Mengalami Psoriasis
loading

"Penyebab dermatitis seboroik dan psoriasis sama-sama tidak diketahui secara pasti. Namun, diduga penyebab psoriasis adalah gangguan sistem imun, sedangkan seboroik karena infeksi jamur Malassezia," ucap dr. Devia.

Beberapa hal lain yang mungkin dapat menyebabkan dermatitis seboroik antara lain:

  • Kulit berminyak.
  • Menggunakan produk berbasis alkohol.
  • Cuaca ekstrem.
  • Kelelahan.

Namun demikian, baik psoriasis maupun dermatitis seboroik sama-sama berisiko jika ada riwayat gangguan serupa di dalam keluarga.

4 dari 5

Beda Penanganan

Seseorang Mengalami Psoriasis
loading

Perawatan dermatitis seboroik dan psoriasis tergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda.

Setiap orang juga dapat merespons pengobatan secara berbeda. Pemeriksaan langsung oleh dokter pun diperlukan.

Artikel Lainnya: Bisakah Krim Kulit Dipakai untuk Mengatasi Dermatitis Atopik?

Namun pada umumnya, dermatitis seboroik akan hilang dengan sendirinya. Sampo dan obat yang dijual bebas biasanya cukup untuk mengatasi pengelupasan dan meredakan gatal.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran dan obat yang tepat. Adapun, sisik akibat psoriasis mungkin akan lebih sulit ditangani.

Biasanya, dokter akan memberikan kortikosteroid topikal untuk mengurangi peradangan serta menghambat pertumbuhan sel-sel kulit.

Baca Juga

Penyakit autoimun ini juga dapat diobati dengan bantuan terapi cahaya. Jika psoriasis memburuk, segera periksakan langsung kepada dokter kulit.

Itulah perbedaan dari dermatitis seboroik dan psoriasis. Jika Anda masih punya pertanyaan seputar topik ini, manfaatkan layanan LiveChat 24 Jam untuk berkonsultasi dengan dokter.

(HNS/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Irwan Junawanto,SpKK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Julieta Diana Pricillia Dotulong, Sp. KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Febrina T Kurniasih, M. Ked(DV), Sp. DV

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000

ARTIKEL TERKAIT

Fakta di Balik Pantangan Mandi Air Hangat bagi Penderita Psoriasis

Info Sehat
08 Jan

Manfaat Minyak Argan untuk Kulit Wajah

Info Sehat
16 Apr

Apa Psoriasis Bisa Disembuhkan dengan Terapi Cahaya?

Info Sehat
21 Jan

Kiat Memilih Sampo yang Tepat untuk Penderita Psoriasis

Info Sehat
06 Nov

Hubungan Psoriasis dengan Disfungsi Ereksi

Info Sehat
30 Okt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat