Marah saat Dinasihati Jadi Gejala Gangguan Psikologis?
searchtext customer service

Langsung Marah Saat Dinasihati, Apa Termasuk Gangguan Psikologis?

Kenapa ada orang yang cepat marah saat dinasihati baik-baik? Untuk tahu apakah itu gangguan psikologis atau bukan, yuk, simak penjelasan berikut.
Langsung Marah Saat Dinasihati, Apa Termasuk Gangguan Psikologis?

Klikdokter.com, Jakarta Kalau sempat aktif melihat berita yang berseliweran di media online ataupun televisi, pasti kasus orang marah-marah cukup banyak “menghiasi”.

Beberapa contohnya yaitu marah karena melanggar aturan mudik, mengamuk perihal barang pesanan dari toko online, dan lain sebagainya. Kata-kata kasar pun dilontarkan oleh pihak yang mengomel.

Mungkin, masih banyak kasus orang marah saat dinasihati dengan alasan tak jelas tapi tidak terekspos. Beberapa di antaranya bisa saja masalah psikologis.

Sebenarnya, sikap marah atau mengamuk seperti apa yang bisa dikategorikan gejala gangguan psikologis?

1 dari 3

Mengamuk saat Diingatkan, Gangguan Psikologis atau Bukan?

Mengamuk saat Diingatkan, Gangguan Psikologis atau Bukan?
loading

Pada dasarnya, kita tidak bisa langsung menilai orang yang marah dan tersinggung ketika menghadapi suatu hal, termasuk dinasihati, mengidap masalah mental.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa membuat orang mengeluarkan reaksi negatif seperti itu.

“Pertama, marah saat dinasihati itu sebenarnya merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri untuk melindungi harganya dirinya,” jelas Ikhsan.

Artikel Lainnya: Ayah Sering Marah, Ini Dampak Buruk yang Dirasakan Anak

Ia menambahkan, “Pasalnya, ketika ditegur, si individu itu perlu mengakui kesalahannya, kan? Sedangkan, individu yang marah ini tidak mau terlihat salah alias gengsi.”

Kedua, bisa saja orang tersebut merasa tindakannya bukanlah hal yang salah. Karena merasa tak salah namun ditegur, makanya responsnya menjadi negatif.

“Dan ketiga, ada juga individu yang memiliki masalah dalam mengendalikan emosinya. Alhasil, jika ada hal yang tidak sesuai keinginannya, orang itu akan langsung mengutarakan rasa tidak suka. Ditunjukkan dengan apa? Ya, ditunjukkannya dengan marah-marah,” ujar Ikhsan.

Terkadang, rasa lelah juga berpengaruh pada respons kita terhadap sebuah masalah. Ketika lelah dan mengalami bad day akibat berbagai faktor, potensi untuk mengeluh dan marah akan lebih besar ketimbang saat baik-baik saja.

Untuk menilai apakah orang yang sering marah saat dinasihati memiliki gangguan psikologis atau tidak, ada beberapa indikator menurut Psikolog Ikhsan, yaitu:

  • Ketika tersinggung karena suatu hal yang tak disukai, individu akan menunjukkan perilaku agresif.
  • Muncul perilaku merusak, baik menghancurkan barang ataupun melukai orang selama 1 tahun ke belakang.
  • Muncul ungkapan kasar atau menyerang dalam 3 bulan ke belakang. Jika hanya sekali, maka orang tersebut tak bisa langsung dikatakan memiliki gangguan psikologis.
  • Emosi selalu meledak-ledak saat ada sumber stres datang.

Artikel Lainnya: Cegah Stroke dengan Menahan Marah

2 dari 3

Apa yang Bisa Dilakukan saat Berhadapan dengan Orang Pemarah?

Apa yang Bisa Dilakukan saat Berhadapan dengan Orang Pemarah?
loading

Sangat dipahami, tidak mudah saat mendapatkan respons negatif dari orang lain. Kendati begitu, beberapa hal di bawah ini setidaknya bisa membantu Anda ketika berhadapan dengan mereka yang punya anger issue:

  • Tetap tenang. Jika Anda tetap tenang, maka tingkat kemarahan bisa ditekan.
  • Cobalah untuk mendengarkan orang tersebut. Kalau bisa, beri ia waktu untuk mengomunikasikan perasaannya tanpa menghakiminya. Terkadang, hanya diberi izin untuk mengungkapkan perasaan marah sudah cukup baginya.
  • Beri ia ruang. Kalau Anda menyadari bahwa melanjutkan percakapan akan memperburuk keadaan, beri ia ruang untuk tenang dan berpikir.
  • Tetapkan batasan. Perjelas sebelumnya tentang perilaku seperti apa yang dapat dan tidak dapat Anda terima. Anda tidak harus tahan dengan perilaku apa pun yang membuat tidak aman.
  • Bantu orang tersebut mengidentifikasi pemicunya. Cara ini dapat dicoba saat Anda berdua merasa tenang dan jauh dari situasi yang memanas.

Mengidentifikasi pemicu kemarahan dapat membantu menghindari situasi yang memicu kemarahan.

  • Dukung ia untuk mencari bantuan profesional.

Artikel Lainnya: Begini Cara Emosi Pengaruhi Sistem Imun Anda

  • Bila perilaku marahnya sering agresif, buatlah daftar nomor telepon penting, organisasi, atau layanan yang dapat Anda hubungi ketika merasa takut.
  • Bila tinggal satu rumah, siapkan tas Anda beserta isinya untuk dibawa pergi dalam keadaan darurat.
Baca Juga

Bila ada pertanyaan seputar kesehatan mental, konsultasi ke psikolog dan dokter spesialis kejiwaan lewat fitur LiveChat di Klikdokter.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Thadeus Wenselinus Eduardus Pabha Swan, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Ayu Mukti, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000
avatar

Tengku Sheila Noor Faraza, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Lebih Jauh Terapi Seks untuk Suami Istri

Info Sehat
17 Mei

Adakah Pengaruh Kepribadian Ibu pada Proses Persalinan?

Info Sehat
07 Mei

Catat, Ini Hal yang Tidak Boleh Dikatakan pada Anak Telantar

Info Sehat
06 Mei

Tipe-Tipe Kepribadian Orang di Masa Pandemi COVID-19

Info Sehat
06 Mei

Mengapa Ada Orang yang Percaya Hal Mistis? Ini Kata Psikolog

Info Sehat
03 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat