5 Cara Kuatkan Mental Penderita Kanker Payudara
search

Menguatkan Mental saat Didiagnosis Mengidap Kanker Payudara

Saat didiagnosis mengidap kanker payudara, bukan hanya asupan makan saja yang harus dijaga, tapi kesehatan mental pasien juga harus diperhatikan.
Menguatkan Mental saat Didiagnosis Mengidap Kanker Payudara

Klikdokter.com, Jakarta Rasa takut, cemas, dan sedih bisa bercampur menjadi satu ketika seseorang didiagnosis mengidap kanker payudara. 

Ketika tubuh mengalami cemas berlebih, maka sistem imun dalam tubuh akan semakin menurun. Apabila hal ini terjadi, kondisi kesehatan pasien kanker bisa menurun. 

Maka dari itu, pasien diminta untuk bisa mengendalikan rasa cemas dan depresi agar tubuhnya tetap kuat menjalani pengobatan dan perawatan kanker.

1 dari 2

Cara Menguatkan Mental Saat Mengidap Kanker Payudara

Cara Menguatkan Mental Saat Mengidap Kanker Payudara
loading

Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog berikut adalah beberapa tips untuk menguatkan mental saat didiagnosis kanker payudara: 

1. Lakukan Kegiatan yang Masih Bisa Dilakukan

Psikolog Ikhsan menyarankan penderita kanker untuk melakukan kegiatan yang masih bisa ia lakukan. 

Bisa saja pengidap kanker dapat melakukan kegiatan yang disukai, seperti memasak, olahraga santai, menggambar dan sebagainya. 

Melakukan hal yang digemari dapat meningkatkan penilaian diri (self worth) yang dimiliki oleh penderita kanker payudara.

Artikel Lainnya: Kanker Testis Rentan Ganggu Kesehatan Mental Pasien

2. Mempelajari Lebih Lanjut Tentang Kanker 

Minimnya pengetahuan tentang kanker bisa menyebabkan seseorang menjadi takut. Oleh karena itu, pasien harus mengetahui banyak informasi mengenai kanker payudara dan apa yang bisa dilakukan untuk sembuh dari kondisi tersebut. 

Pastikan Anda mendapatkan informasi mengenai kanker payudara dari sumber yang kredibel. Anda bisa mencari tahu lewat konsultasi dengan dokter atau membaca artikel kesehatan. 

3. Konsultasi dengan Tim Perawat 

Kebanyakan orang dengan diagnosis kanker akan diobati dan dirawat sesegera mungkin. 

Artinya, pasien dapat dirawat selama satu sampai dua minggu lebih di rumah sakit guna mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Selama dirawat di rumah sakit, Anda dapat bertemu dengan banyak dokter dan tim kesehatan. Gunakan kesempatan itu untuk belajar dan bertanya tentang kanker payudara. 

Di samping itu, tetap ikuti jadwal pengobatan yang sudah ditentukan dan direncanakan oleh dokter Anda. 

Artikel Lainnya: Pentingnya Dukungan Keluarga untuk Pasien Kanker Nasofaring

4. Bercerita Kepada Orang yang Dipercaya

Tidak mudah untuk bisa menerima kenyataan bahwa Anda sedang mengidap penyakit kronis. Pastinya banyak perasaan yang berkecamuk di pikiran Anda. 

Sebaiknya segala kekhawatiran yang dirasakan jangan dipendam. Ceritakan atau utarakanlah kepada kerabat.

“Mereka yang didiagnosis kanker payudara memiliki kondisi mentalnya yang drop sehingga bisa muncul pikiran negatif atau bahkan jadi merasa tidak berharga. Di sini, keluarga dan kerabat sebisa mungkin harus memberikan dukungan dengan menyampaikan hal-hal positif. Tujuannya agar keinginan hidup dari pasien meningkat dan ia bisa pulih dari kankernya,” kata psikolog Ikhsan.

Artikel Lainnya: Daftar Penyakit Genetis yang Diturunkan Ibu kepada Anaknya

5. Jangan Sungkan Meminta Jarak dari Orang Lain 

Saat orang di sekitar mengetahui bahwa Anda mengidap kanker, mereka mungkin akan menghubungi Anda untuk sekadar menanyakan kabar. 

Sayangnya, pesan atau kata-kata penyemangat dari banyak orang justru dapat menguras hati. 

Bagi beberapa pasien kanker, mereka mungkin lebih nyaman untuk diperlakukan biasa tanpa rasa kasihan atau sedih yang berlebihan dari orang sekitar. 

Oleh karena itu, jangan sungkan juga untuk menjaga jarak dari orang lain guna fokus kepada kesehatan mental diri sendiri. Anda bisa bersikap tidak acuh terlebih dahulu untuk beberapa waktu sampai pikiran dan hati tenang. 

Psikolog Ikhsan Bella juga menyarankan agar keluarga dan kerabat pasien tidak membandingkan kondisi penderita dengan orang lain yang juga terkena kanker. 

Baca Juga

“Kita tidak tahu seberat apa penderitaan yang dialaminya dan seberapa terdampak kondisi psikologisnya dia. Lalu sebisa mungkin batasi diri untuk mengorek lebih dalam mengenai penyebab pasien mengidap kanker. Sebab itu dapat menyakiti hati pasien dan membuatnya semakin cemas,”kata psikolog Ikhsan. 

Untuk tahu informasi kesehatan mental lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter dan psikolog melalui fitur LiveChat.

(OVI/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Selalu Terjebak Hubungan Toxic, Perlukah ke Psikolog?

Info Sehat
24 Mei

Jenis-Jenis Kanker Payudara yang Harus Anda Tahu

Info Sehat
24 Mei

Merawat Hubungan Baik Bisa Bikin Panjang Umur

Info Sehat
23 Mei

Mengenal Pola Asuh Good Enough Parenting

Info Sehat
23 Mei

Magical Thinking pada Anak, Normal atau Tidak, Ya?

Info Sehat
20 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat