Cara Cegah Penularan COVID-19 usai Pulang Mudik
searchtext customer service

Pulang Mudik, Wajib Lakukan Ini untuk Cegah Penularan COVID-19

Demi kesehatan dan keselamatan bersama, ada beberapa hal yang mesti dilakukan usai pulang mudik. Simak penjelasannya di sini.
Pulang Mudik, Wajib Lakukan Ini untuk Cegah Penularan COVID-19 (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Klikdokter.com, Jakarta Mudik Lebaran 2021 sebenarnya menjadi hal yang dilarang pemerintah. Sayangnya, masih banyak yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

Bahkan, Kementerian Perhubungan sempat mencatat jumlah pemudik kemarin mencapai 1,5 juta orang.

Beruntung bila selama bepergian mereka tidak tertular COVID-19. Namun, tak ada yang bisa menjamin 100 persen, bukan? Lalu, apa yang harus dilakukan demi mencegah penularan covid usai pulang mudik?

 

1 dari 3

Cara Mencegah Penularan COVID-19 usai Pulang Mudik

Cara Mencegah Penularan COVID-19 usai Pulang Mudik (ANTARA FOTO/Agus Alfian)
loading

Juru Bicara Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengimbau masyarakat yang pulang mudik untuk karantina mandiri. Hal tersebut sangat penting demi mencegah penularan virus corona ke orang-orang sekitar.

Adapun imbauan spesifik tentang karantina mandiri yang dilontarkan Wiku yaitu warga harus melakukan karantina selama 5x24 jam.

Tidak disebutkan detail di mana warga harus melakukan karantina. Namun, penginapan mungkin bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Artikel Lainnya: Cegah Penyebaran COVID-19 saat Lebaran dengan Cara Ini

Wiku juga meminta posko penanganan covid mengoptimalkan kinerjanya. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan juga harus dipercepat apabila ditemukan gejala yang mengarah ke COVID-19.

Bahkan, tes rapid antigen juga tetap dilakukan secara acak di titik-titik penyekatan. Imbauan dari Wiku juga disambut baik oleh dr. Dyah Novita Anggraini.

Menurutnya, orang yang habis pulang mudik, sekali pun kampung halamannya dekat, sebaiknya memang melakukan karantina mandiri apalagi bila seluruh keluarga ikut bepergian.

“Apabila yang mudik hanya satu atau dua orang dan sisanya tidak ikut, maka yang melakukan karantina mandiri adalah pihak yang pergi saja. Karantina harus dilakukan terpisah. Orang yang tidak pergi tetap berada di rumah,” ujarnya.

Tenaga medis yang kerap disapa dr. Vita itu menambahkan, “Setelah hari ketiga atau kelima, Anda bisa melakukan swab PCR. Meski tanpa gejala, hasil PCR yang positif menjadi indikator bahwa Anda harus menambah waktu isolasi minimal 10 hari.”

“Jika Anda memilih swab antigen, tes itu bisa dilakukan di hari kedua atau ketiga. Kalau positif, langkah selanjutnya sama.”

Untuk merangkum apa saja yang mesti dilakukan usai pulang mudik demi mencegah penularan virus SARS-CoV-2, berikut langkah-langkahnya:

  1. Karantina mandiri selama 5 hari.
  2. Lakukan tes PCR atau swab antigen.
  3. Jika hasilnya positif dan tanpa gejala, maka tambah waktu isolasi minimal 10 hari.
  4. Setelah 10 hari, tes bisa dilakukan kembali.
  5. Jika selama karantina ditemukan gejala dan hasil tesnya positif, maka segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter di faskes terdekat.

Artikel Lainnya: Ditemukan di Pasien COVID-19 India, Ini Bahaya Infeksi Jamur Hitam

2 dari 3

Hasil Tes Negatif, Perlukah Karantina Mandiri?

Hasil Tes Negatif, Perlukah Karantina Mandiri? (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
loading

Pertanyaan ini mungkin kerap terlintas di benak ribuan pemudik dengan hasil tes PCR atau rapid antigen negatif. Kendati demikian, dr. Vita tetap mengimbau pemudik untuk karantina mandiri.

“Meskipun hasil tes Anda negatif, ikuti aturan pemerintah yaitu lanjut karantina selama beberapa hari. Setelah karantina usai, Anda bisa kembali pulang ke rumah,” jelas dr. Vita.

“Jika Anda tidak mengandalkan tes sama sekali (tidak ketahuan positif atau negatif dan kondisi stabil), karantina yang dianjurkan minimal 10 hari,” sarannya.

Ada alasan kenapa tes PCR dan antigen tidak dilakukan terburu-buru. Tes PCR disarankan dr. Vita untuk dilakukan pada hari ke-3 atau ke-5 untuk menghindari hasil negatif palsu.

Baca Juga

Jangan sampai hanya karena ingin cepat-cepat tes, hasil negatif palsu malah membahayakan seisi rumah dan orang terdekat yang berinteraksi dengan Anda.

Bila ada pertanyaan seputar coronavirus, konsultasi ke dokter lewat LiveChat di Klikdokter. Informasi tes swab, fasilitas kesehatan, dan vaksin virus corona bisa diakses di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Afdhal Yuli Firlando

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Peter Fernando, DiMAP.

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Rahmi Nilifda

Konsultasi Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Efek Samping Ephedra dalam Lianhua Qingwen

Info Sehat
19 Mei

Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin COVID-19

Info Sehat
18 Mei

Mengenal Uji Toksisitas dan Sterilitas Vaksin

Info Sehat
17 Mei

Aturan Lepas Masker CDC, Bisakah Diterapkan di Indonesia?

Info Sehat
17 Mei

Cegah Penyebaran COVID-19 saat Lebaran dengan Cara Ini

Info Sehat
13 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat