Ahli Temukan Mutasi COVID-19 dari Anjing di Malaysia
searchtext customer service

Cek Fakta Penemuan Mutasi COVID-19 dari Anjing di Malaysia

Peneliti menemukan lagi mutasi virus corona baru di Malaysia. Virus ini dikatakan menular dari anjing. Bagaimana faktanya? Simak ulasannya di sini.
Cek Fakta Penemuan Mutasi COVID-19 dari Anjing di Malaysia

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini para ilmuwan kembali menemukan mutasi virus corona baru pada pasien positif COVID-19 di Malaysia. Pasien ini diklaim memiliki virus corona dengan mutasi terbaru yang berasal dari hewan anjing.

1 dari 4

Mutasi COVID-19 Varian Baru

loading

Berdasarkan Jurnal Clinical Infectious Diseases, peneliti kembali melaporkan adanya mutasi terbaru dari virus corona yang katanya berasal dari anjing. Para ilmuwan lantas mendeteksi keberadaan virus ini dari sampel pasien pneumonia di Malaysia yang diisolasi pada 2018 lalu.

Menurut para peneliti, varian virus corona yang dinamai CCoV-HuPn-2018 tersebut bisa berpindah dari hewan kepada manusia. Anjing disebut berisiko paling tinggi menularkan virus yang menyebabkan pandemi di seluruh dunia tersebut.

Artikel lainnya: India Alami Serangan Virus Corona Triple Mutation, Apa Maksudnya?

Waspada, Ada Mutasi Ganda Virus Corona dari India!
loading

Mengutip Times Now News, Gregory Gracy, profesor penyakit menular dari Fakultas Kedokteran, Duke University Malaysia, meminta satu muridnya, Leshan Xiu, untuk meneliti kemungkinan virus corona lain yang juga berbahaya bagi tubuh manusia.

Xiu kemudian membuat sebuah tes yang bisa mendeteksi keberadaan semua jenis coronavirus, bahkan yang belum dikenal. Sampel diambil dari pasien di rumah sakit Sarawak, Malaysia, dengan menggunakan alat tes usap hidung.

Setelah melakukan beberapa penelitian, Leshan Xiu mendapat bukti bahwa COVID-19 varian baru berhubungan dengan pneumonia pada pasien di rumah sakit di Malaysia.

Jurnal Clinical Infectious Diseases mengatakan, virus ini mungkin jadi virus corona kedelapan yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Para pasien ini merasakan gejala seperti pneumonia biasa. Akan tetapi, Gray dan Xiu menemukan, 8 dari 301 sampel yang diujikan terbukti terinfeksi COVID-19 dari anjing.

Delapan pasien ini di antaranya adalah anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan bantuan alat pernapasan.

Artikel lainnya: Mutasi COVID B.1.351 Disebut Tekan Efektivitas Vaksin, Ini Kata Dokter

2 dari 4

Beda Virus Corona Sebelumnya dengan Varian Baru di Malaysia

Beda Virus Corona Sebelumnya dengan Varian Baru di Malaysia
loading

Para peneliti menyebut bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan dalam mutasi corona di Malaysia tersebut. Hanya saja, virus corona terbaru ini punya beberapa fitur genetik yang menunjukkan adanya penularan zoonosis (dari hewan ke manusia).

Namun, hal tersebut masih sebatas dugaan. Belum ada bukti pasti  yang mengatakan bahwa anjing bisa menularkan virus corona kepada manusia.

Hal yang sama juga diungkap dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, belum ada laporan resmi yang menunjukkan mutasi virus corona di malaysia ini menular dari hewan kepada manusia.

Dokter Devia menambahkan, “Dari penelitian, dikatakan strain canine coronavirus ini mutasinya mirip dengan strain SARS-COV-2 dan SARS-COV-1. Belum ada penelitian yang mengatakan strain ini lebih berbahaya.”

“Namun, tetap waspada saja karena strainnya mirip mutasi virus SARS-COV-2 atau virus SARS-COV-2 yang manifestasinya bisa menyebabkan gangguan pernapasan,” tuturnya.

Artikel lainnya: Mengenal Mutasi Virus Corona N439K, Apa Lagi Itu?

3 dari 4

Apakah Mutasi Corona dari Anjing Berbahaya?

Apakah Mutasi Corona dari Anjing Berbahaya?
loading

Belum ada penelitian yang memastikan adanya penularan virus corona dari anjing kepada manusia. Akan tetapi, karena pada virus tersebut ditemukan kemiripan strain SARS-COV-2 dan SARS-COV-1, jenis mutasi ini tetap bisa menyebabkan gangguan pernapasan, seperti sesak napas dan pneumonia.

Itu sebabnya, pencegahan dan pengobatannya harus tepat agar tidak berdampak fatal pada kesehatan.

Dokter Devia menambahkan, belum ada panduan khusus pengobatan mutasi virus corona yang ditularkan dari anjing. Tatalaksana penanganannya masih merujuk pada prosedur penanganan virus corona varian sebelumnya.

Baca Juga

Karena itu, Anda tetap diminta untuk melakukan protokol kesehatan dengan benar. Tetap jaga kebersihan, hindari kerumunan, dan lakukan gaya hidup sehat.

Dapatkan informasi terbaru seputar virus corona di tautan ini. Manfaatkan juga layanan Live Chat dari Klikdokter untuk berkonsultasi langsung dengan pakar kesehatan.

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

COVID-19 Ternyata Bisa Turunkan Volume Gray Matter di Otak

Info Sehat
21 Mei

Kalbe Terapkan Vaksin Gotong Royong Demi Cegah Penularan COVID-19

Info Sehat
20 Mei

Pulang Mudik, Wajib Lakukan Ini untuk Cegah Penularan COVID-19

Info Sehat
19 Mei

Mengenal Efek Samping Ephedra dalam Lianhua Qingwen

Info Sehat
19 Mei

Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin COVID-19

Info Sehat
18 Mei

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat