4 Cara Mengatasi Insecure pada Remaja Perempuan
search

Cara Mengatasi Perasaan Insecure pada Remaja Perempuan

Remaja perempuan yang sedang mencari jati diri rentan merasa insecure. Orangtua dapat membantu mengatasi kondisi ini dengan melakukan tips berikut.
Cara Mengatasi Perasaan Insecure pada Remaja Perempuan

Klikdokter.com, Jakarta Melihat anak gadis yang tumbuh dengan perasaan insecure tentu dapat membuat orangtua merasa sedih dan khawatir.

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, perasaan insecure pada remaja bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor di antaranya, yaitu karena perasaan tidak aman atau kurang merasa diterima di lingkungan, juga akibat pola asuh orangtua.

Lantas, harus bagaimana? Adakah tindakan yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi insecure pada remaja perempuan?

Artikel Lainnya: Mengenal Perbedaan Iri dan Cemburu dari Sudut Pandang Psikolog

Ada! Berikut ini beberapa tips yang bisa orangtua lakukan untuk membantu mengatasi remaja perempuan insecure:

1 dari 3

1. Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak

Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak
loading

Anak akan mengamati dan belajar dari cara orangtuanya menangani kesulitan, berinteraksi dengan orang lain, dan menghargai diri sendiri.

Jika orangtuanya melakukan kebaikan dan memiliki kepercayaan diri yang baik, itu artinya Anda telah berada di jalur yang benar.

Namun, jika orangtuanya sering berbicara kasar, mengeluh, bergosip, dan berkomentar negatif terhadap banyak hal, kemungkinan besar anak akan menerima perilaku tersebut sebagai hal yang normal. Mereka pun berpotensi tinggi untuk menirunya.

“Jadilah role model dengan tampil sebagai orangtua yang tenang, termasuk ketika menghadapi sikap anak yang memancing emosi,” kata Gracia.

“Bersikaplah terbuka, bersedia minta maaf saat salah, dan tak sungkan untuk berterima kasih pada anak. Menyempatkan waktu untuk sharing dengan anak juga penting,” sambungnya.

Tidak cukup hanya dengan itu, orangtua juga mesti berperan dalam membangun rasa percaya diri anak. Caranya adalah dengan berkomentar positif tentang diri Anda sebagai orang tua, bisa mengenai penampilan, karier, dan kehidupan secara umum.

Hal tersebut akan membantu mengembangkan self-talk yang sehat tentang diri sang anak yang sedang beranjak remaja.

2. Apresiasi Setiap Pencapaian Anak

Menurut Gracia, meningkatkan harga diri yang rendah pada anak bisa dengan mengubah pikiran negatif menjadi positif. Harga diri yang rendah umumnya disebabkan oleh pernyataan self-talk negatif yang meremehkan diri sendiri.

Oleh sebab itu, sebagai orangtua, penting untuk bisa ‘hadir’ secara emosional agar bisa memberikan rasa aman pada anak. Dengan demikian, anak akan merasa dihargai serta dicintai secara utuh di dalam keluarga.

Cobalah juga untuk memberikan apresiasi pada anak setiap ia melakukan hal yang baik. Berikan pula dukungan dan semangat setiap kali ia akan melakukan kegiatan di luar rumah, baik terkait dengan sekolah maupun tidak.

“Apresiasi pencapaian anak sekecil apapun. Hargai juga setiap usaha yang telah ia lakukan, sekalipun masih belum sesuai ekspektasi orangtua,” tutur Gracia.

Artikel Lainnya: Jenis-jenis Gangguan Jiwa yang Perlu Anda Ketahui

2 dari 3

3. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak

Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak
loading

Jadilah orangtua yang ingin diajak bicara oleh anak saat mereka ingin bercerita. Faktanya, membangun komunikasi yang baik dengan anak dapat membuatnya tidak merasa canggung saat ingin menceritakan hal apapun dengan orangtuanya.

Melansir dari goodlife detroit, membangun hubungan yang sehat antara anak remaja dengan orangtua bisa dimulai dengan membiasakan quality talk di rumah. Hal ini bertujuan untuk membantu penyaluran ekspresi, emosi, dan pikiran anak agar lebih terarah.

Jadilah juga sosok pendengar yang baik, dan tidak bereaksi berlebihan atau membombardir anak remaja dengan sejuta pertanyaan saat mereka berusaha untuk bercerita mengenai masalah yang dihadapinya.

“Biasakan untuk melakukan komunikasi dua arah dengan anak, misalnya dengan mengajukan pertanyaan terbuka atau validasi perasaannya,” saran Gracia.

“Berusaha juga untuk mengerti dari sudut pandang anak, dan mengajak mereka berdiskusi bersama tentang banyak hal,” lanjutnya.

4. Bimbing Anak dalam Bermain Media Sosial

Melansir dari firstthings, media sosial bisa saja menurunkan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, berikan bimbingan kepada anak tentang cara penggunaan media sosial yang sehat.

Orangtua juga dapat membicarakan tentang ‘ketidaknyataan’ yang ada di media sosial, dan bahaya jika terus terpaku pada hal tersebut.

Orangtua dapat pula memberikan batasan pada anak untuk bermain media sosial dengan mengajaknya melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga bersama, mencoba resep baru, dan lain sebagainya.

Hal tersebut dilakukan agar anak terdistraksi, sehingga tidak banyak menghabiskan waktu di dunia maya.

Baca Juga

Jika kesulitan dalam mengatasi remaja insecure, Anda bisa minta bantuan profesional untuk mendapatkan saran yang tepat. Gunakan layanan LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nia Niasari, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Joko Kurniawan, M.Sc, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Ribka Cordelia Iskandar, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Perlukah Mengajari Anak yang Sekolah Online Menulis dengan Tangan?

Info Sehat
10 Jun

Sederet Manfaat Sayur Kale untuk MPASI Bayi

Info Sehat
09 Jun

Anak di Bawah 2 Tahun Tak Dianjurkan Pakai Masker, Lakukan Ini

Info Sehat
07 Jun

Vaksin COVID-19 Sinovac Bisa Digunakan pada Anak, Ini Faktanya

Info Sehat
07 Jun

Telat Memberikan MPASI Dapat Mengakibatkan Hal Ini pada Bayi

Info Sehat
07 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat