Kenali Diet Pritikin Lebih Jauh
search

Yuk, Kenali Diet Pritikin Lebih Jauh

Banyak orang menjaga tubuhnya dengan cara berdiet, dan salah satu caranya adalah dengan melakukan Diet Pritikin. Apa itu Diet Pritikin? Apa manfaatnya? Simak di sini.
Yuk, Kenali Diet Pritikin Lebih Jauh

Klikdokter.com, Jakarta Sudah berapa banyak pola diet yang pernah Anda coba? Mungkin Anda pernah menjalani diet mayo, diet keto, diet vegan, hingga diet Mediterania. Nah, bagaimana dengan diet Pritikin?

Sudah pernah dengar belum? Sebelum Anda buru-buru mencoba, yuk kita kenali seluk-beluk jenis diet yang satu ini.

1 dari 4

Seputar Diet Pritikin

loading

Pritikin bukanlah pola diet baru. Dalam berbagai sumber, metode ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Nathan Pritikin adalah orang yang memperkenalkan gaya makan tersebut untuk membantu penurunan berat badan dan meningkatkan kesehatan jantung.

Diet ini menekankan makanan yang tidak diproses, rendah lemak, dan tinggi serat, serta aktif olahraga setiap hari. 

Dijelaskan dr. Devia Irine Putri, “Diet Pritikin awalnya berguna untuk membantu mencegah terjadinya penyakit jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan membantu mengontrol tekanan darah.”

Namun, dia menambahkan, pada perkembangan berikutnya, diet ini juga bermanfaat untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

Pritikin sendiri bukanlah seorang dokter atau profesional dalam bidang nutrisi. Dia menciptakan pola diet ini berdasarkan pengamatannya terhadap kesehatan masyarakat selama Perang Dunia 2 dan masalah kesehatannya sendiri. 

Artikel lainnya: Kiat Memilih Diet yang Cocok untuk Anda

Diet Pritikin
loading

Pritikin menderita penyakit jantung. Diyakini sakitnya bersumber akibat stres berkepanjangan. Dia pun diajurkan untuk mengonsumsi obat dan menjalani gaya hidup rendah stres.

Namun, dia mengamati tingkat penyakit jantung menurun pasca-perang, meskipun tingkat stres masih tinggi. Dari situlah dia penasaran dan melakukan sejumlah pengamatan serta penelitian.

Dia mengamati penjatahan makanan masyarakat di masa perang. Semasa perang, masyarakat diberikan makanan rendah lemak serta kolesterol, dan tinggi serat. 

Demi menguji teorinya, dia pun mengabaikan saran dokter dan obat-obatan yang diberikan. Pritikin memilih mengobati penyakit jantungnya dengan diet rendah lemak dan kolesterol tapi tinggi serat, dan rutin berolahraga.

Hasilnya, Pritikin sukses besar dengan metodenya. Dia pun berhasil menerbitkan penelitiannya di jurnal medis terkemuka saat itu. Sejak itu diet Pritikin menjadi salah satu diet populer hingga kini.

2 dari 4

Rencana Makan dan Olahraga Diet Pritikin

Rencana Makan dan Olahraga Diet Pritikin
loading

Diet pritikin merupakan diet yang menekankan pada asupan makanan utuh yang tidak diproses, rendah lemak, dan tinggi serat. Sekitar 10-15 persen kalori harus berasal dari lemak, 15-20 persen dari protein, dan 65-75 persen dari karbohidrat kompleks.

Rencana makan diet ini didasarkan pada sistem lampu lalu lintas dengan daftar makanan “jalan” (yang boleh dikonsumsi), “hati-hati” (makanan yang harus dibatasi), dan “berhenti” (makanan terlarang).

Artikel lainnya: Tips Aman Menjalankan Diet Keto untuk Penderita Mag

Makanan “jalan” termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, serta makanan rendah lemak dan kaya kalsium seperti yoghurt bebas lemak.

Makanan “hati-hati” merupakan makanan yang harus dibatasi, tapi Anda masih bisa memakannya sesekali. Makanan ini termasuk minyak, gula halus (sirup dan jus buah), biji-bijian olahan (roti putih, pasta, dan nasi). 

Makanan “berhenti” merupakan makanan yang harus dimakan tidak lebih dari sekali dalam sebulan. Makanan ini termasuk lemak hewani (mentega), minyak tropis (minyak kelapa), minyak olahan, daging olahan, lemak utuh, susu, dan makanan olahan lainnya. 

Olahraga juga merupakan aspek penting dalam diet Pritikin. Olahraga yang dianjurkan dalam Diet Pritikin berfokus pada tiga bidang utama, yaitu pengkondisian kardiovaskular (latihan aerobik), latihan kekuatan, dan fleksibilitas (peregangan).

Latihan-latihan tersebut dianjurkan sebagai berikut:

  • Pengkondisian kardiovaskular: 30-90 menit setiap hari setidaknya 6 hari per minggu (7 hari per minggu jika Anda menderita diabetes).
  • Latihan kekuatan: Anda bisa mengikuti dua atau tiga sesi latihan 20 menit per minggu
  • Fleksibilitas Peregangan: lakukanlah peregangan selama 10 menit setiap hari selama setidaknya 10-30 detik per peregangan.
3 dari 4

Efektifkah Diet Pritikin untuk Menurunkan Berat Badan?

Efektifkah Diet Pritikin untuk Menurunkan Berat Badan?
loading

Meskipun bukan tujuan utama, Anda dapat mudah menurunkan berat badan melalui program diet Pritikin. Sebab, pola diet ini berfokus pada makanan utuh yang tidak diproses dan menekankan makanan tinggi protein dan serat.

Artikel lainnya: Pilihan Makanan Olahan Sehat dan Bergizi, Cocok untuk Diet!

Makanan tinggi protein dan serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini membantu meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi rasa lapar. 

Diet ini juga secara ketat membatasi makanan tinggi gula, lemak, dan garam yang cenderung lebih tinggi kalori.

Belum lagi bila dikombinasikan dengan olahraga secara rutin yang dapat mengurangi stres. Gabungan semuanya dapat membantu menciptakan defisit kalori hingga memangkas berat badan Anda. 

Namun demikian, diingatkan dr. Devia, diet Pritikin juga punya risiko kesehatan yang harus diperhatikan.

“Diet ini sebenarnya sehat, tapi rendah protein. Namun, tubuh Anda juga membutuhkan protein dan lemak untuk pertumbuhannya,” katanya.

Orang yang aktif secara fisik, misalnya, memiliki kebutuhan protein dan lemak yang lebih tinggi. Mereka mungkin kesulitan untuk mendapatkan cukup protein pada diet ini.

Kelompok tertentu, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, mungkin tidak disarankan untuk melakukan diet jenis ini.

“Selain itu, diet ini juga sulit untuk di-maintenance dalam jangka waktu lama. Itu karena banyak pantangan makanan ditambah pengaruh lingkungan, tradisi, dll,” ujar dr. Devia. 

Bagaimanapun, manusia tetap membutuhkan lemak. Diet rendah lemak dalam jangka waktu lama dapat memicu gangguan metabolisme.

Baca Juga

Diet Pritikin dapat menjadi solusi penurunan badan Anda. Namun, jangan asal menerapkan pola diet, apalagi untuk jangka waktu lama. Diskusikan dengan dokter atau ahli gizi seputar pola makan yang sesuai tubuh dan kebutuhan Anda untuk meminimalkan efek samping.

Konsultasikan kesehatan Anda melalui layanan Live Chat 24 Jam dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

Kulit Berubah Warna Menjadi Biru Keunguan Tanda Penyakit Jantung?

Info Sehat
22 Jun

Benarkah Pusing Merupakan Gejala Kolesterol Tinggi?

Info Sehat
17 Jun

Sering Keringat Dingin, Benarkah Gejala Penyakit Jantung?

Info Sehat
08 Jun

Berapa Kadar Kolesterol Normal Orang Dewasa?

Info Sehat
21 Apr

Pisang Ternyata Juga Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Info Sehat
02 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat