Mengapa Banyak Pasien COVID-19 Kabur Saat Isoman?
search

Pasien COVID-19 Sengaja Berkeliaran saat Isoman, Ini Kata Psikolog

Kasus pasien COVID-19 yang sengaja kabur dari rumah bikin geram masyarakat. Ini tentu bukan kejadian pertama. Apa kata psikolog mengenai perilaku ini?
Pasien COVID-19 Sengaja Berkeliaran saat Isoman, Ini Kata Psikolog

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya satu, ada banyak kasus pasien COVID-19 yang kabur saat sedang isolasi mandiri di rumah atau rumah sakit. Bahkan, beberapa waktu lalu masyarakat sempat geger dengan unggahan pasien COVID-19 di media sosial sedang nongkrong di area Pantai Indah Kapuk.

Hal ini jelas membuat banyak orang geram dan cemas. Bukan semakin turun, angka penularan virus corona di Indonesia justru semakin tinggi.

Apa, sih, yang membuat pasien isolasi mandiri COVID-19 sengaja pergi ke luar rumah, bahkan sampai ada niatan untuk menyebarkan virus ini pada orang lain? 

1 dari 3

Kenapa Pasien COVID-19 Banyak yang Kabur saat Isolasi Mandiri

Kenapa Pasien COVID-19 Banyak yang Kabur saat Isolasi Mandiri
loading

Dijelaskan oleh psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi., penyebab pasien COVID-19 akhirnya bertindak nekat, seperti kabur saat isolasi mandiri, sebenarnya sangat bervariasi.

Artikel lainnya: Pentingnya Jaga Kebersihan Rumah Saat Isolasi Mandiri

Namun, ada penyebab umumnya, seperti:

1. Merasa Tidak Nyaman

Pasien yang mengetahui dirinya positif virus corona akan mengalami perasaan tidak menyenangkan. Belum lagi jika orang tersebut diminta untuk mengurung diri selama 14 hari lamanya.

Hal ini tentu akan meningkatkan rasa tidak nyaman. Tidak hanya itu, bisa saja sang pasien merasa dirinya baik-baik saja dan sehat alias OTG.

Ketidaknyamanan dan perasaan tidak merasa sakit inilah yang bisa mendorongnya untuk berkeliaran dan kabur dari isolasi mandiri.

2. Kurang Paham Arti Isolasi Mandiri 

Ketidakpahaman arti isolasi mandiri COVID-19 di rumah juga jadi alasan lainnya pasien nekat kabur dan berkeliaran.

“Bagi sang individu, bisa saja bayangan dia akan isolasi mandiri adalah hanya berdiam di kamar tanpa bisa pergi ke mana-mana. Padahal, Anda masih bisa pergi ke halaman untuk berjemur, berkomunikasi dengan anggota keluarga melalui telepon, dan sebagainya,” ujar Ikhsan. 

3. Menolak Diagnosis COVID-19 

Pasien yang dalam benakanya menolak hasil positif virus corona juga bisa bertindak lalai pada prosedur isolasi mandiri. Lagi-lagi, bisa saja mereka percaya bahwa dirinya tidak memiliki gejala sehingga tidak perlu melakukan isolasi mandiri.

Mereka pun pada akhirnya bersikap cuek dan nekat untuk nongkrong maupun berkeliaran ke luar rumah. 

Apakah sengaja lalai pada isolasi mandiri ini pertanda gangguan kesehatan mental pada pasien? Menurut psikolog Ikhsan, belum tentu. Dibutuhkan observasi lebih lanjut untuk memastikannya.

“Namun, dari situ kita bisa melihat bahwa individu ini memiliki hambatan dalam kontrol diri dan pengendalian emosi. Ketika merasa tidak nyaman, dia langsung meluapkan emosinya dengan perilaku yang membahayakan orang lain,” ujarnya. 

Artikel lainnya: Pentingnya Punya Oximeter saat Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri

2 dari 3

Apa yang Bisa Dilakukan agar Pasien Bisa Patuh Isolasi Mandiri?

Apa yang Bisa Dilakukan agar Pasien Bisa Patuh Isolasi Mandiri?
loading

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar pasien COVID-19 tidak bertindak nekat selama menjalani isolasi mandiri di rumah atau rumah sakit?

  • Keluarga dan kerabat tetap perlu memberi dukungan kepada pasien COVID-19 melalui pesan atau telepon. Dengan begini, sang pasien akan bersemangat untuk sembuh dan merasa disayangi sebagai bagian dari keluarga.

Tanyakan juga apakah ada makanan yang sedang ia inginkan saat ini. Anda bisa membantu menghilangkan rasa bosan isolasi mandiri dengan mengirimkan makanan kesukaan mereka.

  • Mencari kegiatan hiburan yang disukai, misalnya dengan menonton film, bermain game, atau menonton video lucu. Anda dapat berkreasi membuat konten video lalu diunggah di media sosial.

Mencari kegiatan menghibur dan kreatif membantu meningkatkan imunitas pasien sehingga bisa mempercepat kesembuhan.

  • Menulis jurnal harian tentang apa saja yang dilakukan selama isolasi mandiri. Pasien COVID-19 bisa menuliskan jurnal secara manual atau membuatnya sebagai vlog (video blog). 

Mencurahkan perasaan kesal, bingung, dan bosan dalam bentuk jurnal adalah bentuk stress release yang baik.

Baca Juga

Isolasi mandiri COVID-19 sangat penting untuk melindungi orang sekitar. Yuk, jalani masalah isolasi Anda sepenuhnya. Usir rasa bosan dan frustrasi dengan beberapa kegiatan di atas.

Jangan ketinggalan berita lainnya seputar virus corona dan penularannya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa mendapatkan informasi seputar paket isolasi mandiri di website ini. 

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Thadeus Wenselinus Eduardus Pabha Swan, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Tengku Sheila Noor Faraza, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Patricia Elfira Vinny, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Salah Kaprah seputar Pandemi Virus Corona

Info Sehat
24 Jun

Benarkah Virus Corona Delta Lebih Mudah Menyerang Anak?

Info Sehat
24 Jun

Herd Stupidity, Alasan Masyarakat Mulai Abaikan COVID-19?

Info Sehat
22 Jun

Terapi Regeneron Kurangi Keparahan Akibat COVID-19

Info Sehat
21 Jun

Prosedur Vaksinasi Gratis COVID-19 di Fasilitas Kesehatan

Info Sehat
21 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat