Positif Covid-19, Ini 7 Tanda Anda Harus ke Rumah Sakit
search

Positif COVID-19, Ini Tanda Anda Harus Dirawat di Rumah Sakit

Saat positif virus corona dan tidak bergejala, Anda disarankan isolasi mandiri. Lalu, kondisi apa yang mengharuskan segera ke RS saat COVID-19?
Positif COVID-19, Ini Tanda Anda Harus Dirawat di Rumah Sakit

Klikdokter.com, Jakarta Tingginya kasus COVID-19 di Indonesia membuat sejumlah rumah sakit mengalami keterbatasan kamar rawat inap dan layanan kesehatan. Bahkan, ratusan rumah sakit rujukan virus corona kini hanya memiliki kapasitas sebanyak 8 persen, Senin (28/6).

Karena menipisnya persediaan fasilitas kesehatan, orang-orang yang terdeteksi positif COVID-19 disarankan untuk isolasi mandiri dan menjalani pengobatan yang dianjurkan. 

Hal ini terutama bagi pasien tidak bergejala dan gejala ringan. Namun, Anda mesti waspada dan peka terhadap kondisi pribadi selama isoman. 

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan adanya perburukan gejala dan harus ditangani di rumah sakit. 

Jika telat ditangani, derajat keparahan penyakit bisa meningkat. Lantas, kapan harus ke RS saat positif virus corona.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Fakta Mutasi COVID-19 Delta Plus

1 dari 3

Tanda-tanda Pasien COVID-19 Harus Dirujuk ke Rumah Sakit

Tanda-tanda Pasien COVID-19 Harus Dirujuk ke Rumah Sakit
loading

Beberapa kondisi yang membuat Anda harus dirawat di rumah sakit saat COVID antara lain:

  1. Kesulitan Bernapas

Melansir US News Health, ketika mengalami napas yang pendek dan terasa sulit bahkan saat beristirahat, Anda perlu waspada. Segeralah mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Hati-hati pula bila Anda sudah merasa sangat lelah hanya karena berjalan ke ruangan lain atau naik-turun tangga. Kondisi ini dapat menandakan hal serius.

Tanda lainnya pasien positif COVID-19 harus segera ke RS adalah dia berbicara terbata-bata atau banyak terpotong karena kerap berhenti untuk mengambil napas.

  1. Kadar Oksigen Tubuh Rendah

Ketika kadar oksigen tubuh rendah, perawatan medis harus segera dilakukan. Bila punya pulse oximeter, Anda bisa mengeceknya secara berkala.

Menurut dr. Devia Irine Putri, kadar oksigen dinyatakan rendah bila di bawah 95 persen. Kondisi kekurangan oksigen dapat ditandai dengan berbagai gejala, misalnya sesak napas, tangan kaki mulai dingin, dan detak jantung cepat.

Selain itu, rasa mengantuk yang ekstrem dan sulit terbangun, serta mengalami kebingungan yang tidak biasanya juga dapat menandakan sirkulasi oksigen di tubuh berkurang.

Artikel Lainnya: Terapi Regeneron Kurangi Keparahan Akibat COVID-19

  1. Dada Nyeri

Pasien COVID-19 dapat mengalami substernal chest pain atau sakit di bawah tulang dada. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal.

“Pertama, bisa karena efek peradangan pada otot yang mungkin disebabkan oleh infeksi virus corona. Bisa juga dipicu karena batuk yang terlampau keras, jadi otot-otot tertarik,” tutur dr. Devia.

Selain itu, nyeri dada juga bisa terjadi karena pneumonia. Tanda pneumonia tidak hanya demam, sesak, dan batuk, salah satunya juga termasuk substernal chest pain.

“Selain itu, bisa akibat salah satu tanda komplikasi COVID, di mana terjadi emboli paru, yaitu ada gumpalan darah yang masuk ke pembuluh darah,” dia menambahkan.

Sebaiknya, setiap nyeri dada yang dirasakan harus segera dievaluasi dokter. Jadi, penyebab spesifiknya dapat diketahui.

  1. Demam Tinggi Lebih dari 3 Hari

Dokter Devia menjelaskan, bila demam di atas 38 derajat Celsius lebih dari 3 hari dan tidak sembuh dengan obat penurun demam, mintalah perawatan medis lebih lanjut.

Kelelahan dan nyeri otot yang tak membaik juga sebaiknya diwaspadai.

  1. Hilang Indera Penciuman dan Perasa, serta Diare Parah

Salah satu tanda awal COVID-19 adalah indera penciuman dan perasa yang hilang. Selain itu, diare juga sering dikaitkan dengan gejala coronavirus.

Bila dua kondisi tersebut tak membaik dan diare semakin parah, amat disarankan pasien positif virus corona dirawat di rumah sakit.

Artikel Lainnya: Nama Mutasi Virus Corona Kini Menggunakan Alfabet Yunani

  1. Wajah dan Bibir Kebiruan

Ketika wajah dan bibir Anda menjadi biru, kondisi tersebut menunjukkan gejala hipoksia (kurang oksigen).

Paru-paru yang terdampak COVID-19 tidak hanya memperlihatkan ciri dari keadaan tenggorokan. Kondisi lainnya, seperti bibir atau wajah membiru, juga dapat mengindikasikan kondisi serupa.

Inilah yang dapat menjadi salah satu faktor pembeda, mana pasien positif COVID-19 yang masih bisa isoman dan yang harus ke rumah sakit.

  1. Batuk Tak Kunjung Sembuh atau Makin Parah

Ketika batuk terus-menerus, bahkan semakin parah, disertai gejala-gejala virus corona lainnya, segera cari pertolongan medis.

Selain beberapa gejala di atas, tanda-tanda lain seperti perubahan pada penglihatan, muntah, dan batuk darah juga harus diwaspadai.

2 dari 3

Tetap Konsultasi ke Dokter Selama Isolasi Mandiri

Tetap Konsultasi ke Dokter Selama Isolasi Mandiri
loading

Ketika pasien positif covid isolasi mandiri, dr. Devia menyarankan beberapa hal yang harus dilakukan. Selain menggunakan kamar terpisah, jaga jarak dengan anggota keluarga lain.

Gunakan masker dan buang di tempat terpisah. Lalu, jaga kebersihan ruangan dan pakai disinfektan. 

Ketika berada di kamar dan kondisi baik-baik saja, tetaplah beraktivitas misalnya melakukan hobi. Hindari terlalu banyak berbaring. 

Pasien positif COVID-19 juga sebaiknya berjemur 15-30 menit setiap pagi untuk mendapatkan paparan sinar matahari.

Artikel Lainnya: Jenis Obat yang Bisa Menurunkan Efikasi Vaksin Virus Corona

“Makan makanan bergizi, minum air putih cukup. Obatnya dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Untuk vitamin yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya vitamin C, D, E, dan zink, dikonsumsi setiap hari juga sesuai dosis,” pesan dr. Devia.

“Pantau gejala atau perhatikan tanda bahaya, misalnya sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, dan penurunan kesadaran. Jika ada tanda-tanda bahaya, segera hubungi faskes terdekat,” dia melanjutkan.

Baca Juga

Selama isolasi mandiri, sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter. Jadi, Anda dapat melakukan langkah penanganan dan tahu kapan harus ke RS saat COVID-19.

Gunakan layanan telemedicine dan aplikasi kesehatan yang kini lebih mudah diakses hanya lewat ponsel. Manfaatkan LiveChat dengan dokter dari aplikasi Klikdokter. Tim dokter umum dan spesialis siap membantu.

(HNS/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Peter Fernando

Dokter Umum
wallet
Rp. 35.000
avatar

dr. Jessica Wirjosoenjoto

Dokter Umum
wallet
Rp. 10.000
avatar

dr. Mhd Ridho Fahrezi

Dokter Umum
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Pasien COVID-19 Sengaja Berkeliaran saat Isoman, Ini Kata Psikolog

Info Sehat
25 Jun

Salah Kaprah seputar Pandemi Virus Corona

Info Sehat
24 Jun

Benarkah Virus Corona Delta Lebih Mudah Menyerang Anak?

Info Sehat
24 Jun

Herd Stupidity, Alasan Masyarakat Mulai Abaikan COVID-19?

Info Sehat
22 Jun

Terapi Regeneron Kurangi Keparahan Akibat COVID-19

Info Sehat
21 Jun

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat