5 Bahaya Kesepian Saat Pandemi COVID-19 bagi Kesehatan
search

Pengaruh Buruk Kesepian Saat Pandemi COVID-19 bagi Fisik dan Mental

Selalu merasa kesepian saat pandemi tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Waspada, ketahui bahaya kesepian bagi kesehatan dan cara terbaik mengatasinya
Pengaruh Buruk Kesepian Saat Pandemi COVID-19 bagi Fisik dan Mental

Klikdokter.com, Jakarta Pandemi COVID-19 masih belum kelihatan ujungnya, tak terkecuali di Indonesia. Masyarakat terus diminta untuk tetap di rumah saja, guna menghindari kerumunan yang memudahkan penularan virus corona.

Sayangnya, dengan tetap di rumah saja selama pandemi COVID-19, sebagian orang bisa merasa kesepian. Keadaan seperti ini mesti dikelola dengan baik agar tidak berujung menimbulkan perasaan stres dan depresi. Jika tidak, kesehatan fisik dan mental Anda yang jadi taruhannya.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Kesepian agar Anda Lebih Semangat

 

1 dari 3

Bahaya Kesepian bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian bagi Kesehatan Fisik dan Mental
loading

Berikut ini beberapa bahaya kesepian bagi kesehatan fisik dan mental, yang bisa terjadi:

1. Imunitas Tubuh Menurun

Karena merasa kesepian terus-menerus, Anda menjadi malas untuk berinteraksi atau melakukan kegiatan produktif di rumah. Akibatnya, tubuh mengalami penurunan imunitas dan membuat Anda lebih rentan terserang penyakit.

2. Berat Badan Meningkat

Kenaikan berat badan merupakan salah satu bahaya kesepian bagi kesehatan fisik. Pasalnya, kesepian dapat membuat tubuh memproduksi hormon kortisol. Hormon tersebut berhubungan erat dengan kondisi stres.

Orang-orang yang mengalami stres lebih mungkin untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan. Cepat atau lambat, keadaan itu bisa menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas.

Jika mengalami obesitas, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes, penyakit jantung, serangan jantung, dan sebagainya.

3. Depresi

Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, rasa kesepian yang tidak dikendalikan bisa menyebabkan stres yang berujung depresi.

Depresi adalah gangguan kesehatan mental, yang bisa berdampak buruk pada kondisi fisik. Selain itu, depresi juga bisa memicu timbulnya keinginan untuk bunuh diri.

4. Gangguan Tidur

“Gangguan tidur juga bisa terjadi ketika Anda merasa kesepian. Akibatnya, otak dan tubuh tidak bisa bekerja secara normal keesokan harinya,” ujar Ikhsan.

“Jika dibiarkan, gangguan tidur bisa mengganggu kesehatan fisik, dan menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, penurunan sistem kekebalan tubuh, mudah merasa lelah, dan depresi,” tegasnya.

5. Hilang Minat pada Hal yang Digemari

Kesepian juga bisa membuat Anda kehilangan minat dengan hal-hal yang tadinya digemari. Mirip lingkaran tak berujung, keadaan tersebut dapat meningkatkan perasaan kesepian sehingga berujung pada masalah kesehatan fisik dan mental.

Artikel Lainnya: Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini?

2 dari 3

Cara Mengatasi Kesepian saat Pandemi COVID-19

Cara Mengatasi Kesepian saat Pandemi COVID-19
loading

“Untuk mengatasi kesepian, Anda bisa melakukan re-koneksi dengan diri sendiri. Anda bisa mengenali diri lebih dalam, dan mencari tahu apa yang sebenarnya diminati dan ingin dilakukan,” saran Ikhsan.

“Dengan hal tersebut, akan muncul ide-ide baru untuk melakukan aktivitas agar tidak merasa terlalu kesepian selama pandemi virus corona berlangsung,” lanjutnya.

Selain itu, Ikhsan juga menganjurkan agar Anda menghubungi orang-orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat. Ajak mereka video call sambil melakukan permainan seru dan menyenangkan. Hal ini bisa membantu meningkatkan mood atau suasana hati.

“Anda juga boleh bermain dating apps untuk mencari teman ngobrol. Hanya saja, Anda perlu berhati-hati dan waspada, karena tidak semua orang yang bermain dating apps ingin berkomunikasi secara intense dan membangun komitmen,” ucap Ikhsan.

Apabila Anda penggemar binatang, cobalah untuk memelihara kucing, burung, atau anjing. Memelihara hewan dapat meningkatkan suasana hati, dan ‘membunuh’ rasa kesepian.

Baca Juga

Kesepian selama pandemi COVID-19 memang sulit dihindari. Namun, kondisi tersebut masih bisa dikelola agar tidak berlangsung terus-menerus dan menyebabkan masalah kesehatan.

Butuh saran dan bantuan dari psikolog untuk mengatasi rasa kesepian selama pandemi COVID-19? Anda bisa melakukan konsultasi lebih lanjut melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Yohannes Wijaya, S. Kom., M.M., M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Ciri Orang Manipulatif yang Perlu Diwaspadai

Info Sehat
19 Jul

Alasan Oseltamivir dan Azithromycin Tak Dianjurkan sebagai Obat COVID

Info Sehat
19 Jul

Menginap di Tempat Isoman, Ini yang Harus Diperhatikan

Info Sehat
19 Jul

Pasangan Jadi Public Enemy? Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya

Info Sehat
17 Jul

Vaksin COVID-19 di Indonesia yang Sudah Kantongi Izin BPOM

Info Sehat
16 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat