Sering Menyalahkan Diri Sendiri, Gangguan Mental?
search

Selalu Menyalahkan Diri Sendiri, Apakah Tanda Gangguan Mental?

Sesekali menyalahkan diri sendiri saat gagal mencapai tujuan adalah hal yang wajar. Namun, jika terus dilakukan, mungkinkah pertanda gangguan mental? Cek faktanya!
Selalu Menyalahkan Diri Sendiri, Apakah Tanda Gangguan Mental?

Klikdokter.com, Jakarta Gagal mencapai suatu tujuan yang diidam-idamkan dapat memberikan beban bagi diri sendiri. Tak jarang, orang yang mengalaminya akan menyalahkan diri sendiri atas hal terjadi. Apakah Anda salah satu yang seperti ini?

Sesekali menyalahkan diri sendiri atas sebuah kegagalan adalah hal yang wajar. Namun, apabila kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus, kondisi ini sering dihubungkan dengan tanda gangguan mental.

Artikel Lainnya: Merasa Bersalah Setelah Selamat dari Musibah? Waspada Survivor Guilt!         

 

1 dari 3

Menyalahkan Diri Sendiri, Tanda Gangguan Mental?

Menyalahkan Diri Sendiri, Tanda Gangguan Mental?
loading

Perilaku menyalahkan diri sendiri atau self blame merupakan sebuah ‘siksaan’ emosi. Ketika hal ini terus dibiarkan hingga menjadi sebuah kebiasaan, bukan tak mungkin akan menyebabkan self harm sebagai bentuk hukuman atas kegagalan.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi, Psikolog, self blaming memang bisa menjadi salah satu tanda masalah kesehatan mental, misalnya depresi.

Orang yang mengalami kondisi tersebut lebih sulit untuk berpikir positif dan melihat permasalahan secara objektif. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri atas kondisi yang sudah terjadi.

“Penyebab sering menyalahkan diri sendiri dikarenakan orang itu memiliki self esteem yang rendah,” kata Ikhsan.

“Selain itu, ekspektasi yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kapasitas diri juga bisa mencetuskan self blame, khususnya jika gagal meraihnya,” sambungnya.

Melanjutkan penjelasan, Ikhsan mengatakan bahwa trauma masa lalu juga bisa menjadi penyebab seseorang sering menyalahkan diri sendiri. Contoh untuk kasus ini, misalnya pernah menjadi korban pelecehan seksual, pernah menyakiti orang lain tanpa atau dengan sengaja, dan lainnya.

Kebiasaan mengkritik diri sendiri juga dapat menjadi faktor lain mengapa seseorang sering menyalahkan diri sendiri.

Artikel Lainnya: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

2 dari 3

Cara Mengatasi Self Blaming

Berdiskusi dengan Orang Lain untuk Mengatasi Self Blaming
loading

Sering menyalahkan diri sendiri bisa mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri. Pada beberapa kasus, keadaan tersebut bahkan dapat mencetuskan keinginan untuk melukai diri sendiri (self harm).

Guna mencegah efek negatif dari self blaming, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Berkaca pada Diri Sendiri

Refleksi diri, kira-kira hal apa yang sebenarnya Anda lakukan. Cari tahu juga dasar dari tindakan Anda tersebut.

Jika sudah berkaca pada diri sendiri, barulah tarik kesimpulan untuk menemukan ‘benang merah’ dari hal yang dialami.

Ingat, sikap salah yang Anda lakukan pasti ada pemicunya. Jadi, jangan langsung berprasangka bahwa Anda adalah satu-satunya pihak yang bersalah.

2. Diskusi dengan Orang Lain

Cobalah untuk berdiskusi dengan orang yang dapat dipercaya. Tujuannya adalah untuk melihat suatu hal dari sudut pandang lain.

Jika sudah berdiskusi, coba pahami lagi dan kembali berkaca pada diri sendiri. Bila memang masalah yang terjadi bukan salah Anda semata, berhentilah menyalahkan diri sendiri.

“Tapi, jika memang ada campur tangan Anda dalam masalah tersebut, cobalah untuk perbaiki. Jangan hanya meratapinya,” ujar Ikhsan Bella Persada.

3. Lakukan Journaling

Journaling bertujuan agar Anda bisa melihat bahwa ada hal-hal baik yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat memicu munculnya perspektif baru bahwa hal yang Anda lakukan tidak sepenuhnya kesalahan.

4. Self Love

“Melakukan self love setiap hari juga menjadi cara yang bisa dilakukan untuk berhenti menyalahkan diri sendiri,” tutur Ikhsan.

“Contoh self love, misalnya dengan mengungkapkan kata-kata positif pada diri sendiri. Cobalah juga untuk memaafkan diri sendiri akan hal yang pernah terjadi. Jika punya kesempatan meminta maaf pada orang yang pernah disakiti, manfaatkan peluang tersebut agar bisa merasa lebih lega,” pungkasnya.

Baca Juga

Jika tips di atas tidak bisa mengurangi atau menghilangkan kebiasaan Anda menyalahkan diri sendiri, Anda sebaiknya segera melakukan konsultasi kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Rahma Rusydina, S. Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 30.000

ARTIKEL TERKAIT

Pengaruh Buruk Kesepian Saat Pandemi COVID-19 bagi Fisik dan Mental

Info Sehat
20 Jul

Ciri Orang Manipulatif yang Perlu Diwaspadai

Info Sehat
19 Jul

Pasangan Jadi Public Enemy? Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya

Info Sehat
17 Jul

Merasa Bersalah Setelah Selamat dari Musibah? Waspada Survivor Guilt!

Info Sehat
10 Jul

Mengenal Fakta Medis di Balik Istilah Anak Indigo

Info Sehat
04 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat