Tidur dengan Selimut Tebal Efektif Redakan Cemas
search

Kabar Baik, Tidur dengan Selimut tebal Efektif Redakan Cemas

Selain suhu ruangan yang sejuk dan lampu redup, tidur dengan selimut tebal dianggap efektif meredakan kecemasan. Bagaimana faktanya?
Kabar Baik, Tidur dengan Selimut tebal Efektif Redakan Cemas

Klikdokter.com, Jakarta Rasa cemas memang hal umum yang dialami banyak orang. Kecemasan bisa muncul kapan pun, termasuk ketika bangun di pagi hari.

Tapi tenang saja, selain dengan meditasi, tidur dengan selimut tebal juga bisa bantu meredakan kecemasan, lho! Tidak percaya? Berikut ulasannya.

1 dari 3

Manfaat Tidur Pakai Selimut untuk Redakan Kecemasan

loading

Tidur dengan selimut yang tebal dianggap efektif membantu meredakan masalah gangguan tidur, kecemasan, depresi, autisme, dan sebagainya.

Studi pada tahun 2004 menunjukkan bahwa bobot yang besar dari selimut bisa membantu menekan gejala kecemasan dalam berbagai kondisi.

Selimut tebal dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak-anak dan orang dewasa. Bonusnya, metode ini tentu relatif aman dilakukan.

Selimut nantinya akan membantu banyak orang untuk mencapai keadaan rileks, dan membantu penderita gangguan kecemasan tidur lebih nyenyak.

Artikel lainnya: Mengungkap Manfaat Tidur Telanjang bagi Kesehatan

Tidur Pakai Selimut untuk Redakan Kecemasan
loading

Penulis studi juga mengungkap kalau selimut tebal akan memberikan sedikit beban atau tekanan pada tubuh. Alhasil, ada efek menenangkan yang bisa dirasakan.

Perlengkapan tidur ini juga mensimulasikan sentuhan tekanan dalam (DPT), sejenis terapi untuk mengurangi stres kronis dan tingkat kecemasan yang tinggi.

Hal ini juga dibenarkan oleh psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi. Dia mengatakan, “Ketika seseorang menggunakan selimut tebal, tubuh akan merasakan tekanan kehangatan dan pijatan pada tubuh.”

“Sensasi inilah yang nantinya membuat seseorang merasa nyaman dan tenang karena mendapatkan relaksasi. Cara ini bisa efektif dalam menurunkan kadar cemas dan stres,” tutur psikolog tersebut.

Memakai selimut tebal juga bisa masuk dalam kategori grounding, yakni teknik yang bertujuan melepaskan pikiran negatif atau trauma masa lalu.

Studi menyebut, grounding dapat membantu mengurangi tingkat kortisol (hormon stres) di malam hari yang membuat Anda sulit tidur. 

Stres dapat meningkatkan kadar kortisol. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini juga yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan berefek buruk pada saluran pencernaan.

Artikel lainnya: Pentingnya Menjaga Kebersihan Selimut Bayi

Peningkatan kadar kortisol, terutama yang tidak turun kembali ke tingkat normal secara alami, dapat menyebabkan banyak komplikasi. Beberapa komplikasi yang bisa muncul seperti  depresi, kegelisahan, insomnia, plus penambahan berat badan. 

Tidur dengan selimut tebal juga bisa memicu pelepasan neurotransmiter dopamin dan serotonin, hormon Bahagia di otak. Hormon-hormon ini membantu memerangi stres, kecemasan, dan juga depresi.

2 dari 3

Kondisi yang Tidak Disarankan Pakai Selimut Tebal 

Kondisi yang Tidak Disarankan Pakai Selimut Tebal 
loading

Tidur dengan selimut tebal memang tergolong efektif sebagai cara mengatasi cemas. Namun, metode ini sebaiknya dihindari orang dengan kondisi tertentu. Misalnya, orang yang punya masalah dengan sistem pernapasan.

Ikhsan mengatakan, “Orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem pernapasan sebaiknya bisa mempertimbangkan kembali jika ingin tidur dengan selimut yang tebal. Pasalnya, selimut tebal ini juga bisa buat orang itu jadi sesak napas dan sulit tidur.”

Selain itu, orang yang punya ketakutan berlebih dengan ruangan sempit juga tidak dianjurkan untuk tidur dengan selimut tebal. Hal ini justru buat penderitanya jadi semakin cemas, panik, dan sesak napas karena merasa tidak ada ruang gerak yang cukup.

Baca Juga

Bayi dan balita juga tidak dianjurkan untuk tidur dengan selimut tebal karena berisiko mengalami henti napas saat tidur. Jadi, cek dulu kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda sebelum tidur dengan selimut tebal, ya.

Bila Anda butuh berkonsultasi seputar masalah kesehatan mental dengan psikolog, manfaatkan layanan Live Chat dari Klikdokter.

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

Hindari Stres, Ini Tips Jaga Kesehatan Mental Ibu Hamil

Info Sehat
25 Jul

Sulit Katakan Tidak, Jangan-jangan Anda Seorang People Pleaser

Info Sehat
23 Jul

Takut Berinteraksi? Waspadai Avoidant Personality Disorder

Info Sehat
22 Jul

Selalu Menyalahkan Diri Sendiri, Apakah Tanda Gangguan Mental?

Info Sehat
21 Jul

Pengaruh Buruk Kesepian Saat Pandemi COVID-19 bagi Fisik dan Mental

Info Sehat
20 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat