Taurin Baik untuk Metabolisme, Apakah Bermanfaat bagi Pasien COVID-19?
searchtext customer service

Taurin Baik untuk Metabolisme, Apakah Bermanfaat bagi Pasien COVID-19?

Taurine dikenal baik untuk metabolisme tubuh. Lantas, apakah kandungan ini bisa bermanfaat untuk pasien COVID-19? Ketahui di sini.
Taurin Baik untuk Metabolisme, Apakah Bermanfaat bagi Pasien COVID-19?

Klikdokter.com, Jakarta Taurin merupakan salah satu jenis asam amino yang paling banyak ditemukan di tubuh, seperti otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan retina.

Bagi Anda yang mengonsumsi suplemen kesehatan yang berbentuk dalam minuman berenergi, mungkin tak asing dengan kandungan taurin 1.000 mg.

Taurine memiliki berbagai fungsi. Misalnya, mempertahankan hidrasi dan keseimbangan elektrolit sel, pembentukan garam empedu, regulasi mineral dan kalsium di sel, mendukung pembentukan sel saraf dan mata, dan masih banyak lagi.

Taurin juga berperan dalam meningkatkan metabolisme otot agar dapat bekerja lebih keras dan lama.

Penelitian menunjukkan, taurine mencegah otot kelelahan. Tak heran bila taurine banyak ditemukan pada minuman berenergi.

Karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh, apakah pasien COVID-19 bisa mendapatkan manfaat yang sama dari taurine?

Artikel Lainnya: Daftar Obat yang Digunakan dalam Perawatan Pasien Corona

1 dari 3

Manfaat Taurin untuk Lawan Peradangan

loading

Taurine juga dapat membantu tubuh melawan proses peradangan. Hal itu diperoleh melalui beberapa mekanisme.

Pertama, taurine memiliki sifat antioksidan untuk menetralkan radikal bebas. Jadi, peradangan berlebihan di dalam tubuh bisa dicegah.

Kedua, taurine berperan sebagai cytoprotector yang melindungi sel leukosit dalam menjalankan tugasnya pada proses peradangan.

Lalu, berbagai obat yang berasal dari taurine (taurolidine atau TRD) telah digunakan sebagai terapi untuk menghambat aktivitas bakteri spektrum luas, baik bakteri gram negatif maupun positif.

Taurolidine diketahui bekerja dengan mencegah produksi dari berbagai sitokin pro-inflamasi yang mendukung proses peradangan, seperti TNF Alfa, Interleukin-1, Interleukin-6, dan Interleukin-8.

Jadi, jelas bahwa taurin bukan hanya berperan untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh, tetapi juga melawan peradangan.

2 dari 3

Bisa Bantu Atasi Peradangan Akibat COVID-19?

loading

Hingga saat ini, belum ada satu pun jenis obat yang pasti berhasil menangani pasien COVID-19, terutama pada kondisi yang parah.

Hal tersebut tampaknya wajar, mengingat sifat virus yang sangat sulit diatasi karena kemampuan bermutasinya.

Oleh karena itu, salah satu pilihan selain membunuh virus SARS-CoV-2 dalam penanganan virus corona adalah mencegah badai sitokin.

Badai sitokin adalah proses peradangan tak terkendali yang terjadi pada banyak pasien coronavirus.

Artikel Lainnya: Yang Harus Dilakukan Bila Anda Baru Sembuh COVID-19

Salah satu terapi yang diberikan untuk membantu meredakan badai sitokin pada pasien COVID-19 adalah Interleukin-6 inhibitor (IL-6 inhibitor) atau penghambat interleukin-6.

Obat tersebut bekerja dengan menghambat produksi berlebihan dari berbagai sitokin pro-inflamasi selama infeksi virus corona.

Melihat cara kerjanya, maka peran antiinflamasi pada taurin diduga bisa mencegah inflamasi berlebihan atau badai sitokin pada penderita coronavirus.

Obat turunan taurine yaitu taurolidine bekerja dengan menekan produksi sitokin pro-inflamasi, salah satunya Interleukin-6.

Dengan banyaknya penelitian yang mendukung teori tersebut, maka taurin diyakini dapat menjadi salah satu pilihan terapi untuk perawatan pasien COVID-19.

Baca Juga

Tentunya, hal ini perlu didukung dengan berbagai uji klinis ke depannya. Salah satu kelebihan taurine lainnya adalah efek sampingnya minimal.

Bila ingin konsultasi seputar asupan taurine, gunakan LiveChat dokter yang lebih mudah dan cepat.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Fika Yuliawati

Konsultasi Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Zakya Radhita Nasution

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000
avatar

dr. Peter Fernando, DiMAP.

Dokter Umum
wallet
Rp. 15.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Faktor Genetik Pengaruhi Keparahan Gejala COVID-19?

Info Sehat
02 Agt

Long COVID-19 Bisa Dideteksi Lewat Kerusakan Kornea Mata

Info Sehat
30 Jul

Petaka Faskes Dihantam Gelombang Kedua

Info Sehat
30 Jul

Panduan Cara Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Anak

Info Sehat
29 Jul

Medfact: Tes PCR Tak Bisa Bedakan Flu dan COVID-19?

Info Sehat
29 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat