10 Tips Olahraga Lari bagi Penderita Asma
searchtext customer service

Intip Tips Olahraga Lari bagi Penderita Asma

Karena khawatir kambuh, penderita asma terkadang ragu untuk berolahraga lari. Tenang, boleh kok, asal ikuti tips lari untuk penderita asma berikut.
Intip Tips Olahraga Lari bagi Penderita Asma

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita asma, berolahraga ringan, seperti berlari, dapat memicu kekambuhan gejala. Anda dapat merasakan gejala mengi, batuk, dan sesak napas. Biasanya, gejala ini mulai 5-20 menit usai berlari.

Hal tersebut mungkin sedikit menahan Anda untuk rutin berolahraga lari. Padahal sebenarnya, penderita asma boleh saja melakukan olahraga ini. Hal tersebut diungkapkan dr. Atika.

“Boleh-boleh saja penderita asma berolahraga lari. Namun, harus hati-hati dengan serangan asma yang diinduksi oleh kegiatan berat,” ujarnya. 

Dokter Atika menambahkan, “Ingat juga beberapa kondisi yang dapat memicu asma saat berlari. Misalnya, udara dingin, banyak polusi udara, serta bila berlari jarak jauh/lama. Sebaiknya hindari hal-hal tersebut agar olahraga lari tetap aman.”

Untuk lebih lengkapnya, berikut tips olahraga lari untuk penderita asma.

1. Konsultasikan dengan Dokter

Sebelum penderita asma memulai rutinitas lari, konsultasikan dulu dengan dokter. Dokter akan memberikan tips keamanan dan tindakan pencegahan berdasarkan tingkat keparahan asma.

Dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan yang lebih teratur saat Anda menjalani rutinitas ini.

Artikel lainnya: Komplikasi Asma yang Bisa Menurunkan Kualitas Hidup Anda

1 dari 4

2. Ketahui Cara Penanganan Asma Anda

Ketahui Cara Penanganan Asma Anda
loading

Coba tanyakan kepada dokter cara penanganan jika sewaktu-waktu serangan asma terjadi. Cara penanganan ini juga mencakup tindakan pencegahan.

Misalnya, dokter mungkin menyuruh Anda menggunakan inhaler sebagai bagian dari manajemen asma. Inhaler dapat menenangkan peradangan saluran napas, dan mengurangi risiko peradangan secara keseluruhan.

Mungkin saja, dokter menyarankan Anda untuk menggunakan inhaler 15 menit sebelum berlari. Biasanya, inhaler ini mengandung obat yang dengan cepat membuka saluran udara. 

Tanyakan pula apa yang dilakukan jika tidak ada inhaler. Diskusikan tentang latihan pernapasan dan ketahui tanda-tanda Anda membutuhkan bantuan darurat.

3. Sesuaikan dengan Kemampuan Tubuh 

Meskipun memiliki tekad kuat untuk berlari, penting untuk memperhatikan kemampuan tubuh Anda.

Misalnya, perkirakan apakah tubuh Anda kuat berlari sejauh 200 meter tanpa istirahat. Jika tidak, turunkan target Anda. 

Artikel lainnya: Punya Gejala Mirip, Ini Beda Asma dan Bronkitis

Perhatikan juga tanda-tanda tubuh kelelahan saat olahraga, misalnya kulit memerah, berkeringat berlebihan, batuk-batuk, mengi, sesak napas, dada terasa sesak, dan pernapasan melambat. 

2 dari 4

4. Selalu Bawa Inhaler

Selalu Bawa Inhaler
loading

Penting untuk selalu membawa inhaler atau obat-obatan lainnya ketika berolahraga. Inhaler dapat mencegah serangan asma jika ada gejala saat berlari. Kalau lupa, sebaiknya letakkan inhaler di dekat peralatan berlari Anda.

5. Periksa Ramalan Cuaca

Tips olahraga lari untuk penderita asma berikutnya, coba lihat ramalan cuaca sebelum berlari ke luar rumah.

Jangan berlari saat cuaca sangat dingin atau sangat panas karena dapat memicu gejala asma. 

6. Kurangi Paparan Polusi Udara

Polusi udara dapat memicu gejala asma umum lainnya. Untuk mengurangi paparan, hindari berlari di dekat jalan yang ramai atau dengan lalu lintas yang sibuk.

7. Lari di Pagi Hari

Jika ingin berlari di luar rumah, cobalah saat pagi hari. Saat musim kemarau, cuaca di pagi hari akan terasa cukup lembap dan hangat.

Polusi dan debu juga belum terlalu banyak karena udara masih sangat bersih dan asri.

Artikel lainnya: Inilah Posisi Tidur yang Benar untuk Penderita Asma

3 dari 4

8. Mulai dari Intensitas Rendah

Ilustrasi Wanita sedang Olahraga Lari
loading

Mulailah olahraga dari intensitas yang rendah. Selanjutnya, penderita asma bisa meningkatkan kecepatan seiring waktu saat tubuh sudah terbiasa berlari. 

Jangan ragu untuk sering mengambil waktu beristirahat bila sudah lelah. Selain itu, gunakan track lari yang pendek.

9. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Lakukan pemanasan selama 10 menit sebelum berlari. Usai berlari, lakukan juga pendinginan sekitar 10 menit.

Melakukan pemanasan dan pendinginan sangat penting. Sebab, perubahan suhu yang drastis dapat memicu gejala asma.

10. Ajak Teman untuk Berjaga-jaga

Lakukan olahraga bersama teman jika memungkinkan. Beri tahu mereka apa yang harus dilakukan jika asma Anda kambuh. 

Kalaupun tidak bisa, selalu bawa ponsel dan hindari berlari di area sepi. Hal ini untuk memastikan bahwa orang lain bisa menolong jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan bantuan.

Baca Juga

Yuk, lakukan tips olahraga lari untuk penderita asma di atas. Persiapkan segala sesuatu sebelum dan setelah berolahraga agar manfaatnya maksimal dan meminimalkan potensi kekambuhan asma.

Cek seputar masalah kesehatan pernapasan Anda langsung bersama dokter melalui aplikasi Klikdokter. Yuk, download!

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. I Gusti Ngurah Agung Jaya Semara Putra, Sp. P

Spesialis Paru
wallet
Rp. 25.000
avatar

dr. Khairuddin Hamdani, Sp. P

Spesialis Paru
wallet
Rp. 35.000

ARTIKEL TERKAIT

Tumbuh Tulang di Otot, Ketahui Cedera Myositis Ossificans

Info Sehat
26 Agt

Anak Menderita Asma, Masih Bolehkan Pelihara Hewan?

Info Sehat
25 Agt

Susu Kefir Bisa Bantu Cegah Asma, Benarkah?

Info Sehat
23 Agt

Ngantuk Setelah Olahraga? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Info Sehat
20 Agt

Kecepatan Berjalan Dapat Prediksi Sisa Umur Lansia

Info Sehat
19 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat