Studi: Vaksin Sinovac Efektif Lawan Varian Delta
searchtext customer service

Studi Baru Sebut Vaksin Sinovac Efektif Lawan Varian Delta

Dua penelitian di Tiongkok mengkaji soal tingkat kemanjuran vaksin Sinovac untuk COVID-19 varian Delta. Bagaimana hasilnya? Cek di sini.
Studi Baru Sebut Vaksin Sinovac Efektif Lawan Varian Delta

Klikdokter.com, Jakarta Awal Agustus 2021 lalu, dua penelitian mengkaji tingkat kemanjuran vaksin inactivated virus terhadap SARS-CoV-2 B.1.617.2 atau varian Delta. Riset dalam skala terbatas tersebut mengkaji efektivitas vaksin Sinovac untuk varian Delta.

Bagaimana lengkapnya hasil dua penelitian tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

1 dari 2

Penelitian Efektivitas Vaksin Sinovac untuk Varian Delta

loading

Studi pertama dirilis oleh jurnal Taylor & Francis Online pada 14 Agustus 2021. Penelitian berskala kecil ini melibatkan peserta berusia 18-59 tahun di Guangzhou, Tiongkok.

Para peneliti mengkaji tingkat kemanjuran vaksin Sinovac menghadapi varian Delta berdasarkan dosis suntikan. 

Artikel lainnya: Banyaknya Varian Virus COVID-19, Bagaimana Cara Jaga Imun Tubuh?

Ilustrasi Virus Corona Varian Delta
loading

Hasil riset menemukan, tingkat kemanjuran dosis tunggal Sinovac untuk COVID varian Delta hanya sebesar 13,8 persen. 

Namun, pemberian dua dosis vaksin Sinovac diklaim memiliki tingkat kemanjuran mencegah 59 persen infeksi coronavirus Delta yang menimbulkan gejala. 

Vaksin Sinovac juga disebut dapat mencegah 70,2 persen infeksi strain Delta dengan gejala sedang.

Bahkan, vaksin Sinovac disebut punya tingkat kemanjuran sebesar 100 persen mencegah infeksi varian COVID-19 Delta gejala berat.

Para peneliti menyimpulkan pemberian dosis tunggal vaksin Sinovac tidak cukup ampuh melindungi peserta dari infeksi SARS-CoV-2 B.1.617.2. Riset menyimpulkan, dua dosis vaksin Sinovac lebih efektif melawan infeksi varian Delta.

Tingkat kemanjuran vaksin Sinovac untuk COVID varian Delta bahkan melebihi ambang batas minimal yang diajukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 50 persen.

Artikel lainnya: Risiko Suntik Vaksin Kosong bagi Kesehatan Tubuh

Vaksin Sinovac
loading

Temuan lainnya dalam penelitian itu adalah jenis kelamin memengaruhi tingkat kemanjuran dua dosis vaksin Sinovac dalam mencegah infeksi strain Delta. Vaksinasi penuh Sinovac bekerja lebih efektif pada perempuan, dibandingkan dengan kaum pria.

Riset selanjutnya dilakukan para peneliti dari Guangdong Provincial Center for Disease Control and Prevention, Tiongkok.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet pada 5 Agustus 2021. Riset ini mengkaji tingkat kemanjuran vaksin Sinovac melawan varian Delta, utamanya dalam mencegah pneumonia dan infeksi COVID-19 gejala berat.

Para peneliti melibatkan 10.813 relawan. Hasil penelitian mengungkapkan dua dosis vaksin Sinovac ampuh mencegah 69,5 persen pneumonia akibat strain Delta.

Selain itu, vaksinasi penuh Sinovac juga diklaim memiliki tingkat kemanjuran sebesar 100 persen dalam mencegah infeksi gejala berat varian Delta. 

Seperti studi pertama, para peneliti mengungkapkan vaksin Sinovac ampuh untuk varian Delta. Kendati demikian, mereka tidak menampik bila masih dibutuhkan riset lanjutan guna memperoleh bukti lebih kuat.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, dr. Alvin Nursalim, Sp. PD. mengatakan, “Studinya sepertinya masih berskala kecil. Namun, saya rasa penting agar kita tetap divaksin guna mencegah penularan (COVID-19).”

Baca Juga

Itulah penjelasan seputar hasil riset tingkat kemanjuran vaksin Sinovac untuk menghadapi varian Delta. Jangan ragu lagi divaksinasi demi mencegah gejala parah bila terinfeksi COVID-19. 

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar vaksin virus corona, konsultasikan kepada dokter via Live Chat.

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

Studi: Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Tak Ampuh Usai Tiga Bulan

Info Sehat
20 Agt

Bolehkah Berhubungan Seksual Saat Jalani Isoman COVID-19?

Info Sehat
19 Agt

Syarat Terima Vaksin Moderna untuk Umum dan Pengidap Autoimun

Info Sehat
19 Agt

Klikdokter dukung Kegiatan Sentra Vaksinasi PT JIEP

Info Sehat
16 Agt

Benarkah Penggunaan Steroid pada Pasien COVID-19 Picu Diabetes?

Info Sehat
16 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat