Mengenal Lebih Jauh Prosedur Transplantasi Paru-paru
searchtext customer service

Mengenal Lebih Jauh Prosedur Transplantasi Paru-paru

Prosedur cangkok paru-paru dilakukan untuk menggantikan paru-paru yang rusak dengan yang masih sehat. Bagaimana prosedur transplantasi paru paru?
Mengenal Lebih Jauh Prosedur Transplantasi Paru-paru

Klikdokter.com, Jakarta Transplantasi paru-paru adalah prosedur pembedahan untuk menggantikan paru-paru yang sudah rusak dengan organ yang sehat. Dari mana organ paru yang sehat didapatkan?

Biasanya paru-paru sehat didonorkan dari orang yang sudah meninggal. Bisa juga organ didapatkan dari seseorang yang masih hidup, tapi bersedia mendonor tanpa paksaan.

Transplantasi paru adalah salah satu operasi pembedahan besar. Oleh karena itu, metode ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Anda perlu melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum cangkok paru-paru dilakukan.

1 dari 3

Prosedur Transplantasi Paru-paru

Prosedur Transplantasi Paru-paru
loading

Sebelum operasi transplantasi benar-benar dilakukan, serangkaian pemeriksaan perlu dijalani. Salah satunya, melihat kecocokan paru yang akan diberikan dari pendonor ke penerima. 

Biasanya, dokter akan mempertimbangkan kesehatan orang yang transplantasi, golongan darah, ukuran paru pendonor, rongga dada penerima, serta tingkat kerusakan organ paru.

Artikel lainnya: Mengenal Transplantasi Pankreas untuk Mengobati Diabetes

Orang yang akan menjalani transplantasi paru-paru juga diminta untuk melakukan beberapa tes laboratorium dan pemeriksaan MRI. Yang tak kalah penting, Anda biasanya juga akan menjalani konseling emosional hingga finansial.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah Anda sudah tahu dan siap mengenai efek samping pasca-operasi.

Nah, setelah semuanya dilalui dengan lancar, berikut secara umum tahap prosedur transplantasi paru-paru:

  • Pasien diberikan anestesi umum (bius total) sehingga tidak merasakan sakit.
  • Selanjutnya, dipasangkan selang dari hidung lalu dimasukkan ke dalam tenggorokan pasien sebagai alat bantu napas.
  • Tim dokter akan memasang mesin bypass jantung-paru sebagai alat untuk memompa darah, serta alat oksidasi darah selama transplantasi dilakukan.
  • Dokter selanjutnya akan membuat sayatan di dada untuk mengangkat paru-paru pasien yang rusak. 
  • Paru-paru baru diletakkan, lalu dihubungkan dengan saluran napas dan pembuluh darah pasien. 
  • Jika berjalan lancar dan organ paru berfungsi, sayatan di dada akan ditutup kembali. 

Artikel lainnya: Sebelum Transplantasi Rambut, Ketahui Ini Dulu

Setelah operasi, pasien menjalani pemantauan di ruangan ICU untuk sementara waktu. Ventilator akan membantu pasien bernapas selama beberapa hari.

Saat kondisi membaik, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Pada umumnya, butuh waktu 1-3 minggu untuk pemulihan di rumah sakit. Bila sudah diizinkan pulang, pasien biasanya wajib kontrol rutin selama 3 bulan.

Hal ini penting demi memastikan tidak ada penolakan paru-paru baru dan masalah kesehatan lainnya.

2 dari 3

Risiko dari Transplantasi Paru-paru

Risiko dari Transplantasi Paru-paru
loading

Setiap tindakan pasti memiliki efek samping, termasuk transplantasi paru-paru. Risiko utama transplantasi paru-paru meliputi penolakan dan infeksi. Berikut penjelasannya.

  • Risiko Penolakan

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, “Yang terjadi pada proses penolakan ini adalah sistem imun pasien menganggap organ yang ditransplantasi sebagai ‘musuh’ dan menyerangnya. Jadi, timbul reaksi penolakan tubuh terhadap organ tersebut.” 

Walaupun memiliki kecocokan antara organ pasien dengan pendonor, sistem kekebalan tubuh akan mencoba menyerang dan menolak paru-paru baru. Namun, efeknya bisa berkurang seiring waktu. 

Artikel lainnya: Harus Tahu, Ini 5 Persiapan Operasi Cangkok Ginjal

Untuk mengatasi risiko penolakan, dr. Astrid menyarankan, “Biasanya menggunakan obat-obatan imunosupresan dan kombinasi dengan tindakan lain, tergantung kondisi dan gejala yang muncul.” 

  • Risiko Infeksi

Dokter Astrid menjelaskan, infeksi merupakan risiko dari semua transplantasi organ, termasuk paru-paru.

"Tindakan besar seperti operasi transplantasi biasanya melibatkan obat-obatan imunosupresan untuk membantu melemahkan imun tubuh pasien dan menurunkan risiko penolakan, yang di sisi lain bisa meningkatkan risiko infeksi," ujar dr. Astrid. 

Untuk membantu mencegah infeksi, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk rajin mencuci tangan, sikat gigi dan gusi secara teratur, melindungi kulit dari goresan dan luka.

Anda juga diminta untuk menghindari keramaian dan orang yang sedang sakit, serta melakukan vaksinasi.

Baca Juga

Transplantasi paru-paru adalah prosedur pembedahan besar. Selain donor organ yang cocok, Anda juga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan tentunya finansial. Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui prosedur dan risikonya secara lebih mendalam.

Chat dokter kami seputar kesehatan paru-paru Anda melalui fitur Live Chat dari aplikasi Klikdokter

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Penyebab dan Pengobatan Granuloma Paru

Info Sehat
18 Agt

Catat! Ini Komplikasi Bronkitis yang Perlu Diwaspadai

Info Sehat
01 Agt

Inilah Manfaat Sauna untuk Paru yang Perlu Anda Tahu

Info Sehat
31 Jul

Bermain Harmonika Bisa Tingkatkan Kesehatan Paru, Benarkah?

Info Sehat
30 Jul

Anda Suka Marah? Hati-hati Paru-paru Cepat Tua!

Info Sehat
28 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat