Apa itu Kraniotomi? Operasi untuk Mengatasi Kanker Otak
searchtext customer service

Mengenal Kraniotomi, Operasi untuk Mengatasi Kanker Otak

Kraniotomi merupakan operasi untuk mengatasi kanker otak. Bagaimana prosedurnya? Ketahui penjelasan prosedur kraniotomi lewat ulasan berikut ini.
Mengenal Kraniotomi, Operasi untuk Mengatasi Kanker Otak

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Pengobatan kanker otak dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Salah satu operasi atau pembedahan yang menjadi opsi untuk mengatasi kanker otak adalah kraniotomi.

Ketahui prosedur kraniotomi untuk mengatasi kanker otak lewat ulasan berikut ini.

1 dari 3

Prosedur Kraniotomi untuk Mengatasi Kanker Otak

loading

Operasi kraniotomi akan dilakukan berdasarkan usia pasien, riwayat kesehatan, lokasi, jenis, dan ukuran tumor ganas penyebab kanker.

Tujuan kraniotomi adalah mengangkat tumor tanpa memengaruhi atau merusak fungsi otak.

Artikel Lainnya: Faktor Risiko Kanker Otak yang Perlu Anda Waspadai

Prosedur Kraniotomi untuk Mengatasi Kanker Otak
loading

Kraniotomi dilakukan dengan membedah tengkorak kepala. Sebelum melakukan operasi, sebagian rambut pasien harus dicukur untuk memudahkan dokter saat membedah bagian kepala.

Pertama, dokter spesialis bedah akan membuat sayatan di tengkorak kepala, utamanya di dekat lokasi tumor.

Sayatan yang dibuat di kulit biasanya berukuran cukup besar karena ada

beberapa alat yang akan dimasukkan ke dalam tengkorak kepala selama operasi berlangsung.

Selanjutnya, tulang tengkorak akan dibuka menggunakan bor dan dipotong menggunakan gergaji khusus.

Setelah tengkorak diangkat, dokter dapat mengangkat bagian tumor penyebab kanker. Apabila ada bagian otak yang mengalami kerusakan, dokter juga dapat melakukan tindakan tertentu untuk memperbaikinya.

Usai pengangkatan tumor, dokter akan merekatkan kembali bagian tulang dan kulit kepala. Dokter dapat merekatkan bagian tersebut menggunakan jahitan atau staples bedah.

Anda perlu tahu, dokter dapat mengangkat tumor atau kanker dengan cara berbeda, tergantung seberapa keras atau lunak jaringan tumor.

Dokter bedah juga dapat melihat dan melakukan operasi kanker otak melalui mikroskop khusus. Tumor dapat diangkat dengan cara dipotong menggunakan pisau bedah atau gunting khusus.

Artikel Lainnya: Perlu Tahu, Ini Sepuluh Jenis Tumor yang Sifatnya Jinak

2 dari 3

Metode untuk Membantu Operasi Kanker Otak

Metode untuk Membantu Operasi Kanker Otak
loading

Ada beberapa jenis metode pengangkatan tumor untuk meminimalisasi gangguan fungsi otak, seperti:

  • Stimulasi Kortikal Intraoperatif

Dokter bedah dapat merangsang bagian otak dan tumor selama operasi. Cara ini dapat menunjukkan beberapa area penting di otak yang harus dihindari saat operasi.

  • MRI Fungsional

MRI fungsional merupakan pemeriksaan yang dapat dilakukan sebelum operasi.

MRI fungsional dilakukan untuk menemukan fungsi tertentu dari otak. Hasil MRI fungsional dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menjaga wilayah tertentu di otak agar terhindar dari tindakan pembedahan.

  • Fluoresensi

Untuk beberapa kasus jenis tumor, misalnya glioblastoma, pasien dapat diberikan pewarna fluoresen khusus sebelum operasi.

Nantinya, pewarna fluoresen tersebut akan diambil oleh tumor. Sel tumor pun akan mengeluarkan sinar atau warna di bawah lampu neon mikroskop.

Cara ini membuat dokter dapat mengangkat atau memisahkan tumor dari jaringan otak lainnya.

Artikel Lainnya: Bahan Alami yang Bantu Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker Otak

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, tidak semua jenis kanker otak harus melakukan operasi untuk pengobatannya.

Dirinya mengatakan, “ Pada kasus tertentu, mungkin dokter dapat melakukan biopsi untuk memeriksa jenis tumor di dalam otak dan menentukan tatalaksana selanjutnya.”

Dokter Theresia juga mengatakan, pengobatan kanker otak bisa dikombinasikan dengan terapi radiasi, kemoterapi, dan operasi itu sendiri.

Oleh karena itu, sebelum melakukan operasi, dokter harus melakukan beberapa pemeriksaan guna menentukan rencana perawatan kanker otak.

Setiap prosedur operasi memiliki risiko atau efek samping. Risiko yang dapat terjadi setelah tindakan kraniotomi adalah perdarahan, infeksi, atau reaksi terhadap anestesi.

Umumnya Anda akan menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi kanker otak. Tujuannya agar dokter bisa mengamati dan mengatasi efek samping pascapembedahan otak.

Baca Juga

Itu dia penjelasan mengenai operasi kraniotomi untuk mengatasi kanker otak. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

ARTIKEL TERKAIT

Konsumsi Sayuran Cruciferous Dapat Mencegah Kanker Serviks

Info Sehat
30 Agt

Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Kandung Kemih

Info Sehat
29 Agt

Koriokarsinoma, Tumor yang Bisa Mengancam Kesehatan Ibu Hamil

Info Sehat
28 Agt

Mengenal PET Scan, Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker

Info Sehat
27 Agt

Mengenal Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Info Sehat
26 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat