Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam
searchtext customer service

Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

Demam umum dialami anak-anak. Namun, orangtua perlu tahu bahwa demam bisa menyebabkan komplikasi berbahaya bagi si kecil. Cari tahu di sini.
Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Demam yang dialami anak-anak umumnya tidak berbahaya. Demam dapat menandakan  bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang melawan peradangan yang disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus.

Meski terbilang normal, demam atau suhu tubuh yang tinggi dapat menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya untuk si kecil. Berikut beberapa komplikasi demam pada anak yang harus orangtua tahu.

1 dari 3

1. Dehidrasi

loading

Saat demam, kebutuhan cairan tubuh anak juga ikut meningkat. Anak yang demam biasanya hanya ingin beristirahat atau tidur.

Artikel Lainnya: Demam Anak Naik Turun, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

 

Anak Dehidrasi
loading

Tanpa disadari, hal itu membuat anak malas minum dan kekurangan cairan.  Dampaknya, anak berisiko mengalami dehidrasi. Komplikasi dehidrasi saat demam ditandai dengan gejala berikut:

  • Mulut dan bibir anak kering.
  • Air kencing berwarna gelap dan pekat.
  • Volume buang air kecil berkurang.
  • Tubuh anak lemas.

Apabila anak masih belum mau atau tidak bisa mengonsumsi banyak cairan, maka ia akan mengalami gejala dehidrasi lanjutan, seperti:

  • Menangis tanpa air mata.
  • Kulit berkerut dan ketika dicubit elastisitas kulit akan lambat kembali seperti semula.
  • Mengantuk. 

Meski terlihat sepele, kehilangan cairan tubuh sebesar 12 hingga 15 persen dapat menyebabkan anak mengalami syok yang berakibat fatal.

2. Halusinasi dan Delirium

Salah satu komplikasi yang dapat muncul saat anak demam adalah halusinasi dan delirium. Delirium terjadi ketika kesadaran anak menurun sehingga membuatnya linglung atau kebingungan.

Sementara itu, halusinasi saat demam diakibatkan oleh peningkatan iritabilitas pada sel-sel otak. 

Demam dapat mempercepat metabolisme yang membuat tubuh lebih aktif dan sel-sel otak lebih peka terhadap rangsangan.

Artikel Lainnya: Bolehkah Anak Demam Tidur Pakai AC?

2 dari 3

3. Kejang

Ilustrasi Kejang saat Demam pada Anak
loading

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, kejang demam adalah komplikasi yang dapat terjadi selama episode demam.

Kejang demam dapat dipicu oleh demam dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius.

“Kejang demam bisa terjadi di usia 0-5 tahun. Saat kejang, oksigen tidak menyuplai ke area otak. Akibatnya, ada bagian otak yang tidak mendapat oksigen dan akan mengganggu tumbuh kembang anak,” ucap dr. Dyah Novita.

Secara umum, kejang demam bukanlah kondisi berbahaya. Kejang demam sederhana atau tidak berbahaya ditandai dengan gejala kejang, kehilangan kesadaran, bibir membiru, dan otot berkedut atau tegang.

Kejang demam sederhana bisa berlangsung selama 2-10 menit dan hanya terjadi saat anak mengalami demam.

Itu dia beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat anak demam. Jika melihat anak mengalami komplikasi akibat demam, segera periksakan anak ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga

Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter yang kompeten melalui layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Ifrah Ayuna Siregar, M. Ked(Ped), Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Lianto Kurniawan Nyoto, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Saat Anak Demam, Jangan Lakukan 3 Hal Ini

Info Sehat
30 Jun

Muncul Ruam saat Demam? Waspada Sindrom Sweet!

Info Sehat
01 Apr

Cegah Anak Dehidrasi saat Demam, Ini Pentingnya Minuman Isotonik

Info Sehat
17 Mar

Ephebril Dengue, Ketika Penderita DBD Tidak Mengalami Demam

Info Sehat
01 Mar

Ini Alasan Anda Bisa Demam karena Luka

Info Sehat
16 Nov

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
Iwan Surya
8 Bulan Lalu

Ok👍

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat