Mengenal Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Mengenal Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid

Salah satu tindakan medis yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker tiroid adalah terapi iodine radioaktif. Bagaimana cara kerjanya? Amankah? Simak di sini.
Mengenal Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Kanker tiroid adalah penyakit mematikan yang perlu segera disembuhkan. Salah satu tindakan medis yang disinyalir efektif mengobati kondisi tersebut adalah terapi iodine radioaktif (RAI).

Apa itu terapi iodine radioaktif? Bagaimana cara kerja terapi ini dalam membasmi sel kanker pada kelenjar tiroid? Yuk, cari tahu!

1 dari 5

Mengenal Terapi Iodine Radioaktif

loading

Iodine radioaktif (RAI) merupakan jenis terapi untuk mengobati kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme).

Jenis terapi ini juga bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan beberapa jenis kanker tiroid.

Terapi iodine radioaktif mengumpulkan sel tiroid, yang di mana radiasinya dapat menghancurkan kanker, serta mengambil yodium dengan sedikit efek pada bagian tubuh lain.

Terapi ini memang digunakan untuk mengikis (menghancurkan) jaringan tiroid yang tidak diangkat melalui pembedahan.

Selain itu, terapi iodine radioaktif juga dapat mengobati beberapa jenis kanker tiroid yang telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya.

Artikel Lainnya: Waspada Serangan Kanker Leher dan Kepala

2 dari 5

Persiapan Sebelum Melakukan Terapi Iodine Radioaktif

Persiapan Sebelum Melakukan Terapi Iodine Radioaktif
loading

Agar terapi berjalan efektif, American Cancer Society menyarankan bahwa seseorang harus memiliki hormon perangsang tiroid (TSH atau tirotropin) tingkat tinggi dalam darah.

Pada orang yang sudah melakukan pengangkatan tiroid, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar TSH sebelum diberikan terapi iodinie radioaktif adalah sebagai berikut:

  • Berhenti Minum Pil Hormon Tiroid

Tindakan ini dapat menyebabkan kadar hormon tiroid menjadi sangat rendah (hipotiroidisme), sehingga membuat kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak TSH.

Kejadian hipotiroidisme memang disengaja dan bersifat sementara. Meski demikian, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti kelelahan, depresi, berat badan bertambah, nyeri otot, sembelit, dan konsentrasi menurun.

  • Pemberian Suntik Tirotropin (Thyrogen)

Suntikan ini perlu terus diberikan selama 2 hari, kemudian dilanjutkan dengan terapi iodine radioaktif di hari ketiga. Gunanya adalah untuk membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon TSH.

  • Diet Rendah Yodium

Diet rendah yodium perlu dilakukan selama 1 hingga 2 minggu sebelum pengobatan.

Diet ini dilakukan dengan menghindari makanan yang mengandung garam beryodium dan pewarna merah. Selain itu, pelaku diet ini juga perlu menghindari makanan laut, kedelai, produk susu, dan telur.

Kapan tepatnya seseorang harus melakukan terapi iodine radioaktif? Hal ini tergantung dari keputusan dokter.

“Seseorang bisa melakukan terapi iodine radioaktif tergantung dari pemeriksaan dokter. Biasanya disarankan untuk membunuh sisa sel kanker pasca pembedahan atau untuk kasus kanker yang menyebar,” kata dr. Sara Elise Wijono, MRes.

Artikel Lainnya: Gangguan Tiroid, Bisakah Disembuhkan?

3 dari 5

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Terapi Iodine Radioaktif

loading

Karena memakai sinar radiasi, terapi ini bisa berdampak buruk pada orang-orang di sekitar Anda. Oleh karena itu, perlu dilakukan hal-hal seperti berikut:

  • Hindari kontak fisik yang lama dan terlalu dekat dengan orang lain, terutama ibu hamil dan anak-anak
  • Jaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain. Hindari bepergian ke tempat-tempat umum dan ramai
  • Tidurlah di tempat ranjang terpisah, atau berjarak setidaknya 2 meter dari orang lain
  • Hindari menggunakan peralatan masak, makan, handuk, dan barang-barang lain bergantian dengan orang lain.
  • Cuci piring dan baju secara terpisah
  • Cuci tangan dan mandi setiap hari.
4 dari 5

Efek Samping Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid

Efek Samping Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid
loading

Menurut dr. Sara, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah melakukan terapi iodine radioaktif.

“Efek samping yang mungkin muncul, yaitu rasa mual dan muntah-muntah, bengkak di area leher, mulut terasa kering atau ada perubahan indra pengecap, dan bengkak di area kelenjar liur,” ujar dr. Sara.

Artikel Lainnya: Tes Genetik, Langkah Jitu Antisipasi Kanker Sejak Dini

“Jika efek samping tersebut muncul, biasanya kejadiannya hanya dalam jangka pendek,” sambungnya.

Selain yang telah disebutkan, ada pula efek samping lain yang mungkin terjadi, yaitu keluarnya radiasi dari dalam tubuh setelah terapi.

Anda mungkin perlu berada di rumah sakit selama beberapa hari setelah pengobatan, dan tinggal di ruang isolasi untuk mencegah orang lain terpapar radiasi.

Setelah diizinkan pulang usai pengobatan, Anda akan diberikan instruksi tentang cara melindungi orang lain dari paparan radiasi dan berapa lama perlu melakukan tindakan tersebut.

Petunjuk ini mungkin sedikit berbeda, tergantung rumah sakit tempat Anda dirawat.

Baca Juga

Demikian penjelasan singkat mengenai terapi iodine radioaktif, yang bisa digunakan untuk mengobati kanker tiroid.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai terapi iodine radioaktif, kanker tiroid, atau hal lain yang berhubungan dengan kesehatan, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kraniotomi, Operasi untuk Mengatasi Kanker Otak

Info Sehat
01 Sep

Konsumsi Sayuran Cruciferous Dapat Mencegah Kanker Serviks

Info Sehat
30 Agt

Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Kandung Kemih

Info Sehat
29 Agt

Koriokarsinoma, Tumor yang Bisa Mengancam Kesehatan Ibu Hamil

Info Sehat
28 Agt

Mengenal PET Scan, Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kanker

Info Sehat
27 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat