Alasan Psikologis Kenapa Anda Perlu Break dalam Pacaran - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Alasan Psikologis Kenapa Anda Perlu Break dalam Pacaran

Break dalam pacaran tak selamanya buruk. Bahkan, ada beberapa alasan psikologis mengapa Anda perlu break dalam berhubungan dengan lawan jenis. Berikut selengkapnya.
Alasan Psikologis Kenapa Anda Perlu Break dalam Pacaran

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Tidak ada hubungan asmara yang sempurna; semua pasti pernah bermasalah. Untuk mengatasi hal tersebut, break dari hubungan mungkin merupakan pilihan yang tepat.

Pada dasarnya, salah satu tujuan dari break dalam hubungan adalah untuk mengintrospeksi diri.

Hal yang dimaksud break di sini bukanlah putus cinta, melainkan hanya menjaga jarak dari hubungan tanpa perlu saling berhubungan selama beberapa waktu.

Ada beberapa alasan psikologis mengapa Anda perlu sesekali break dalam pacaran. Berikut ini di antaranya:

1 dari 4

1. Butuh Waktu Menenangkan Diri

Seorang Wanita Butuh Waktu Menenangkan Diri
loading

Berdasarkan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, alasan pertama seseorang butuh break dalam hubungan adalah sebagai bentuk menenangkan diri atas masalah yang sedang dihadapi.

“Menenangkan diri saat ada masalah dalam hubungan asmara penting sebagai salah satu upaya mencegah putus cinta,” ujar Ikhsan.

Artikel Lainnya: Pacaran Sampai Jadi Bucin? Ini Dampaknya untuk Kesehatan Mental

2. Mengalami Keraguan dalam Hubungan

Punya keraguan yang sulit dibantah saat menjalin hubungan asmara? Merasa selama ini selalu Anda yang berjuang sendiri? Jika ya, Anda mungkin perlu break dalam hubungan.

Break bisa menjadi sarana untuk mempertimbangkan kelanjutan dari hubungan yang sedang dijalani; apakah harus memperbaiki atau mengakhirinya,” ujar Psikolog Ikhsan.

2 dari 4

3. Sering Bertengkar dengan Pasangan

Sering Bertengkar dengan Pasangan
loading

Tidak ada hubungan yang berjalan tanpa konflik. Akan tetapi, jika Anda dan pasangan terlalu sering bertengkar, bahkan untuk hal-hal kecil sekali pun, break dalam hubungan mungkin menjadi tindakan yang perlu dilakukan.

Pasalnya, break dalam hubungan bisa menjadi cara yang baik untuk menarik diri dari kemelut akibat bertengkar dengan pasangan.

4. Kurangnya Ikatan dalam Hubungan

Cinta dan ketertarikan mungkin menutupi banyak hal, tetapi hanya untuk sementara waktu.

Seiring berjalannya waktu, ketidakcocokan dapat mulai terungkap dan mungkin salah satu pihak merasa bahwa apa yang sedang dijalani tidak bisa dipertahankan.

Jika memang demikian, break dalam hubungan mungkin menjadi cara yang bijak untuk menyikapinya.

Break bisa menjadi alasan seseorang untuk merefleksi diri; apa saja yang perlu diperbaiki dalam hubungan yang dijalani agar merasa lebih terikat satu sama lainnya,” ucap Ikhsan.

Artikel Lainnya: Perlu Tahu, Ini Risiko Pacaran dengan Teman Sekantor

3 dari 4

5. Pasangan yang Toxic

Ilustrasi Pasangan yang Toxic
loading

Jika Anda merasa bahwa sikap pasangan terlalu toxic atau mengekang, sebaiknya mintalah waktu untuk break. Hal ini bertujuan untuk saling merefleksi diri; apakah sikap toxic tersebut gara-gara tingkah laku Anda atau karena hal lainnya?

Dengan demikian, keduanya dapat saling memahami dan memperbaiki sehingga tak lagi terjebak dalam toxic relationship.

Break dalam hubungan bukanlah suatu kewajiban. Menurut Ikhsan, Hal ini dikembalikan lagi kepada masing-masing individu dalam mengambil keputusan saat menjalani hubungan.

“Bisa saja, dari break, akan sama-sama merefleksikan diri sehingga lebih baik lagi ke depannya. Namun, ada pula yang punya pertimbangan langsung mengakhiri hubungan, karena saat break sudah tidak berjalan baik,” pungkas Ikhsan.

Baca Juga

Perlu atau tidaknya break dalam berhubungan dengan pasangan dikembalikan lagi ke masing-masing orang. Jika dirasa perlu untuk tujuan saling memperbaiki diri, tak ada salahnya dilakukan asalkan sudah berkompromi.

Jika dalam praktiknya Anda menemukan kendala dan kesulitan, tak ada salahnya untuk minta bantuan psikolog dengan berkonsultasi langsung melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Mentari Ilmi Fahmiati Avicenia, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 75.000
avatar

Desi Wahyuni Sari, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000
avatar

Sri Ayu Mutmainah Kurniawati, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Ragam Tipe Orang yang Harus Didekati dalam Kehidupan

Info Sehat
02 Sep

Nyaman Teman Tapi Mesra? Cek Dulu Dampak Negatifnya

Info Sehat
31 Agt

Manfaat Skinship, Sentuhan Fisik dalam Hubungan Asmara

Info Sehat
30 Agt

Perlu Tahu, Ini Risiko Pacaran dengan Teman Sekantor

Info Sehat
29 Agt

Apakah Benar Pria Lebih Tertarik pada Wanita yang Pintar?

Info Sehat
28 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat