Sesak Napas Saat Isolasi Mandiri, Ini Cara Mengatasinya!
searchtext customer service

Sesak Napas Saat Isolasi Mandiri, Ini Cara Mengatasinya!

Salah satu gejala infeksi COVID-19 adalah sesak napas. Apa yang harus dilakukan saat mengalami sesak napas saat isolasi mandiri di rumah? Simak ulasan berikut ini.
Sesak Napas Saat Isolasi Mandiri, Ini Cara Mengatasinya!

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Tidak semua kasus virus corona perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Apabila memiliki gejala ringan atau bahkan tidak bergejala, maka Anda bisa melakukan isolasi mandiri dan perawatan di rumah.

Saat isolasi mandiri, Anda perlu memantau ada tidaknya tanda bahaya yang muncul, salah satunya sesak napas. Sesak napas akibat infeksi COVID-19 bisa muncul kapan saja dan membuat Anda merasa tidak nyaman.

Saat sesak napas, Anda perlu memerhatikan jumlah napas yang tidak normal. Jumlah napas dapat dikatakan tidak normal apabila lebih dari 20 kali per menit, serta kadar saturasi oksigen (spO2) yang kurang dari 95 persen.

Jika napas mulai terasa berat, jangan buru-buru panik. Tetap tenang dan lakukan beberapa langkah atau cara mengatasi sesak napas saat isolasi mandiri berikut ini.

1 dari 4

1. Istirahat dan Longgarkan Semua Pakaian

loading

Hal pertama yang dapat dilakukan saat muncul rasa sesak adalah beristirahat, terutama bila Anda sedang melakukan aktivitas.

Duduklah tegak di tempat yang memiliki ventilasi baik atau tidak pengap, lalu ambil posisi senyaman mungkin. Jangan lupa longgarkan pakaian jika terasa terlalu ketat.

Artikel Lainnya: Tips Isolasi Mandiri COVID-19, Siapkan dan Lakukan Ini

2. Cek Saturasi Oksigen

Salah satu alat kesehatan yang wajib dimiliki saat isolasi mandiri di rumah adalah pulse oximeter. Alat ini berguna mengukur kadar saturasi oksigen di dalam darah.

Pada keadaan normal, kadar saturasi oksigen tubuh ada di kisaran angka 95 persen. Akan tetapi, jika saturasi oksigen mulai menurun, yaitu di bawah 95 persen, maka Anda perlu waspada.

2 dari 4

3. Lakukan Posisi Proning

loading

Melakukan posisi proning sangat dianjurkan bagi pasien COVID-19 yang mengalami sesak napas. Posisi proning dapat membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh sehingga keluhan sesak napas pun bisa berkurang.

Posisi proning dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Posisi 1

Tidurlah dengan posisi tengkurap.. Lalu letakkan 1 bantal di bawah leher, taruh 1 bantal dibawah pinggang (pastikan area perut tidak tertekan), dan 1 bantal di lutut atau kaki. Pertahankan posisi ini selama kurang lebih 30 menit.

  • Posisi 2

Variasi posisi proning lainnya adalah dengan tidur menyamping. Tidurlah dengan tubuh menyamping ke kanan.

Kemudian, letakkan 1 bantal di kepala, 1 bantal di pinggang, dan 1 bantal di sela kaki (bantal diapit kedua kaki). Lakukan posisi ini selama 30 menit.

  • Posisi 3

Untuk membantu mengurangi keluhan sesak napas, Anda bisa merebahkan badan dalam posisi setengah duduk selama 30 menit.

Ganjal tubuh menggunakan beberapa bantal sehingga membantu menopang Anda berada di posisi setengah duduk.

Tidak harus terus menerus melakukan satu posisi proning yang sama. Anda bisa melakukan variasi posisi proning sesuai dengan kenyamanan masing-masing.

Artikel Lainnya: Perbedaan Sesak Napas karena Virus Corona dan Asma

4. Latihan Pernapasan

Adanya peradangan di saluran pernapasan dan paru-paru akibat infeksi COVID-19 bisa menyebabkan seseorang sulit bernapas.

Latihan pernapasan secara rutin bisa membantu memasok oksigen ke dalam paru-paru lebih banyak.

Latihan pernapasan juga membantu tubuh mengeluarkan lendir atau cairan yang berlebihan di dalam saluran pernapasan.

Ada beberapa langkah latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan saat isolasi mandiri di rumah. Di antaranya:

  • Latihan relaksasi dan gerak sendi bahu

Latihan relaksasi pernapasan dapat membantu melemaskan otot-otot bahu yang turut berpengaruh pada otot penyangga dinding dada.

Latihan relaksasi diawali dengan memposisikan tubuh tegak, kemudian tarik napas dalam, dan lepaskan.

Setelah itu, kombinasikan dengan gerak sendi bahu. Saat Anda menarik napas dalam, putar bahu ke belakang, lalu buang napas. Lakukan beberapa kali, bergantian memutar arah bahu ke depan.

  • Mobilisasi dinding dada

Untuk melakukan gerakan ini, silakan tarik napas sambil angkat tangan ke atas, kemudian buang napas dengan menurunkan kedua tangan.

Selanjutnya, lakukan cara tersebut namun dengan merentangkan kedua tangan ke samping ketika menarik napas dan menurunkan kedua tangan ke depan saat membuang napas.

Pada gerakan terakhir, Anda bisa membawa tangan kanan dan kiri ke arah samping secara bergantian sembari menarik napas dalam.

  • Latihan pernapasan dalam

Latihan pernapasan dalam atau deep breathing dapat membantu mengembangkan jaringan paru-paru. Disarankan untuk berlatih pernapasan yang membuat perut mengembang saat Anda menarik napas.

  • Latihan batuk

Latihan batuk terbagi menjadi 2 bagian, yaitu huffing dan coughing. Pertama, lakukan huffing dengan cara menarik napas dalam-dalam.

Kemudian, keluarkan batuk dengan mulut terbuka atau seperti menghembuskan napas di kaca.

Lakukan  huffing sebanyak 3 kali, lalu tutup dengan latihan coughing. Latihan coughing dilakukan dengan cara tarik napas dalam, dan batuklah seperti biasa.

Artikel Lainnya: Menengkurapkan Pasien Virus Corona Bisa Selamatkan Nyawanya, Lho!

3 dari 4

5. Penggunaan Tabung Oksigen

loading

Penggunaan oksigen dapat membantu meringankan keluhan sesak napas.Namun, tidak semua orang memiliki persediaan tabung oksigen.

Jika memiliki persediaan di rumah, gunakan tabung oksigen beserta kanula di hidung ketika sesak napas.

Apabila tidak ada persediaan tabung oksigen, Anda bisa melakukan posisi proning untuk mengurangi sesak napas saat isolasi mandiri.

6. Minum Suplemen

Menurut dr. RA Adaninggar, Sp.PD., Anda harus mencari tahu penyebab sesak napas terlebih dahulu.

Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai macam hal.  Pada kondisi COVID-19, sesak napas dapat terjadi akibat penumpukan cairan atau lendir di saluran pernapasan dan paru-paru.

“Jika sesak napas terjadi karena gangguan paru-paru akan lebih baik jika dahak yang ada di dalam paru-paru dikeluarkan terlebih dahulu dengan minum suplemen. Suplemen dapat menjadi pelengkap terapi untuk membantu mengencerkan dahak tersebut.”

Anda bisa mengonsumsi suplemen yang baik bagi sistem pernapasan, salah satunya suplemen H2 Cordyceps Militaris .

H2 Cordyceps Militaris adalah suplemen berbahan herbal alami yang terbuat dari ekstrak jamur Cordyceps militaris.

Tak perlu khawatir mengenai keamanan suplemen ini, sebab prosesnya diperoleh melalui teknologi kultur jaringan sehingga memberikan hasil yang murni, higienis, dan berkualitas.

Kombinasi bahan aktif, seperti adenosin, cordycepin, dan polisakarida dalam H2 Cordyceps Militaris mampu mengurangi peradangan akibat infeksi dan gangguan pernapasan.

Suplemen mengandung Cordyceps militaris juga punya manfaat untuk memelihara daya tahan tubuh.

Jamur Cordyceps militaris pun dikenal sebagai imunomodulator seimbang yang dapat meningkatkan stamina hingga mengatasi peradangan akibat reaksi sistem imun berlebih.

Suplemen H2 Cordyceps Militaris tersedia dalam bentuk kapsul yang mengandung ekstrak Cordyceps militaris mycelium sebanyak 500 mg di setiap kapsulnya.

Pasien isoman yang mengalami gejala sesak napas ringan bisa mengonsumsi 1-2 kapsul H2 Cordyceps Militaris per hari.

Artikel Lainnya: Pantau Isolasi Mandiri Pasien COVID-19, Pemerintah Gandeng Layanan Medis Daring

Apabila ingin tahu penjelasan lengkap mengenai suplemen untuk mengatasi sesak napas, Anda bisa menyimak Instagram Live dr. RA Adaninggar, Sp.PD. bersama H2 Cordyceps Militaris pada link berikut ini.

Pasien yang sesak napas juga perlu memerhatikan gejala hipoksia, seperti bibir dan kuku kebiruan, perburukan demam, atau bahkan hilang kesadaran. Bilamana mengalami kondisi tersebut, segeralah ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan tepat.

Jangan menganggap remeh isolasi mandiri di rumah, pastikan Anda mengetahui cara-cara sederhana untuk mengurangi keluhan, salah satunya mengurangi sesak napas.

Karena meski gejala sesak napas Anda ringan, bukan berarti tidak mungkin untuk mengalami perburukan.

Baca Juga

Untuk mengetahui kondisi imun tubuh, Anda bisa mengeceknya melalui link cek imun Klikdokter.

Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lain, Anda bisa membaca artikel hanya di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Ganda Martua Leonard Samosir, Sp. P

Spesialis Paru
wallet
Rp. 60.000

ARTIKEL TERKAIT

Tak Enak Badan Usai Vaksin COVID-19, Coba Suplemen Cordyceps!

Info Sehat
07 Sep

Cegah Stunting Sejak Hamil, Ibu Perlu Nutrisi Lengkap Ini

Info Sehat
06 Sep

Mengenali Bahaya Malnutrisi pada Lansia

Info Sehat
04 Sep

Konsultasi Dokter Gratis Tanpa Keluar Rumah Saat Pandemi, Ini Caranya

Info Sehat
02 Sep

Tips Menyusui yang Tepat untuk Cegah Stunting pada Buah Hati

Info Sehat
01 Sep

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat