Pemanfaatan Robot pada Operasi Kanker Lambung dan Kolorektal - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Pemanfaatan Robot pada Operasi Kanker Lambung dan Kolorektal

Penerapan operasi robotik dianggap ampuh pada operasi kanker lambung dan kolorektal. Mari ketahui lebih jauh fakta lengkapnya di sini.
Pemanfaatan Robot pada Operasi Kanker Lambung dan Kolorektal

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Di kawasan Asia-Pasifik, kanker lambung merupakan penyebab kematian paling umum, setelah kanker paru.

Sementara itu, kanker kolorektal (usus besar) menduduki lima besar kanker yang paling banyak diidap masyarakat Indonesia, mengutip data Globocan 2020.

Penderita kedua jenis kanker ini umumnya baru mengeluhkan gejala setelah berada pada stadium lanjut. Operasi kanker lambung dan kolorektal pun harus dilakukan. Sayangnya, prosedur pengangkatan tumor konvensional sangat membebani pasien.

Operasi kanker kolorektal dan lambung selama ini menyebabkan pasien memiliki masa pemulihan yang tidak sebentar. Mereka harus menjalani rawat inap lebih lama dan mengonsumsi obat pereda nyeri secara intens.

Untuk mengatasi hal tersebut, para ahli mengembangkan teknologi operasi robotik. Metode apakah itu? Apa manfaat dan bagaimana prosedurnya?

1 dari 3

Operasi Robotik untuk Kanker Lambung dan Kolorektal

Operasi Robotik untuk Kanker Lambung dan Kolorektal
loading

Operasi robotik pertama dan satu-satunya yang diizinkan oleh Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat adalah Sistem Bedah da Vinci.

Artikel Lainnya: Sering Asam Lambung, Awas Bisa Kanker!

Metode ini menerapkan sistem bedah invasif untuk mengangkat tumor kanker dengan cara tepat dan juga lebih terkontrol.

Kolektomi (prosedur menghilangkan sebagian atau seluruh usus besar) dan gastrektomi (pengangkatan lambung) robotik ini dikembangkan guna mengatasi kelemahan laparoskopi konvensional.

Laparoskopi adalah metode bedah dengan sayatan kecil di perut bagian dinding. Perlu Anda ketahui, metode pembedahan ini memiliki risiko untuk pasien ataupun ahli bedah.

Ahli bedah harus sangat berhati-hati menyayat dinding perut maupun mengangkat tumor. Bagi pasien, laparoskopi dapat menyebabkan trauma bedah.

Nah, disampaikan oleh Prof. Dato Dr. Tikfu Gee, operasi robotik hadir untuk membantu meminimalkan efek trauma bedah. Pada akhirnya, efek samping pasca-operasi pada pasien berkurang.

“Karena operasi robotik mendukung keakuratan proses pembedahan. Hal ini sekaligus mengurangi komplikasi pasca-operasi serta rasa sakit pasien,” kata Ahli Bedah Umum dan Bariatrik, Bedah Gastrointestinal Atas & Obesitas, Bedah Penurunan Berat Badan dari Sunway Medical Centre, Malaysia.

Pasien yang menjalani operasi gastrektomi dan kolektomi robotik juga lebih sedikit kehilangan darah. Fungsi usus, kemih maupun fungsi seksual pasien juga dapat kembali dengan lebih cepat.

“Sehingga pasien yang menjalani Sistem Bedah da Vinci memiliki masa pemulihan serta rawat inap yang lebih singkat,” jelas Dr. Tifku.

Artikel Lainnya: Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

2 dari 3

Bagaimana Prosedurnya?

Sunway Medical Centre, Malaysia
loading

Sistem Bedah da Vinci menggunakan robot untuk membantu dokter mengangkat tumor maupun kelenjar getah bening dengan lebih tepat dan terkontrol.

Teknologi robotik tersebut memberikan visualisasi bedah tiga dimensi, serta menghilangkan getaran instrumen bedah konvensional.

Pada pembedahan kolektomi dan gastrektomi robotik ini, dokter ahli bedah memiliki kemampuan gerakan yang hampir tidak terbatas ke segala arah.

Dokter Chong Hoong Yi menambahkan, dengan Sistem Bedah da Vinci, ahli bedah bisa lebih luwes dalam melakukan tindakan operasi. 

“Selain itu dengan pencitraan tiga dimensi, ahli bedah dapat mengetahui area bedah dengan lebih jelas. Mereka pun dapat melakukan prosedur operasi dengan akurasi tinggi,” ujar Ahli Bedah Kolorektal, Umum dan Robotik dari Sunway Medical Centre tersebut.

Teknologi operasi robotik membantu pasien kanker lambung dan kanker kolorektal yang membutuhkan pembedahan.

Baca Juga

Pastikan Anda berkonsultasi kepada dokter dan fasilitas kesehatan yang menunjang untuk mendapatkan manfaat optimal metode ini.

Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar informasi kesehatan lainnya, manfaatkan fitur LiveChat dari aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Anemia Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar, Kok Bisa?

Info Sehat
06 Sep

Perut Sakit dan Bengkak, Waspada Kanker Kantong Empedu

Info Sehat
05 Sep

Jangan Keliru, Kenali Beda Kista dan Tumor

Info Sehat
04 Sep

Mengenal Terapi Iodine Radioaktif untuk Kanker Tiroid

Info Sehat
03 Sep

Mengenal Kraniotomi, Operasi untuk Mengatasi Kanker Otak

Info Sehat
01 Sep

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat