Benarkah Urine Sapi Bisa Sembuhkan COVID-19? - Info Sehat Klikdokter.com
search

Benarkah Urine Sapi Bisa Sembuhkan COVID-19?

Politikus India mengklaim minum urine sapi bisa sembuhkan COVID-19. Benarkah manfaat urine sapi tersebut? Berikut tanggapan dokter dan ahli medis.
Benarkah Urine Sapi Bisa Sembuhkan COVID-19?

Cms-admin.klikdokter.com, Jakarta Pragya Singh Thakur, politikus asal Kota Bhopal, India, mengklaim mengonsumsi urine sapi dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit menular. Bahkan, dia berpendapat, kebiasaan itu telah menyelamatkannya dari infeksi COVID-19.

Pragya tidak sendiri. Di India, konsumsi urine sapi merupakan hal yang lazim dilakukan. Di Gujarat, salah satu kota di negara itu, misalnya, konsumsi urine sapi meningkat hingga 6.000 liter per hari. 

Berdasarkan Economic Times India, peningkatan tersebut terjadi pasca-meluasnya wabah COVID-19. Masyarakat setempat meyakini urine sapi memiliki efek terapeutik yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Usut punya usut, kepercayaan tersebut bersumber dari naskah kuno Ayurveda, salah satu pengobatan tertua di dunia yang sudah ada di India sejak ribuan tahun lalu. 

Dalam naskah Ayurveda, disebutkan urine sapi merupakan obat yang efektif untuk menurunkan berat badan, serta mengatasi penyakit jantung dan ginjal, gangguan pencernaan, edema, penyakit kuning, anemia, wasir, hingga penyakit kulit.

Artikel lainnya: Medfact: Benarkah Susu Sapi Bisa Sembuhkan COVID-19?

Bagaimana faktanya? Simak penjelasan dokter soal mitos manfaat urine sapi, khususnya dalam menyembuhkan infeksi virus corona berikut.

1 dari 3

Bisakah Urine Sapi Sembuhkan COVID-19?

Bisakah Urine Sapi Sembuhkan COVID-19?
loading

Dokter Arina Heidyana menegaskan urine sapi tidak dapat digunakan sebagai obat mengatasi virus corona. Pasalnya, hingga saat ini belum ada satu pun penelitian ilmiah yang mengonfirmasi manfaat urine sapi tersebut.

“Soal urine sapi dijadikan obat COVID itu enggak berdasar sama sekali, ya. Kan itu hanya klaim dari orang tersebut, bukan dari suatu penelitian pasti,” tegasnya.

Senada dengan dr. Arina, Arun Mitra, MBBS, MS, ahli bedah THT asal India membantah khasiat urine sapi dalam menyembuhkan penyakit.

Melalui kolomnya yang terbit di The Wire India, Arun menjelaskan, “Urine merupakan cairan yang diproduksi oleh ginjal. Ia berfungsi untuk membuang produk limbah dari aliran darah. Urine manusia maupun sapi, pada dasarnya terdiri dari air, urea, natrium, klorida, sulfat, fosfat, kalium, kreatinin, amonia, dll.”

Artikel lainnya: Benarkah Obat Lianhua Qingwen Efektif Sembuhkan COVID-19?

“Jadi sulit dipercaya, jika minum urine sapi diklaim bermanfaat untuk kesehatan. Sementara minum urine manusia dianggap menjijikkan,” kata co-president International Physicians for the Prevention of Nuclear War tersebut.

Argumen Arun Mitra bukan tanpa dasar. Dia mengonfirmasi langsung hal itu kepada badan penelitian setempat, seperti Department of Animal Husbandry, Dairying and Fisheries, maupun Guru Angad Dev Veterinary and Animal Sciences University, di Ludhiana.

Kedua badan penelitian terkemuka di India yang berfokus pada riset biologi hewan tersebut tidak memiliki catatan sama sekali soal manfaat urine sapi untuk kesehatan, apalagi untuk mengatasi infeksi coronavirus.

Faktanya, disampaikan Arun Mitra, beberapa penelitian justru mengungkapkan bahwa mengonsumsi urine sapi dapat menimbulkan efek keracunan, memicu infeksi, dan gangguan kesehatan lainnya.

Artikel lainnya: Medfact: Vaksin COVID-19 Picu Mutasi dan Kematian

2 dari 3

Obat Terapi COVID-19

Ilustrasi Obat Terapi COVID-19
loading

Hingga hari ini, belum ditemukan obat yang efektif untuk mengatasi COVID-19. Terapi pengobatan yang ada hanya dapat mengurangi gejala infeksi virus corona.

“Hal ini juga tergantung dari keparahan penyakitnya, seperti antivirus, multivitamin, dan obat terapi COVID-19 lain digunakan sesuai gejala yang timbul pada tiap pasien,” jelas dr. Arina.

Misalnya, penggunaan obat radang sendi Actemra dan Kevzara yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keduanya digunakan untuk meredakan badai sitokin pada pasien yang terinfeksi virus corona gejala berat.

Sementara itu, guna mencegah infeksi coronavirus, hasil penelitian sudah membuktikan bahwa vaksin COVID-19 merupakan moda paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi.

Baca Juga

Jadi, tidak perlu konsumsi urine sapi maupun asupan lain yang belum terverifikasi dan terbukti secara ilmiah ya.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar pengobatan dan pencegahan infeksi virus corona, tanyakan langsung kepada dokter via Live Chat dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

ARTIKEL TERKAIT

Konsultasi Dokter Gratis Tanpa Keluar Rumah Saat Pandemi, Ini Caranya

Info Sehat
02 Sep

Varian MU Asal Kolombia, Mutasi Corona yang Diawasi WHO

Info Sehat
02 Sep

Varian Corona C.1.2, Lebih Berbahaya dari Delta?

Info Sehat
01 Sep

Varian Delta Tingkatkan Risiko Masuk RS Dua Kali Lipat

Info Sehat
31 Agt

Cara Cek Spektrum Risiko Penularan COVID-19 di Sekolah

Info Sehat
30 Agt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat