Mengenal Vaksin COVID-19 Anhui Zifivax, Efikasi Tinggi! - Info Sehat Klikdokter.com
search

Mengenal Vaksin COVID-19 Anhui Zifivax, Efikasi Tinggi!

BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Zifivax, vaksin COVID-19 dari China. Seberapa efektifkah vaksin ini? Berikut penjelasannya.
Mengenal Vaksin COVID-19 Anhui Zifivax, Efikasi Tinggi!

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan izin penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China. Vaksin yang diberi nama Zifivax ini telah melewati 3 uji klinis di Bandung.

Dalam uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Zifivax menunjukkan pemberian 3 dosis suntikan terbukti efektif meningkatkan antibodi dalam melawan infeksi coronavirus.

Selain itu, para peneliti juga mengatakan vaksin Zifivax memiliki efikasi yang baik dalam melawan varian Delta. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai vaksin Zifivax, simak ulasan berikut ini.

 

1 dari 5

Asal Usul Vaksin Zifivax

Asal Usul Vaksin Zifivax
loading

Selain vaksin corona Zifivax, Anhui Zhifei juga memproduksi vaksin untuk influenza, meningitis, dan rabies. Vaksin meningitis dari Anhui Zhifei dan kelompoknya telah lama digunakan oleh Indonesia.

Anhui Zhifei juga bekerja sama dengan Uzbekistan, Ekuador, dan Pakistan dalam hal suplai vaksin coronavirus.

Perusahaan ini bahkan telah mengirimkan 10 juta dosis dan telah menerima izin EUA (Emergency Use Authorization) atau penggunaan darurat di Uzbekistan.

Artikel Lainnya: Kombinasi Vaksin COVID dan Flu, Cegah Keparahan COVID?

Di Tiongkok sendiri, vaksin Zifivax juga telah mendapat izin penggunaan darurat. Sejauh ini vaksin covid dari China tersebut telah menyuntikkan 10-11 juta dosis ke warga Tiongkok.

Kerja sama Anhui Zhifei dengan Indonesia melibatkan PT. BCHT dan Jakarta Biopharmaceuticals dan sudah dimulai pada September 2020 lalu.

2 dari 5

Efikasi Vaksin Zifivax

Efikasi Vaksin Zifivax
loading

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, dalam uji klinis fase 3 di Bandung yang melibatkan orang dewasa usia 18-59 tahun dan lansia di atas 60 tahun, hasil menunjukkan vaksin Zifivax memiliki efikasi yang sangat baik.

“Dalam uji klinis, vaksin ini memberikan efikasi mencapai 81,71 persen setelah 7 hari injeksi, dan 81,4 persen setelah 14 hari menerima dosis lengkap,” ucap dr. Devia.

Peneliti utama dalam uji klinis vaksin Zifivax fase 3, dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes., mengungkapkan uji klinis fase 3 merupakan lanjutan dari uji klinis vaksin fase 1 dan 2, yang dinyatakan aman dan mampu meningkatkan antibodi.

Dari tiga uji klinis yang telah dilakukan, terbukti vaksin Zifivax aman dan efektif meningkatkan antibodi terhadap virus corona.

Efek samping vaksin Zifivax juga tergolong ringan, hanya berkisar pada sakit kepala, kelelahan, dan demam.

3 dari 5

Benarkah Vaksin Zifivax Ampuh Melawan Varian Delta?

loading

Menurut dr. Devia, jika dilihat berdasarkan tiga fase uji klinis yang telah dilakukan, terbukti memang vaksin Zifivax dapat efektif melawan virus corona varian Delta.

“Vaksin ini efikasinya pada varian Delta sebanyak 77,47 persen. Jadi, tergolong bisa membantu melawan varian Delta,” jelasnya.

“Namun, tetap setelah vaksin, prokes tetap dilakukan untuk mencegah paparan virus corona,” tambah dr. Devia.

Artikel Lainnya: CDC: Tidak Divaksinasi COVID, 11 Kali Berisiko Meninggal

4 dari 5

Vaksin Zivifax Berbeda dengan Vaksin Covid Lain

Vaksin Zivifax Berbeda dengan Vaksin Covid Lain
loading

Para peneliti mengungkapkan, vaksin COVID-19 Zifivax berbeda dengan vaksin covid lainnya. Sebab, vaksin asal China ini menggunakan metode rekombinan.

Vaksin rekombinan artinya vaksin dikembangkan menggunakan spike glikoprotein atau bagian kecil virus. Bagian ini akan memicu kekebalan saat disuntikkan ke tubuh manusia.

Hal itulah yang membedakan vaksin Zifivax dengan vaksin COVID-19 jenis lainnya, yang dikembangkan menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan.

Namun, dr. Rodman Tarigan mengatakan vaksin rekombinan bukanlah hal baru di dunia medis. Vaksin rekombinan selama ini telah digunakan untuk hepatitis B di Indonesia.

Baca Juga

Selain itu, vaksin rekombinan juga dapat disimpan pada suhu antara 2-8 derajat Celsius. Artinya, proses penyimpanannya tidak memerlukan perangkat khusus.

Itulah penjelasan lengkap mengenai vaksin Zifivax yang nantinya akan digunakan di Indonesia. Cari tahu informasi lainnya seputar vaksin corona di aplikasi Klikdokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur LiveChat.

(FR/AYU)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Jessica Wirjosoenjoto

Dokter Umum
wallet
Rp. 10.000
avatar

dr. Melvi Yovianti

Dokter Umum
wallet
Rp. 35.000
avatar

dr. Rommi Rusfiandhi, MKK

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Virus Yezo yang Menginfeksi Lewat Kutu

Info Sehat
07 Okt

Aturan Vaksinasi untuk Penyintas COVID-19 Gejala Ringan

Info Sehat
04 Okt

Mengenal Varian COVID-19 R.1, Apa Lebih Berbahaya?

Info Sehat
01 Okt

Booster Pfizer Diprioritaskan untuk Lansia di Atas 65 Tahun

Info Sehat
27 Sep

Vaksin Pfizer Beri Dosis Berbeda untuk Anak, Ini Faktanya

Info Sehat
24 Sep

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat