Terapi Kesuburan Bisa Picu Sindrom Hiperstimulasi Ovarium - Info Sehat Klikdokter.com
search

Terapi Kesuburan Bisa Picu Sindrom Hiperstimulasi Ovarium

Terapi kesuburan dapat menyebabkan efek samping berupa Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). Apa itu sindrom hiperstimulasi ovarium?
Terapi Kesuburan Bisa Picu Sindrom Hiperstimulasi Ovarium

Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) merupakan suatu keadaan di mana terjadi respons tubuh yang berlebih terhadap kelebihan hormon. OHSS dapat terjadi pada wanita yang menggunakan hormon suntik untuk merangsang perkembangan sel telur di ovarium.

Keadaan ini dapat menyebabkan ovarium membengkak dan terasa nyeri. Namun, tidak semua wanita yang menjalani terapi kesuburan akan mengalami permasalahan ini.

Melansir dari Cleveland Clinic, kurang dari 5 persen wanita yang melakukan fertilisasi in vitro atau proses bayi tabung mengalami OHSS. Apa menyebabkan terjadinya sindrom hiperstimulasi ovarium? 

1 dari 4

Penyebab dan Faktor Risiko OHSS

Penyebab dan Faktor Risiko OHSS
loading

 

Penyebab OHSS belum dapat diketahui pasti. Namun, human chorionic gonadotropin (HCG) yang biasa diproduksi selama kehamilan diduga memiliki andil besar terhadap munculnya OHSS.

Pada beberapa kasus, pembuluh darah ovarium bereaksi secara tidak normal terhadap HCG. Kondisi tersebut memicu munculnya cairan yang menyebabkan pembengkakan ovarium. Cairan itu terkadang juga bisa berpindah ke perut atau area lainnya. 

Artikel lainnya: Risiko yang Dapat Terjadi Saat Menjalani Program Bayi Tabung

Selama terapi kesuburan, HCG diberikan agar folikel (kantung cairan berisi sel telur) yang matang akan melepaskan sel telurnya. OHSS biasanya terjadi dalam waktu seminggu setelah Anda menerima suntikan HCG.

OHSS dapat berdampak buruk jika Anda berhasil hamil selama menjalani terapi kesuburan. Sebab, tubuh juga akan mulai memproduksi HCG sendiri sebagai respons terhadap kehamilan. 

Terdapat sejumlah faktor risiko OHSS pada seorang wanita, di antaranya:

  • PCOS atau sindrom ovarium polikistik,
  • pernah mengalami OHSS,
  • memiliki jumlah folikel yang banyak atau kadar estrogen yang tinggi selama stimulasi fertilisasi in vitro (prosedur bayi tabung),
  • menerima HCG dosis tinggi selama siklus fertilisasi in vitro, dan
  • mengalami transfer embrio segar daripada beku.

Artikel lainnya: Mirror Syndrome pada Ibu Hamil, Ini Gejala yang Perlu Anda Tahu

2 dari 4

Apa Saja Gejala OHSS?

Apa Saja Gejala OHSS?
loading

Gejala sindrom hiperstimulasi ovarium dapat muncul dalam waktu seminggu setelah menggunakan obat suntik untuk merangsang ovulasi.

Gejala terkadang dapat berlangsung 2 minggu atau lebih. Bila wanita mengalami kehamilan, gejala OHSS bisa menjadi lebih panjang.

Gejala ini berkisar dari ringan hingga parah, serta dapat memburuk atau membaik seiring waktu. Pada OHSS ringan, wanita dapat merasakan sakit perut ringan hingga sedang, perut kembung atau peningkatan ukuran pinggang, mual dan muntah, serta diare.

Namun, pada sindrom hiperstimulasi ovarium parah keluhan yang bisa dialami antara lain:

  • kenaikan berat badan yang cepat (lebih dari 1 kilogram dalam 24 jam),
  • sakit perut parah,
  • mual dan muntah yang parah dan terus menerus,
  • bekuan darah,
  • buang air kecil berkurang,
  • sesak napas, dan
  • perut terasa kencang dan membesar.

Artikel lainnya: Cara Tepat yang Efektif Cegah Down Syndrome

Tak perlu khawatir, OHSS dapat disembuhkan. Kebanyakan wanita akan sembuh dalam waktu dua minggu. 

Pada kasus yang parah, Anda mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, pengobatan dan penanganan yang cepat serta tepat dapat memberikan hasil yang baik.

3 dari 4

Cara Mencegah Sindrom Hiperstimulasi Ovarium

Cara Mencegah Sindrom Hiperstimulasi Ovarium
loading

Beberapa kasus OHSS tidak dapat dicegah. Namun, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti mengungkapkan, terdapat cara untuk meminimalkan terjadinya OHSS saat terapi kesuburan. 

“Misalnya, mengatur dosis sesuai kondisi dan evaluasi terapi, mengatur terapi lain (aspirin atau kalsium), atau dengan menghentikan terapi sementara,” ujarnya.

Kondisi sindrom hiperstimulasi ovarium atau OHSS dapat terjadi selama proses bayi tabung. Anda perlu menyampaikan keluhan yang dirasakan kepada dokter kandungan yang menangani. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu Anda mengatasi keluhan akibat OHSS.

Baca Juga

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang OHSS ataupun permasalahan kesehatan lainnya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Tommy Febrianto, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 25.000
avatar

dr. Donny Sutrisno Winardo, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Febrie Kesuma Wardana, Sp. OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Kulit Lebih Cerah Saat Hamil, Kenali Pregnancy Glow

Info Sehat
17 Okt

Ragam Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil

Info Sehat
16 Okt

Manfaat Vitamin E untuk Sistem Reproduksi Wanita

Info Sehat
16 Okt

Bisakah Punya Anak Kembar Tanpa Garis Keturunan Kembar?

Info Sehat
15 Okt

Manfaat Serai untuk Ibu Hamil yang Sayang Dilewatkan

Info Sehat
14 Okt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat