Daftar Pengobatan Penyakit Neuroblastoma - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Daftar Pengobatan Penyakit Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker yang dapat dialami bayi. Simak 8 pengobatan neuroblastoma, mulai dari kemoterapi hingga imunoterapi.
Daftar Pengobatan Penyakit Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker yang cukup umum terjadi pada bayi. Penyakit ini akibat sel kanker yang berkembang pada sel-sel saraf anak yang belum matang.

Menurut American Cancer Society, di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat sekitar 700-800 kasus neuroblastoma.

Rata-rata anak didiagnosis neuroblastoma saat usianya 1-2 tahun. Pasalnya, kanker ini jarang terdeteksi oleh ultrasound sebelum kelahiran. Neuroblastoma jarang terjadi pada anak usia di atas 10 tahun.

 

1 dari 3

Jenis Terapi Neuroblastoma

Operasi untuk Mengatasi Neuroblastoma
loading

Berikut ini sejumlah cara mengobati neuroblastoma, dilansir dari Cancer.Net:

1. Observasi

Beberapa bayi yang mengalami neuroblastoma lokal tidak memerlukan pengobatan aktif, termasuk pembedahan. Tapi, kesehatannya akan dipantau secara ketat oleh dokter.

Sebuah studi dari Children’s Oncology Group, AS, menunjukkan pada dasarnya aman untuk mengamati secara dekat beberapa bayi di bawah usia 6 bulan yang mengalami tumor kecil.

Artikel Lainnya: Kenali Hepatoblastoma, Kanker Hati yang Bisa Menyerang Bayi

Hal ini dilakukan dengan imaging, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar tumor tersebut mengecil tanpa perawatan lebih lanjut.

Jika terdapat bukti pertumbuhan tumor, bayi akan mendapatkan perawatan dengan pembedahan atau tanpa kemoterapi.

2. Operasi

Pembedahan merupakan prosedur pengangkatan tumor dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya. Jika kanker belum menyebar, pembedahan kadang dapat digunakan untuk mengangkat seluruh tumor.

Namun, kebanyakan kasus neuroblastoma tidak ditemukan sampai kanker telah menyebar. Dalam kondisi ini, dokter dapat mengangkat tumor sebanyak mungkin selama operasi.

Jika tumor tidak dapat diangkat karena faktor lokasi, biopsi bedah mungkin masih dapat dilakukan untuk menentukan jenis tumor.

Bila tumor tidak dapat diangkat sepenuhnya, anak dapat menerima terapi radiasi dan kemoterapi setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.

Dokter mungkin juga akan melakukan biopsi pada hati untuk mengetahui apakah penyakit telah menyebar ke organ tersebut.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Obat akan berfungsi mencegah sel kanker untuk tumbuh, membelah, dan membuat lebih banyak sel.

Kemoterapi sistemik masuk ke aliran darah untuk mencapai sel kanker di seluruh tubuh. Secara umum, kemoterapi dilakukan dengan tabung intravena (IV) yang dimasukkan ke pembuluh darah atau otot, atau dengan pil yang ditelan.

Sebagian besar anak dengan neuroblastoma perlu menjalani kemoterapi. Terapi ini dapat digunakan sebagai pengobatan utama.

Mungkin, kemoterapi juga dapat diberikan sebelum atau setelah operasi demi menghancurkan sel kanker yang tersisa.

Artikel Lainnya: Penyebab Limfoma dan Gejalanya pada Anak

Efek samping kemoterapi yang umum dirasakan mencakup kelelahan, risiko infeksi, mual, muntah, rambut rontok, kehilangan nafsu makan, dan diare.

Efek samping ini akan hilang setelah perawatan selesai. Berat atau ringannya efek samping tergantung dari jenis dan jumlah obat. Durasi anak mengonsumsi obat juga bisa memengaruhi efek yang dirasakan.

4. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X berenergi tinggi atau partikel lain untuk menghancurkan sel kanker.

Jenis pengobatan radiasi yang paling umum adalah terapi radiasi sinar eksternal, yang diberikan dari mesin di luar tubuh.

Efek samping terapi radiasi yang dapat dirasakan antara lain kelelahan, reaksi ringan pada kulit, sakit perut, dan sebagainya. Efek-efek ini umumnya hilang setelah perawatan selesai.

Namun, terapi radiasi terkadang juga dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan dan perkembangan otak, ovarium, atau testis anak. Maka dari itu, dokter mungkin akan memilih jenis pengobatan lain.

5. Bone Marrow Transplantation/Stem Cell Transplantation

Pengobatan ini merupakan prosedur medis ketika sel induk hematopoietic dikumpulkan dari aliran darah pasien. Kemudian, sel tersebut akan dibekukan sampai nanti akan digunakan.

Selanjutnya, pasien akan diberikan kemoterapi dosis tinggi untuk mengobati neuroblastoma. Lalu, sel yang dibekukan akan dimasukkan kembali ke tubuh pasien.

Sebelum melakukan tindakan ini, dokter akan mempertimbangkan faktor lain seperti jenis kanker, hasil pengobatan sebelumnya, serta usia dan kondisi kesehatan pasien lainnya.

Transplantasi ini dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker di sumsum tulang, darah, dan bagian lain dari tubuh.

Artikel Lainnya: 3 Kanker yang Rentan Dialami Anak

Selama proses ini, pasien akan dirawat dengan kemoterapi dosis tinggi untuk menghancurkan sel kanker sebanyak mungkin. Namun, cara ini juga menghancurkan jaringan sumsum tulang dan menekan sistem kekebalan tubuh pasien.

Lalu, terdapat risiko penolakan jaringan, karena sel induk pengganti merupakan sel pasien sendiri, bukan hasil donor. Sel yang dimasukkan kembali ke tubuh pasien masih dapat menjadi kanker.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, “Sederhananya, sel diambil dari tubuh pasien, diolah di laboratorium, lalu dikembalikan lagi ke tubuh pasien. Karena sel diambil dari tubuh pasien sendiri, tentunya ada risiko sel tersebut masih cancerous.

6. Terapi Retinoid

Retinoid merupakan zat yang mirip vitamin A. Zat ini dianggap membantu beberapa sel untuk matang menjadi sel normal. Studi menunjukkan, anak-anak yang menerima retinoic acid dapat meningkatkan peluang hidup.

7. Tyrosine Kinase Inhibitor

Perawatan ini menargetkan gen kanker, protein, atau lingkungan jaringan yang berkontribusi pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.

Pengobatan ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, serta membatasi kerusakan pada sel yang sehat.

8. Imunoterapi

Imunoterapi dirancang untuk meningkatkan pertahanan alami pada tubuh untuk melawan kanker.

Metode ini akan menggunakan senyawa yang dibuat baik oleh tubuh ataupun di laboratorium. Fungsinya untuk meningkatkan, menargetkan, atau mengembalikan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Artikel Lainnya: 7 Kiat Mencegah Anak Kena Kanker

2 dari 3

Faktor yang Dipertimbangkan dalam Pengobatan Neuroblastoma

Berkonsultasi dengan Dokter Mengenai Pengobatan Neuroblastoma
loading

Perihal menentukan jenis pengobatan neuroblastoma dapat bergantung pada beberapa faktor, misalnya:

  • Ukuran dan lokasi tumor.
  • Apakah kanker telah menyebar.
  • Klasifikasi risiko tumor.
  • Kemungkinan efek samping.
  • Pilihan keluarga.
  • Kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Rencana perawatan disesuaikan berdasarkan kelompok risiko tumor yang ditetapkan. Hal ini juga mencakup pengobatan untuk gejala dan efek samping yang mungkin terjadi dari terapi.

Baca Juga

Jangan ragu untuk membicarakan secara detail dengan dokter mengenai tujuan dan pengobatan neuroblastoma yang akan dilakukan.

Jika memiliki pertanyaan seputar neuroblastoma atau kanker pada anak lainnya, chat dokter online lewat Konsultasi Seputar Kanker di Klikdokter.

(FR/AYU)

ARTIKEL TERKAIT

Studi: Bakteri di Mulut Memperparah Kanker Usus Besar

Info Sehat
29 Okt

Manfaat Labu untuk Mencegah Penyakit Kanker

Info Sehat
27 Okt

Tips Mengatur Diet untuk Penderita Kanker Pankreas

Info Sehat
25 Okt

Manfaat Tuna Untuk Melawan Kanker

Info Sehat
24 Okt

MedFact: Benarkah Air Galon Dapat Menyebabkan Kanker?

Info Sehat
23 Okt

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat