Manfaat Tidur Terpisah dengan Pasangan - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Manfaat Tidur Terpisah dengan Pasangan

Tidur terpisah tidak selalu menandakan bahwa hubungan pasangan sedang buruk. Ketahui sederet manfaat tidur terpisah dengan pasangan di sini.
Manfaat Tidur Terpisah dengan Pasangan

Pasangan yang tidur terpisah tidak selamanya buruk. Sebagian orang mungkin mengasosiasikan kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakharmonisan hubungan pasangan suami istri.

Faktanya, tidur terpisah justru bisa menjadi trik mempertahankan hubungan yang lebih langgeng. Sebuah survei yang dilakukan National Sleep Foundation menemukan bahwa 1 dari 4 pasangan suami istri memilih tidur terpisah.

Cara ini dilakukan dengan tidur di kamar yang berbeda, maupun tidur menggunakan dua ranjang di kamar yang sama.

Apa sebenarnya manfaat tidur terpisah bagi pasangan suami istri? Ketahui jawabannya melalui ulasan berikut.

1 dari 2

Manfaat Pasangan Tidur Terpisah

loading

Berdasarkan Better Sleep Council, rata-rata 1 dari 3 orang Amerika Serikat mengaku kualitas tidur mereka menurun akibat kebiasaan buruk pasangan ketika tidur.

Kebiasaan buruk tersebut meliputi mendengkur, insomnia, menendang saat tidur, dan sebagainya.

Disampaikan David Bennett, seorang konselor bersertifikat, kebiasaan buruk ini membuat pasangan yang tidur bersama lebih berpeluang terjaga rata-rata sebanyak enam kali dalam semalam.

Artikel Lainnya: Cara Menghadapi Pasangan yang Mudah Marah

Untuk mengatasi hal ini, tidur terpisah bisa menjadi solusi guna mempertahankan hubungan yang lebih sehat. Berikut penjelasan soal manfaat tidur terpisah.

1. Mengurangi Risiko Penyakit

Tidur Terpisah dengan Pasangan dapat Mengurangi Risiko Penyakit
loading

Kurang tidur terbukti dapat memicu sejumlah penyakit fisik dan mental, termasuk diabetes, obesitas, penyakit jantung, perubahan suasana hati, hingga depresi.

Pada gilirannya, gangguan fisik dan mental tidak hanya berimbas pada pekerjaan harian, namun juga hubungan dengan pasangan.

Untuk mengurangi risiko terkena masalah fisik dan mental, tidak ada salahnya pasangan mencoba tidur terpisah. Manfaat tidur terpisah dapat membantu meningkatkan kualitas tidur individu yang punya pasangan dengan kebiasaan tidur buruk.

Dengan tidur terpisah, Anda tidak perlu terganggu dengan suara dengkuran ataupun kebiasaan buruk pasangan yang dapat menurunkan kualitas tidur. Pada gilirannya, hal ini membantu menjaga kesehatan fisik dan mental Anda.

2. Menyiasati Selera Tidur

Dijelaskan Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, tidur terpisah juga bisa menjadi solusi untuk menyiasati perbedaan selera tidur antara Anda dan pasangan.

“Misalnya si Istri suka kondisi hening, sedangkan suami suka dengan kondisi sambil mendengarkan musik. Nah, perbedaan ini, kan, bisa menimbulkan masalah sebenarnya, entah tidur jadi kurang nyenyak atau masalah lainnya,” katanya.

Untuk itu, psikolog Ikhsan menganjurkan tidur terpisah bagi pasangan dengan selera tidur yang berbeda.

Artikel Lainnya: Apakah Sifat Pasangan Dapat Berubah Setelah Menikah?

3. Menjaga Bentuk Tubuh

Tidur Terpisah dengan Pasangan dapat Menjaga Bentuk Tubuh
loading

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko berkembangnya lemak di bagian tengah tubuh. Dengan tidur terpisah, Anda dapat memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Secara tidak langsung, cara ini juga meminimalkan risiko perubahan bentuk fisik tersebut. Anda pun dapat menjaga bentuk tubuh ideal dan memiliki fisik yang lebih bugar. 

4. Menghargai Hubungan dengan Pasangan

Sekskolog sekaligus psikoterapis, Kristie Overstreet, Ph.D., mengungkapkan bahwa manfaat tidur terpisah dapat membuat pasangan lebih menghargai diri sendiri maupun hubungan dengan pasangan.

Tidur terpisah, menurutnya memberikan jarak yang tegas antara seseorang dengan pasangannya.

Hal ini membuat seseorang jadi lebih menghargai privasi dan kebutuhan pribadi pasangan, termasuk soal seks.

“Ketika tidur terpisah, Anda mungkin jadi lebih menyadari bahwa seks bukan hanya soal keinginan pribadi, namun juga harus melalui persetujuan pasangan. Sehingga Anda jadi lebih menghargai hubungan fisik dan intim yang perlu dibina,” kata Kristie.

“Anda kemudian memikirkan tindakan yang tepat untuk mengutarakan hasrat Anda kepada pasangan dengan cara yang lebih baik,” dia menambahkan.

Tidak hanya soal seks, hal ini juga berlaku pada bentuk komunikasi lainnya. Karena tidur terpisah, Anda dan pasangan mungkin jadi lebih menghargai pertemuan dan memiliki komunikasi yang lebih sehat setelah bangun tidur.

5. Meminimalkan Debat yang Tidak Perlu

Tidur Terpisah dengan Pasangan dapat Meminimalkan Debat yang Tidak Perlu
loading

Berdebat dengan pasangan merupakan hal yang lumrah terjadi. Terkadang, perbedaan pendapat dapat melukai satu sama lain.

Kristie mengatakan, manfaat tidur terpisah dapat mengurangi sifat mudah tersinggung maupun perdebatan yang tidak diperlukan dengan pasangan.

Artikel Lainnya: Cara Mengetahui Love Language Pasangan Agar Hubungan Lebih Harmonis

Dengan tidur di ruang masing-masing, ataupun di ranjang terpisah, Anda dan pasangan memiliki waktu lebih untuk menenangkan diri, dan meredakan emosi. Hingga akhirnya kembali duduk bersama, saling bicara, dan mencari solusi atas sebuah persoalan.

6. Punya Waktu Personal

Setiap orang mungkin memerlukan ruang maupun waktu personal atau me time. Ketika menjalani me time, Anda mungkin tidak ingin diganggu dan hanya ingin menyendiri, sambil melakukan apa pun yang Anda senangi.

Manfaat tidur terpisah, utamanya di ruang masing-masing, dapat memberikan Anda kesempatan lebih banyak untuk menjalani waktu personal tersebut.

Itu dia manfaat tidur terpisah. Cara ini bukanlah satu-satunya solusi untuk meningkatkan kualitas hubungan.

Selain itu, tidur di ranjang masing-masing juga belum tentu dapat diterima oleh setiap pasangan.

Oleh karena itu, psikolog Ikhsan menganjurkan agar pasangan saling berdiskusi dan saling membantu mencari solusi penyebab masalah tidur, sebelum memutuskan tidur terpisah.

“Karena pasangan tidur terpisah itu sebenarnya cenderung kurang baik untuk suatu hubungan. Tapi memang ada kondisi-kondisi tertentu yang memang bisa memberikan dampak positif, untuk meningkatkan kualitas tidur pasangan,” katanya.

“Meski begitu, baiknya ada diskusi bersama dalam mengatasi kondisi yang dialami pasangan. Misalnya dengan menghubungi dokter untuk mengatasi kebiasaan mendengkur pasangan. Karena jika hubungan dengan pasangan baik-baik saja, tidur bersama pasangan akan lebih baik ketimbang terpisah,” psikolog Ikhsan menambahkan.

Baca Juga

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan mental lainnya, konsultasi ke psikolog via Live Chat di Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Tengku Sheila Noor Faraza, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Arief Rachman Hakim, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000
avatar

Fitri Dian Hapsari, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000

ARTIKEL TERKAIT

Waspada, Kebiasaan Kurang Tidur Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Info Sehat
16 Agt

Sleep Apnea dan Bruxism Bisa Terjadi Bersamaan, Ini Sebabnya

Info Sehat
11 Agt

Penderita Diabetes dengan Gangguan Tidur Berisiko Alami Kematian Dini

Info Sehat
18 Jul

Awas, Kurang Tidur Bisa Mengganggu Psikososial Anak

Info Sehat
20 Jun

Ini Jenis-Jenis Gangguan Tidur yang Paling Umum

Info Sehat
02 Mar

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat