Kondisi yang Disarankan Menggunakan Dilator Vagina - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Kondisi yang Disarankan Menggunakan Dilator Vagina

Dilator vagina dapat digunakan untuk meregangkan vagina. Berikut ini beberapa kondisi yang dianjurkan menggunakan vaginal dilator.
Kondisi yang Disarankan Menggunakan Dilator Vagina

Rasa nyeri pada vagina saat berhubungan seksual tentu akan sangat mengganggu. Pada kondisi ini, penggunaan dilator vagina atau vaginal dilator dapat efektif mengurangi nyeri vagina tersebut.

Dilator vagina merupakan alat berbentuk tabung dari plastik ataupun silikon yang dimasukkan ke vagina. Ukurannya bisa bermacam-macam, namun biasanya sepanjang 4 inci dengan lebar yang variatif.

Fungsi dilator membantu meregangkan jaringan vagina. Alat medis ini juga bisa membantu wanita merelaksasi ataupun memperkuat otot dasar panggul.

1 dari 3

Kondisi yang Dianjurkan Menggunakan Dilator Vagina

Kondisi yang Dianjurkan Menggunakan Dilator Vagina
loading

Melansir Healthline, beragam kondisi dapat menimbulkan rasa sakit saat intercourse atau penetrasi. Jika Anda mengalaminya, konsultasikan kepada dokter. 

Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menentukan penyebab rasa sakit. Terapi dengan vaginal dilator bisa menjadi bagian dari penanganan yang disarankan.

Berikut sejumlah kondisi yang disarankan menggunakan dilator vagina:

1. Menopause

Vagina dapat menyempit karena kadar estrogen yang rendah selama masa menopause. Rasa sakit saat berhubungan seks kerap dialami wanita pascamenopause.

Ketika vagina menyempit, akan lebih sulit dilakukan penetrasi. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri.

Artikel lainnya: Fakta Merapatkan Vagina dari Sudut Pandang Medis

2. Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi saat otot-otot vagina berkontraksi selama penetrasi. Kontraksi otot dapat membuat hubungan seksual atau penetrasi menjadi sulit dan terasa sakit.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, “Pada penderita vaginismus, [dilator vagina] berfungsi untuk meregangkan otot vagina dan agar otot lebih relaks.” 

3. Dispareunia

Rasa sakit pada area panggul atau genital selama berhubungan seksual dikenal sebagai dispareunia

Dispareunia dapat terjadi karena beberapa penyebab, seperti vaginitis, fibroid rahim, sindrom iritasi usus, endometriosis, dan cedera saat melahirkan. 

4. Vaginal Septum

Vaginal septum merupakan kondisi terbentuknya dinding jaringan di dalam vagina. Dinding ini bisa berbentuk vertikal atau horizontal, yang membagi vagina menjadi dua bagian.

Wanita tidak bisa melihatnya dari luar. Namun, vaginal septum bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual pada beberapa wanita.

Artikel lainnya: Tips agar Vagina Tidak Robek Saat Melahirkan

5. Selaput Dara Tidak Berlubang

Hymen adalah membran tipis yang melapisi “pintu masuk” vagina. Umumnya hymen memiliki pintu kecil.

Namun, ada juga wanita yang tidak memiliki pintu kecil pada hymen. Kondisi ini disebut 

imperforate hymen atau selaput dara tidak berlubang. 

Imperforate hymen biasanya dapat diatasi dengan operasi. Penggunaan dilator vagina mungkin direkomendasikan untuk menjaga lubang depan vagina tetap terbuka selama penyembuhan.

6. Masalah pada Vagina Terkait Terapi Kanker

Terkadang, radiasi ataupun operasi kanker dapat memengaruhi jaringan vagina. Hal ini terjadi terutama bila radiasi dilakukan pada panggul atau menjalani operasi yang menyebabkan menopause. 

Untuk menjaga jaringan vagina tetap lembut dan fleksibel, Anda dapat menggunakan dilator vagina.

Artikel lainnya: Benarkah Cuka Bisa Mengencangkan Vagina? Ini Faktanya!

7. Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) Syndrome

Wanita yang dengan sindrom ini memiliki vagina dan rahim yang kurang berkembang.  Bahkan, ia bisa tidak memiliki vagina atau rahim sama sekali.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual, atau tidak dapat mengalami penetrasi. 

Dilator dapat membantu meregangkan saluran vagina wanita dengan sindrom MRKH.

2 dari 3

Cara Memilih Dilator yang Tepat

Cara Memilih Dilator yang Tepat
loading

Terdapat dua jenis dilator yang umum digunakan, yaitu berbahan plastik yang aman dalam medis (medical-grade) dan silikon. 

Dilator vagina plastik mungkin akan lebih baik. Karena, jenis ini cenderung lebih keras dan bekerja lebih baik untuk menggerakkan dan meregangkan otot vagina, dibanding dilator silikon. 

Di sisi lain, kelebihan dilator silikon adalah bertekstur lebih halus, sehingga lebih lembut dan fleksibel saat digunakan. Dilator silikon juga dapat didinginkan ataupun dihangatkan, dan tidak terlalu mengiritasi dibandingkan dilator plastik.

Baca Juga

Untuk pemilihan dilator yang tepat berdasarkan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter. Begitu juga dengan frekuensi pemakaian. 

Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan vagina, konsultasi lebih mudah lewat Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(FR/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2021. Vaginal Dilators 101: Everything You Want to Know.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Diakses 2021. How to Use a Vaginal Dilator.

Children’s Hospital Colorado. Diakses 2021. Vaginal Septum.

University of Iowa Hospitals & Clinics. Diakses 2021. Vaginal dilator.

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Febrina T Kurniasih, M. Ked(DV), Sp. DV

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Irwan Junawanto,SpKK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Hari Darmawan, Sp.KK

Spesialis Kulit dan Kelamin
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Metode dan Manfaat Prosedur Peremajaan Vagina

Info Sehat
27 Nov

Jenis-Jenis Pelumas yang Aman untuk Berhubungan Seks

Info Sehat
25 Nov

Manfaat Asam Borat untuk Mengatasi Infeksi Vagina

Info Sehat
24 Nov

Tips Aman Berhubungan Seks di Trimester Ketiga Kehamilan

Info Sehat
24 Nov

Jenis-Jenis Operasi Vaginoplasty

Info Sehat
23 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat