Cara Merawat Anak dengan Disgrafia - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Cara Merawat Anak dengan Disgrafia

Kemampuan menulis anak buruk, kemungkinan ia mengalami disgrafia. Kenali disgrafia pada anak dan cara merawatnya lewat ulasan berikut ini.
Cara Merawat Anak dengan Disgrafia

Sangat wajar jika tulisan anak Anda yang baru duduk di sekolah dasar masih kurang jelas atau memiliki banyak distorsi. Sebagian besar anak juga membutuhkan waktu untuk menyempurnakan tulisan mereka. 

Namun, ketika tulisan masih terus terdistorsi meski anak sudah beranjak besar, bisa saja itu tanda ia mengalami disgrafia

Kondisi ini berhubungan dengan gangguan pada sistem saraf yang berpengaruh terhadap keterampilan motorik halus untuk menulis. 

Anak dengan disgrafia akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang menggunakan tulisan tangan. 

Selanjutnya, ia akan mengalami kesulitan dalam belajar, tidak percaya diri, hingga mengalami gangguan kecemasan. 

Meski begitu, jangan khawatir jika anak Anda mengalami disgrafia atau menunjukkan gejala-gejalanya. Ada berbagai cara yang bisa diikuti untuk mengatasi anak dengan disgrafia.

1 dari 4

Penyebab Anak Mengalami Disgrafia

Penyebab Anak Mengalami Disgrafia
loading

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan disgrafia pada anak. Para ahli pun masih terus melakukan penelitian akan hal tersebut. 

Pada penelitian tahun 2017 yang disebutkan di National Institute of Health, AS, ketidakmampuan belajar pada anak, termasuk disgrafia, bisa disebabkan oleh faktor genetik atau diturunkan dari orangtua ke anak. 

Sementara pada penelitian tahun 2015 yang dimuat di National Library of Medicine, AS (NCBI), disgrafia pada anak banyak pula terjadi bersamaan dengan ADHD dan disleksia. Hal ini mungkin karena ketiganya berhubungan erat dengan kemampuan membaca dan menulis.

Artikel Lainnya: Kiat Memahami Anak Disleksia

Melansir Healthline, disgrafia pada anak pun bisa terjadi akibat adanya masalah dengan pengkodean ortografis. Ini adalah aspek memori pada otak yang memungkinkan seseorang mengingat kata-kata tertulis secara permanen. 

Juga, mengingat cara tangan atau jari harus bergerak untuk menuliskan kata-kata tersebut. Ketika anak mengalami disgrafia, maka ia mengalami kesulitan merencanakan dan mengeksekusi penulisan kalimat, kata, dan bahkan huruf. 

Meski demikian, bukan berarti anak dengan disgrafia tidak tahu cara membaca, mengeja, atau mengidentifikasi huruf dan kata. 

Hanya saja, otak mereka mengalami masalah dalam memproses kata-kata untuk dituliskan kembali.

2 dari 4

Tanda Bahwa Anak Anda Mengalami Disgrafia

Tanda Bahwa Anak Anda Mengalami Disgrafia
loading

Gejala disgrafia pada anak-anak dapat berbeda-beda, tergantung usia ia mengalami gangguan ini atau tergantung jenis disgrafia yang dialami. 

Melansir WebMD, terdapat beberapa tanda umum anak mengalami disgrafia, seperti tulisan tangan yang tidak jelas, tidak teratur, atau tidak konsisten. Anak pun cenderung menulis atau menyalin sesuatu dengan lambat.

Beberapa anak yang mengalami disgrafia mungkin hanya memiliki gangguan tulisan tangan atau hanya gangguan ejaan. Sementara anak lainnya dapat memiliki keduanya.

Artikel Lainnya: Anak Sulit Diajak Mandi, Perlukah Orang Tua Memaksanya?

Adapun beberapa tanda lain anak mengalami disgrafia: 

  • Kapitalisasi yang salah.
  • Mencampurkan gaya penulisan huruf sambung dengan huruf cetak.
  • Menggunakan kata-kata yang salah.
  • Menghilangkan kata dari kalimat.
  • Kelelahan setelah menulis kata yang pendek.
  • Ukuran huruf-huruf yang tidak sama satu sama lain.
  • Meletakkan spasi huruf yang tidak tepat.
  • Posisi tubuh ketika menulis tidak biasa.
  • Mengucapkan kata-kata dengan keras saat menuliskannya.
  • Memperhatikan tangan sambil menulis.
  • Memegang pensil dengan sangat erat atau tidak biasa.
  • Menghindari tugas-tugas yang melibatkan menulis atau menggambar.
3 dari 4

Merawat Anak dengan Disgrafia

Merawat Anak dengan Disgrafia
loading

Hingga saat ini, belum ada obat untuk mengatasi disgrafia. Namun pada beberapa kasus, obat untuk ADHD digunakan untuk membantu mengatasi ketidakmampuan belajar tersebut. 

Tentu saja penggunaannya harus dengan resep dan pengawasan psikiater. Obat pun diberikan hanya ketika anak dengan disgrafia juga mengalami ADHD. 

Meski belum ada obatnya, terapi bisa dilakukan untuk merawat anak dengan disgrafia. Diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri, anak dengan disgrafia dapat dibantu dengan occupational therapy

Occupational therapy dapat meningkatkan kekuatan tangan dan motorik halus pada anak,” ucap dr. Devia.

Artikel Lainnya: Tips Sukses Mengenakan Pakaian pada Anak dengan ADHD

Anda juga bisa melakukan beberapa latihan berikut ini untuk membantu anak dengan disgrafia:

  • Membantu melatih anak cara memegang pensil, sehingga mempermudah ia menulis.
  • Belajar menyambungkan titik-titik.
  • Menggunakan lembar atau kertas yang lebih besar untuk anak menulis.
  • Hindari mengkritik atau memarahi, sebaliknya orangtua harus sabar dan mendukung. Jangan lupa berikan pujian jika anak berhasil melakukan latihan menulis dengan baik.
  • Lakukan latihan untuk kekuatan dan koordinasi otot tangan dengan cara meremas stress ball.

Anak dengan disgrafia tentu masih bisa belajar di sekolah umum. Namun, pastikan saja Anda menginformasikan kondisi anak serta kebutuhannya kepada guru dan pihak sekolah. Anda juga bisa meminta pihak sekolah hal-hal berikut:

  • Pilihan untuk merekam penjelasan guru, daripada menuliskannya.
  • Tes dalam bentuk oral, daripada tulisan.
  • Menggunakan komputer untuk mencatat, daripada menuliskannya.
  • PR dalam bentuk video atau rekaman suara.
Baca Juga

Itulah ulasan mengenai disgrafia dan cara merawat anak dengan disgrafia. Pada umumnya, disgrafia pada anak bisa diatasi dengan terapi, latihan, dan dukungan penuh dari orangtua. 

Jika diperlukan, penggunaan obat bisa diberikan untuk mengurangi dampak buruk disgrafia pada kehidupan anak.

Gunakan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter untuk konsultasi seputar pola asuh atau kesehatan anak. 

(PUT/AYU)

Referensi: 

NCBI. Diakses 2021. Developmental Dyslexia and Dysgraphia: What can We Learn from the One About the Other?

National Institute of Health. Diakses 2021. What Causes Learning Disabilities?

Healthline. Diakses 2021. What Is Dysgraphia?

WebMD. Diakses 2021. What Is Dysgraphia? What Should I Do If My Child Has It?

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Ifrah Ayuna Siregar, M. Ked(Ped), Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Lianto Kurniawan Nyoto, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Tips Sukses Mengenakan Pakaian pada Anak dengan ADHD

Info Sehat
20 Nov

Tes untuk Mendeteksi Disleksia pada Anak

Info Sehat
10 Sep

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan ADHD dan OCD

Info Sehat
03 Sep

Risiko ADHD Bayi Meningkat pada Ibu dengan Penyakit Autoimun?

Info Sehat
19 Feb

Kenali Perbedaan Gejala ADHD pada Anak Laki-laki dan Perempuan

Info Sehat
24 Des

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat