Jenis Pemeriksaan Ginjal yang Perlu Diketahui - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Jenis Pemeriksaan Ginjal yang Perlu Diketahui

Untuk membantu mendiagnosis penyakit, dokter dapat menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal. Ketahui empat jenis pemeriksaan ginjal berikut ini.
Jenis Pemeriksaan Ginjal yang Perlu Diketahui

Pemeriksaan fungsi ginjal penting untuk dilakukan, bagi orang-orang yang mengalami gejala kesehatan tertentu. Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya dalam bentuk urine. 

Apabila terdapat gangguan atau kerusakan  ginjal, kesehatan tubuh secara keseluruhan akan ikut terdampak. Untuk mengetahui kondisi kesehatan ginjal, Anda dapat melakukan beberapa tes atau pemeriksaan. 

Berikut empat macam-macam pemeriksaan fungsi ginjal yang perlu Anda ketahui.

1. Urinalisis

Urinalisis umumnya dilakukan menggunakan strip dipstick. Dipstick merupakan kertas strip dengan bahan kimia yang akan dicelupkan ke dalam sampel urine. 

Apabila ada kelainan pada ginjal, strip yang dicelupkan ke urine akan berubah warna. Perubahan warna strip dipstick dapat menandakan adanya kelebihan protein, darah, bakteri, dan gula di urine.

Selain itu, urinalisis juga dapat dilakukan dengan melihat sampel urine menggunakan mikroskop. Urinalisis dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal dan saluran kemih, termasuk penyakit ginjal kronis, diabetes, infeksi kandung kemih, serta batu ginjal

Artikel Lainnya: Anjuran Cek Kesehatan Rutin Berdasarkan Usia

1 dari 3

2. Tes Serum Kreatinin

Tes Serum Kreatinin
loading

Pemeriksaan ginjal ini dapat mengukur kadar kreatinin dalam darah dan urine. Kreatinin merupakan limbah yang dihasilkan otot saat beraktivitas sehari-hari. 

Umumnya, ginjal akan menyaring kreatinin dari dalam darah dan mengeluarkannya melalui urine. 

Kadar kreatinin tinggi dapat menandakan adanya gangguan atau masalah pada ginjal. 

Melansir dari National Kidney Foundation, kadar kreatinin wanita dikatakan tinggi apabila lebih dari 1,2 milligram/desiliter (mg/dL) dan 1,4 mg/dL untuk pria.

3. Blood Urea Nitrogen (BUN)

Blood Urea Nitrogen (BUN) merupakan tes yang memeriksa jumlah nitrogen dalam darah.

Melansir laman University of Michigan Health, urea dihasilkan ketika protein dipecah di dalam tubuh. Urea diolah di dalam organ hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui urine. 

Perlu diketahui, tidak semua kadar BUN tinggi disebabkan oleh kerusakan ginjal. Dokter Atika mengatakan, “Peningkatan BUN juga bisa disebabkan oleh dehidrasi, sumbatan aliran urine, gagal jantung, syok, luka bakar luas hingga makanan tinggi protein, dan konsumsi obat-obatan tertentu.”

Sebelum melakukan tes ini, penting untuk memberi tahu dokter mengenai obat atau suplemen yang sedang Anda konsumsi. 

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut selama beberapa hari sebelum tes. Konsumsi obat-obatan atau suplemen dapat memengaruhi hasil tes BUN. 

Artikel Lainnya: Tes Kesehatan Saat Haid Mengapa Tidak Dianjurkan?

2 dari 3

4. Laju Filtrasi Glomerulus (GFR)

Laju Filtrasi Glomerulus (GFR)
loading

Organ ginjal memiliki filter kecil yang disebut glomerulus. Untuk mengetahui seberapa baik filter ginjal bekerja membuang limbah dari darah, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan glomerular filtration rate (GFR) atau laju filtrasi glomerulus. 

Tes ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ginjal atau jika dokter ingin menguji efektivitas pengobatan tertentu.

Itu dia beberapa tes umum untuk cek fungsi ginjal. Biasanya, dokter akan merekomendasikan salah satu tes di atas sesuai dengan gejala yang pasien alami. 

Baca Juga

Anda bisa membaca informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

Referensi: 

Healthline. Diakses Desember 2021. Kidney Function Tests.

National Kidney Foundation. Diakses Desember 2021. Tests to Measure Kidney Function, Damage and Detect Abnormalities.

National Kidney Foundation. Diakses Desember 2021. Know Your Kidney Numbers: Two Simple Tests. 

Medline Plus. Diakses Desember 2021. Creatinine Test. 

University of Michigan Health. Diakses Desember 2021. Blood Urea Nitrogen (BUN) Test.

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Intan Rengganis, Sp. PD

Spesialis Penyakit Dalam
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Trina Primalia Irawanti, Sp. PD

Spesialis Penyakit Dalam
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Megawati Sukardi, Sp. PD

Spesialis Penyakit Dalam
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Menyingkap Dampak Buruk Stres pada Kesehatan Ginjal

Info Sehat
28 Des

Penanganan untuk Mengatasi Ruptur Ginjal

Info Sehat
27 Des

Berbagai Jenis Operasi untuk Menghilangkan Batu Ginjal

Info Sehat
26 Des

Mengenal Fungsi Ginjal dalam Tubuh Manusia

Info Sehat
25 Des

Mengenali Tanda-Tanda Batu Ginjal

Info Sehat
24 Des

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat