Kiat-Kiat Menjadi Pendengar yang Baik - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Kiat-Kiat Menjadi Pendengar yang Baik

Menjadi pendengar yang baik akan meningkatkan kualitas hubungan Anda dan orang lain. Berikut Ini cara menjadi pendengar yang baik.
Kiat-Kiat Menjadi Pendengar yang Baik

Menjadi pendengar yang baik sangat penting saat berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, dengan menjadi pendengar yang baik, orang lain akan merasa nyaman untuk bercerita dengan Anda.

Namun, memang tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Mengutip dari buku Business Communications: Strategies and Skills, rata-rata setiap orang hanya mampu mengingat sekitar 25 persen dari informasi yang mereka dengarkan. 

Hal ini akhirnya bisa membuat seseorang sulit untuk benar menjadi pendengar yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mempraktikkan cara menjadi pendengar yang baik, pada ulasan ini.

Artikel Lainnya: Bertemu teman Lama, Ini Topik Obrolan Anti-Canggung Versi Psikolog

1 dari 4

1. Niat

Niat
loading

Langkah awal untuk bisa menjadi pendengar yang baik adalah niat. Dengan membulatkan tekad untuk menjadi pendengar yang baik, Anda akan lebih mudah untuk berlatih atau mempraktikkannya.

2. Berkonsentrasi

Dengan memperhatikan apa yang lawan bicara sampaikan, Anda akan benar-benar terlihat ada untuk mereka. 

Jika perhatian Anda teralihkan saat mendengarkan cerita orang lain, cobalah untuk fokus kembali dengan apa yang lawan bicara lakukan. Misalnya, pada suara, pemilihan kata yang digunakan, serta perubahan ekspresi ketika ia berbicara.

3. Kembangkan Rasa Ingin Tahu

Anda akan lebih bisa mendengarkan dan memahami hal-hal yang terjadi di sekitar ketika memiliki rasa ingin tahu yang besar. 

Hal ini akan akan membuat Anda memperhatikan setiap hal yang terjadi di sekitar. Termasuk ketertarikan akan suatu hal yang dikatakan orang lain kepada Anda.

4. Jangan Mudah Berasumsi

Kecenderungan untuk tidak mendengarkan yang disampaikan orang lain akan terjadi saat Anda mudah berasumsi.

Oleh sebab itu, cobalah untuk berhenti membuat asumsi terlalu cepat terhadap suatu hal. Dengan begitu, rasa penasaran pun akan muncul ketika Anda mendengarkan cerita atau informasi yang disampaikan orang lain. 

Artikel Lainnya: Tips Kerja Profesional Meski Ada Relasi Pribadi dengan Teman Kantor

2 dari 4

5. Ulangi yang Telah Anda Dengar

Ulangi yang Telah Anda Dengar
loading

“Sebisa mungkin, fokus pada cerita yang disampaikan si pencerita. Bisa pula lakukan pengulangan apa yang disampaikan oleh pencerita,” papar Psikolog Ikhsan.

Mengulangi apa yang disampaikan orang lain akan membuat Anda lebih paham tentang topik pembicaraan. Selain itu, hal ini akan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membenarkan hal-hal yang salah Anda pahami.

6. Bertanya

Untuk bisa mendengarkan dan menanggapi pembicaraan dengan bijak, tidak ada salahnya bertanya tentang apa yang tidak Anda pahami dari pembicaraan tersebut. 

Namun, jika Anda tidak tahu harus bertanya apa, coba pikirkan tentang unsur-unsur dari topik pembicaraan. Di antaranya, apa, siapa, kapan, di mana, serta bagaimana hal tersebut terjadi.

7. Menanggapi dengan Bahasa Tubuh

Anda tidak selalu harus menjawab atau menanggapi lawan bicara dengan ucapan. Anda juga bisa melakukannya dengan lewat bahasa tubuh atau non-verbal, seperti dengan kontak mata atau mengangguk untuk memperlihatkan kepada lawan bicara bahwa Anda mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama. 

8. Tunjukkan Empati

Tidak hanya perlu memperhatikan apa yang lawan bicara sampaikan. Namun, Anda bisa menunjukkan empati terhadap apa yang mereka hadapi.

Memperlihatkan bahwa Anda memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan akan sangat berarti bagi mereka.

9. Jangan Selalu Memberi Nasihat

Nasihat tidak selalu dibutuhkan saat orang lain bercerita tentang apa yang mereka alami. Sering kali, mereka hanya perlu untuk dipahami dan didengarkan. Karenanya, berikan nasihat saat mereka benar-benar memintanya. 

Artikel Lainnya: Dikhianati Teman Dekat, Ini Tips Menghadapinya Menurut Psikolog

3 dari 4

10. Jauhi Benda-benda yang Mengganggu

Jauhi Benda-benda yang Mengganggu
loading

Gangguan di sekitar, seperti gadget, bisa membuat Anda tidak fokus terhadap topik pembicaraan. Anda bisa menjauhkan ponsel atau objek lain yang berpotensi mengalihkan fokus dalam obrolan.

11. Berlatih Didengarkan dan Mendengarkan

Anda bisa berlatih dengan orang lain, misalnya pasangan. Caranya, berceritalah kepada lawan bicara selama 3-5 menit. Kemudian, berikan jeda 15 hingga 30 detik sebelum giliran lawan bicara yang bercerita. 

Jika sudah sama-sama bercerita, diskusikanlah perasaan Anda setelah didengarkan dan mendengarkan dengan cara tersebut. 

Baca Juga

Itulah beberapa cara menjadi pendengar yang baik. Dengan berusaha lebih melatih hal ini, Anda bisa lebih terhubung dengan orang lain, terutama orang terdekat seperti pasangan. 

Anda juga dapat berkonsultasi langsung kepada psikolog mengenai hal ini lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(PUT/JKT)

Referensi: 

Verywell Mind. Diakses 2022. Hearing vs. Listening: Learn the Difference and How Each Impact Mental Health.

Good Choices, Good Life. Diakses 2022. What it Means to Be a Good Listener.

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

Monalisa Aryanti, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000
avatar

Henny Mayasari, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 25.000
avatar

Tiara Dias Arista, S. Psi, M. Psi, Psikolog

Psikolog
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Tips Bangkit dan Bahagia Setelah Bercerai

Info Sehat
13 Jan

Terus Semangat, Ini Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

Info Sehat
11 Jan

Penyebab dan Dampak Depresi dalam Hubungan

Info Sehat
08 Jan

Benarkah Pasangan Pernah Selingkuh, Pasti Akan Selingkuh Lagi?

Info Sehat
07 Jan

Tips Menghindari Cemburu Berlebihan dengan Mantan Pacar Pasangan

Info Sehat
06 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat