Daftar Virus yang Meningkatkan Risiko Kanker - Info Sehat Klikdokter.com
searchtext customer service

Daftar Virus yang Meningkatkan Risiko Kanker

Bukan penyebab utama kanker, infeksi beberapa virus bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut. Ketahui apa saja jenis virus di sini.
Daftar Virus yang Meningkatkan Risiko Kanker

Selain disebabkan pola hidup yang tidak sehat, infeksi virus merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker. Onkogenik merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan virus yang menyebabkan kanker

Melansir Frontiers in Virology, infeksi virus menyumbang hampir 17 persen kasus kanker yang dialami manusia. Lantas, apa saja jenis virus yang meningkatkan risiko kanker? Simak di sini.

1. Epstein Barr Virus (EBV)

Dikenal sebagai virus penyebab infeksi mononukleosis, ini merupakan salah satu jenis virus herpes. Kebanyakan, virus ini menyebar melalui liur, namun bisa juga menyebar melalui darah dan air mani. 

Infeksi virus ini biasanya terjadi pada anak dan virus pun akan terus berada di tubuh hingga dewasa. 

EBV yang telah bermutasi juga akan meningkatkan risiko beberapa kanker, seperti kanker limfoma Burkitt, kanker nasofaring, kanker limfoma Hodgkin, dan kanker perut.

Artikel Lainnya: Bisakah Hepatitis Menular Lewat Hubungan Seksual?

1 dari 4

2. Hepatitis B Virus (HBV)

Hepatitis B Virus (HBV)
loading

Virus ini akan menyebabkan hepatitis atau peradangan hati. Beberapa orang yang terpapar virus ini bisa pulih, namun sebagian bisa mengalami infeksi yang kronis. 

Saat infeksinya telah kronis, bisa memicu peradangan dan kerusakan hati yang meningkatkan risiko kanker hati. HBV dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti darah, air mani, dan cairan vagina.

3. Hepatitis C Virus (HCV)

Sama halnya dengan HCV, virus ini juga akan membuat seseorang mengidap hepatitis. Gejala yang ditunjukkan virus ini jarang terlihat, namun lebih ganas dan memicu infeksi kronis.

HCV juga menyebar melalui cairan tubuh. Namun, cukup jarang menyebar melalui hubungan seksual. Virus ini juga akan meningkatkan risiko kanker hati karena memicu peradangan dan kerusakan hati kronis.

4. Human Immunodeficiency Virus (HIV)

HIV sendiri bukanlah penyebab kanker. Namun, akan membuat sel-sel dalam imunitas tubuh atau sel T penolong dalam tubuh hancur. Kondisi itulah yang kemudian mampu memicu kanker. 

HIV bisa memicu kanker dibenarkan oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A. Menurutnya, “Pada pasien HIV, risikonya lebih besar, karena daya tahan tubuhnya rendah. Maka, risiko beberapa penyakit kanker pun meningkat.”

Beberapa risiko penyakit kanker yang akan diderita orang dengan HIV, antara lain kanker sarkoma Kaposi, kanker limfoma non Hodgkin, dan kanker serviks.

Artikel Lainnya: Bagaimana HIV Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

2 dari 4

5. Human Herpes Virus 8 (HHV-8)

Human Herpes Virus 8 (HHV-8)
loading

Sering dikenal dengan nama Kaposi Sarcoma Associated Herpes Virus (KSHV), ini juga termasuk dalam varian virus herpes. Namun, infeksi virus ini masih cukup jarang terjadi. 

Bisa menyebar melalui kontak seksual, transplantasi organ, transplantasi darah, dan yang paling umum melalui air liur. 

HHV-8 akan menyebabkan kanker sarkoma Kaposi, jenis kanker yang akan menyerang lapisan pembuluh darah dan getah bening.

Virus ini kerap kali tidak menunjukkan gejalanya saat menyerang seseorang dengan imunitas yang baik. Berbeda dengan orang dengan imunitas buruk, seperti orang dengan HIV, yang akan sulit mengendalikan HHV-8 ini. 

6. Human Papillomavirus (HPV)

Virus ini bisa menyebar saat berhubungan seks, termasuk seks vaginal, anal, serta oral. Tidak selalu menunjukkan gejala, tetapi pada beberapa orang bisa menyebabkan kutil di kulit, alat kelamin, tenggorokan, hingga anus.

Saat infeksi HPV telah berlangsung lama, ia bisa menyebabkan beberapa kanker, seperti serviks, vagina, vulva, penis, dubur, dan orofaring (bagian pada rongga mulut).

Terdapat lebih dari 200 jenis HPV, namun hanya 14 jenis yang berbahaya. Jenis yang paling berpotensi memicu kanker adalah HPV16 dan HPV18.

Artikel Lainnya: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

3 dari 4

7. Human T-lymphotropic Virus (HTLV)

Human T-lymphotropic Virus (HTLV)
loading

Virus ini banyak menyerang masyarakat di Jepang, Karibia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Umumnya menyebar melalui darah. 

Saat berada dalam tubuh, HTLV tidak menyebabkan gejala. Dapat menyebabkan kanker, karena akan mengintegrasi gen virus ke gen sel inang. 

HTLV bisa menyebabkan T-Cell Leukemia (ATL), jenis kanker darah yang sering terjadi. Melansir National Organization for Rare Disorders, sebanyak 2 hingga 5 persen orang yang terinfeksi HTLV akan menderita ATL.

8. Merkel Cell Polyomavirus (MCV)

Banyak ditularkan di masa kanak-kanak, MCV merupakan jenis virus baru dan tidak menunjukkan gejala saat telah berada di tubuh. 

Para ahli tidak mengetahui bagaimana virus ini menyebar, namun diperkirakan karena kontak fisik atau kulit. Kemungkinan pula akibat adanya kontak dengan benda yang telah terpapar MCV.

Virus ini dianggap memicu karsinoma sel merkel atau kanker kulit yang jarang terjadi, karena pertama kali ditemukan pada penderita penyakit tersebut. 

Baca Juga

Itulah beberapa jenis virus penyebab kanker. Karena termasuk dalam penyakit yang kompleks, tidak bisa dikatakan bahwa virus bisa menyebabkan kanker secara langsung. Namun, ia bisa menjadi salah satu faktor risiko seseorang mengidap penyakit tersebut. 

Konsultasikan kesehatan Anda jika ditemukan adanya gejala penyakit kanker lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(PUT/AYU)

Referensi: 

  • Wawancara dr. Reza Fahlevi, Sp.A.
  • Healthline. Diakses 2022. 8 Viruses That Can Increase Your Cancer Risk.
  • American Cancer Society. Diakses 2022. What Causes Cancer?
  • Frontiers in Virology. Diakses 2022. Hypothesis and Theory Article.
  • National Organization for Rare Disorders. Diakses 2022. Rare Disease Database.

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Hastarita Lawrenti

Konsultasi Seputar Kanker dan Nutrisi
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Kurangi Risiko Kanker Prostat dengan Minum Kopi

Info Sehat
13 Jan

Fakta COVID-19 Varian IHU yang Perlu Anda Ketahui

Info Sehat
10 Jan

Angka COVID-19 Naik Lagi, Ini Beda Gejala Omicron dan Flu

Info Sehat
07 Jan

Risiko Suntik Vaksin Kosong bagi Kesehatan Tubuh

Info Sehat
06 Jan

Kebijakan Sekolah 100 Persen Tatap Muka, Ini Rekomendasi IDAI

Info Sehat
04 Jan

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat